PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Minggu, 06 November 2016

MENGELOLA POJOK BACA SECARA BERKELANJUTAN

Mengapa Harus ada Pojok Baca dan Dongeng
Mengenalkan buku, pada anak adalah tujuan dari terbentuknya Pojok Baca dan Dongeng PAUD, buku apa yang dikenalkan pada anak ?, buku bacaan yang menarik, bergambar dan mengandung unsur cerita. Pada buku cerita ada pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis sehingga membacakan cerita pada anak sebelum tidur akan mendekatkan hubungan,  memperkaya kosa kata, membentuk karakter anak, meningkatkan daya imajinasi, kreativitas anak, dan unsur pengetahuan. Kebiasaan tersebut akan  menumbuhkan kecintaan akan membaca seumur hidup. Life long education yaitu suatu kebiasaan sesorang untuk terus belajar akan bisa terwujud.
Tidak cukup hanya dengan mengenalkan buku, kemudian membacakan cerita tapi penyampaian cerita harus menarik, sehingga perlu ada metode , tehnis, dan konsistensi dalam penyampaian cerita. Ketika seorang pengasuh atau guru membacakan cerita, dan penyampaiannya tidak menarik maka anak juga kurang terasah imajinasinya, jadi antara mengenalkan buku, menyampaikan isi cerita, dan konsistensi harus menjadi satu rangkaian yang mampu membentuk karakter anak dan kebiasaan membaca sampai dewasa. Pembaca
cerita atau pembaca buku, harus memahami isi ceritanya supaya memudahkan pesan moral apa yang ada di dalamnya.
PAUD jika dilengkapi dengan Pojok Baca dan Dongeng sangat penting artinya karena sebagai peletakan dasar pertama untuk membentuk karakter yang kokoh dengan pencapaian sendi2 dasar life long education. Melalui bahan bacaan dan cerita yang tersimpan di Pojok Baca dan Dongeng memudahkan anak, guru, orang tua maupun pengasuh untuk mengenal dan mencari buku. Tanpa Pojok Baca dan Dongeng nutrisi kebiasaan membaca akan sangat minim yang akan berakibat lemahnya penguasaan bahasa, lemahnya daya imajinasi dan kreatifitas, hubungan kedekatan kurang terjalin maksimal, dan pengetahuaan sangat terbatas, karena hanya dengan membacalah semua hal tersebut bisa di dapatkan. Kebiasaan atau landasan kuat harus dibangun sejak usia dini.

Metode : Brainstorming
Fasilitator berperan sebagai media untuk mengumpulkan data, membuka wawasan, pengetahuan  dan membuat rangkuman materi.
WAKTU : tgl 16 November 2016, 3 jam
Setiap selesai brainstorming dibuat kesepakatan dan komitment untuk melaksanakan.
Perlengkapan yang harus ada
1.        Kertas meta plan                                      100 lembar
2.        Kertas plano,                                              20 lembar
3.        Isolasi/lakban kertas                                     4 pc
4.        Spidol besar                                               10 pc
5.        Blinder klip                                                10 pc

APA DAN BAGAIMANA SEHARUSNYA PENGELOLAAN POJOK BACA DAN DONGENG

ALUR KONSEP POJOK BACA DAN DONGENG

POJOK BACA DAN DONGENG
Adalah suatu sudut ruang yang dilengkapi dengan rak buku atau box buku, sehingga anak bisa melihat, memilih dan membuka bukunya, melihat gambar, belajar mengenal setiap gambar dan tulisan yang ada di dalam buku tersebut dengan di dampingi pengasuh. 

Selain Buku, Pojok Baca dan Dongeng dilengkapi boneka karakter, meja dan karpet untuk membacakan cerita, ruang yang full color dengan design yang menarik. Buku tertata rapi dengan halaman muka (Cover) terlihat jelas , rak ukuran tinggi 80 cm, panjang 120 cm. Kira kira muat 25 eksemplar buku saja. Pojok Baca dan Dongeng harus dilayankan dengan cara membacakan cerita atau meminjamkan buku ke anak supaya di bawa pulang untuk di bacakan bunda atau saudara di rumah.

Ruang, Buku  dan segala perlengkapannya kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, maka tidak akan ada gunanya. Untuk bisa bermanfaat maksimal maka perlu ada kerjasama antara PAUD, Bunda , Panda dan Orang tua. Kerjasama tersebut bisa di rinci sebagai berikut :
1.    Buku koleksi cerita sekalipun sedikit harus rutin bertambah, pertambahannya bisa karena beli secara rutin, atau bertukar koleksi dengan PAUD lain,
2.    Dinding yang full color bertema, membuat anak akan mengnal alam lebih luas lagi sesuai tema yang di tempel di dinding, baik dengan model cat maupun digital printing.
3.    Harus bersih, rapi dan nyaman, anak betah berada dalam ruang Pojok Baca dan Dongeng
4.    Fasilitas pendukung lainnya harus dapat terpenuhi dengan baik sesuai kebutuhan dan kondisi masa kini. Boneka karakter binatang bisa dijadikan mainan sekaligus pengetahuan bagi anak mengenal binatang, bunyi bunyian dan segala yang bisa diajarkan kepada anak usia PAUD. Selain Koleksi buku, boneka, perlu juga adanya mainan lainnya misalnya balok atau kubus yang variatif .
5.    Harus selalu ada kegiatan membacakan cerita  dari Bunda PAUD, maupun orang tua di rumah, secara terus berkesinambungan. Membacakan cerita tersebut akan membentuk budaya kecintaan membaca untuk masa yang akan datang

Dari 5 point di atas , kita akan bahas secara detail di point 1 dan 5, yaitu bagaimana KOLEKSI BISA SELALU ADA DAN BERTAMBAH, DAN BAGAIMANA BUKU TERSEBUT BISA DILAYANKAN ATAU SAMPAI PESANNYA KE ANAK ANAK.

Point 2, 3, 4 sudah secara otomatis menjadi komitment setiap PAUD yang telah menerima POJOK BACA DAN DONGENG BI untuk merawat dan melanjutkan keberadaan sampai kapanpun. Termasuk menganggap bahwa Pojok Baca dan Dongeng itu sangat penting dengan alasan yang jelas, dan dikuatkan oleh data dan keyakinan.

Sehingga perlu kita sepakati apa yang akan menjadi keyakinan kita untuk keberlangsungan POJOK BACA DAN DONGENG BI ini.

Usia berapa,  anak mulai bisa membaca, apakah berpengaruh pada kecerdasan seseorang ketika orang tersebut lebih awal bisa membaca ?. Apakah memang sudah menjadi kewajiban bahwa anak usia 5 atau 6 tahun sudah harus bisa membaca ? Apa dampak yang akan terjadi jika anak lebih awal bisa membaca dibandingkan terlambat membaca, baru bisa membaca di usia 7 tahun. Apakah membaca begitu penting bagi usia balita atau sebelum 7 tahun. Apa dampaknya ? Pertanyaan tersebut harus ditanyakan dan di jawab oleh yang berkompeten. Mari kita cari referensinya.
Di buku "Right Brained Children in a Left Brained World" disebutkan tokoh-tokoh seperti Albert Einstein, George S. Patton, William Butler Yeats adalah mereka yang terlambat membaca.

PEMBAHASAN KOLEKSI BUKU POJOK BACA DAN DONGENG PAUD BI
Oval: BUKU CERITA
(KOLEKSI)
Bagaimana memilih buku yang baik,
Bagaimana cara membeli buku yang murah,
Bagaimana menata buku yang baik
Bagaimana memelihara buku supaya awet
Apakah memang buku harus selalu di tambah ?

Perhatikan tersebut di bawah ini
1.        Pengadaan / Penambahan
2.        Penataan / Penyajian
3.        Pemeliharaan / Pengelolaan
4.        Pencapaian Target atau indikator kesuksesan :



Pengadaan / Penambahan

Pengadaan buku bisa dilakukan setiap waktu tertentu dengan kebijakan pihak PAUD, secara rutin bertambah, penambahan disesuaikan dengan program, anggaran. Pengertian penambahan tidak sama dengan pengadaan atau pembelian buku baru. Tapi bisa dengan berbagai cara salah satunya adalah silang layan.

Silang layan (Networking)
@ Apa dan Bagaimana silang layang itu di lakukan :
HIMPAUDI tingkat kabupaten dengan di koordinasikan dan disepakati sistem dan tehnis pelaksanaannya. Jika tingkat kabupeten dianggap sulit bisa di perkecil scop nya menjadi per kecamatan. Silang layanan dilakukan per periode, misalnya setiap 3 bulan sekali atau per kwartal. Masing masing PAUD memberikan daftar buku yang dimiliki. Dari daftar buku tersebut koordinator bisa mengatur jumlah yang akan di rolling, contoh sederhana adalah sbb:


 Administrasi yang menyertai adalah berita acara atau tanda terima silang layan, sebagaimana contoh terlampir.

@Apakah manfaat melakukan silang layanan
-          Hemat
-          Menjaga kedekatan dan hubungan baik
-          Share pengalaman dalam membacakan cerita ke anak anak
-          Berfikir positif atas keberadaan buku yang di silang layankan (jangan pernah takut rusak)

@Apa kekhawatiran melakukan silang layanan : selain buku rusak adalah kendala waktu apabila saat harus bertukar buku ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, antisipasinya adalah mewakilkan orang lain yang melakukan silang layan.
@ Lebih banyak manfaat atau resiko jika melakukan silang layanan : dibuat kesepakatan jika ada kerusakan buku atau hilang.
Dibuat simulasi untuk membuat kesepakatan2 jika silang layanan di lakukan di wilayah masing masing.

PENATAAN ATAU PENYAJIAN
Simple saja bahwa kerapian dan penataan buku harus memperlihatkan cover depan bukunya, selalu rapi dan terhindar dari debu. Mudah di jangkau anak anak dengan gambar full color yang menarik dan hard cover yang tidak mudah rusak. Jika bukunya jumlahnya banyak dan rak yang tersedia tidak muat maka disimpan di lemari, dan di pajang secara bergantian seolah olah bukunya selalu baru.

PEMELIHARAAN DAN PENGELOLAAN
Berapa lama buku bisa bertahan bagus ?
Bagaimana cara merawat jika buku rusak ?
Bagaimana jika buku memang sudah tidak bisa diperbaikin ?

INDIKATOR KESUKSESAN PENGGUNAAN POJOK BACA DAN DONGENG
Ada 9 Pertanyaan :
1.        Apakah bunda PAUD rutin membacakan cerita kepada anak anak
2.        Setiap hari apa, dengan durasi berapa menit setiap kali buku di bacakan
3.        Apakah anak senang di bacakan cerita
4.        Apakah anak meminta di bacakan kembali jika telah selesai di bacakan cerita
5.        Apakah anak anak juga pinjam buku untuk di bawa pulang
6.        Apakah orang tua atau pengasuh juga meminjam buku
7.        Apakah dibuat catatan buku apa yang di bacakan dan buku yang dipinjam
8.        Apakah catatan tersebut mendapatkan perhatian dan di amati lebih lanjut
9.        Apa yang terjadi jika anak tidak di bacakan cerita


a.      PengelolaaN yang sustainable
Fasilitator memberikan pertanyaan
1.      Apakah Perpustakaan PAUD perlu terus dilanjutkan ?
2.      Bagaimana cara melanjutkan jika BI tidak membantu apapun ?
Pertanyaan lanjutan
1          Apakah berkomitment mengembankan perpustakaan
2          Apakah bersedia menambah buku di tahun ini dan tahun berikutnya
3          Apakah akan menambah rak untuk bisa menampung buku yang ada
4          Apakah bersedia mengganti karpet jika rusak
5          Apakah bersedia mengganti stiker meja juga rusak
6          Apakah bersedia tidak melepas banner
7          Apakah bersedia mendokumentasikan kegiatan mendongeng
8          Apakah sudah memiliki Face book / twitter / jejaring sosial lainnya
9          Apakah bersedia mempublikasikan kegiatan perpustakaannya
10      Apakah bersedia meminjamkan buku kepada orang tua anak paud atau masyarakat sekitar
11      Apakah bersedia melakukan sistem silang layan
12      Apakah bersedia jika diminta memberikan testimoni tentang Perpustakaan Paud yang sudah ada / dikembangkan bersama BI.

Sumber dana dan sponsor
Fasilitator mengajukan pertanyaan kepada bunda paud dengan terlebih dahulu melakukan game.
Jika tidak bisa memberikan jawaban yang tepat maka yg bersangkutan diminta untuk menuliskan nama kota di Indonesia (KPW). 
1          Komponen apa saja yang harus dibeli ketika Perpustakaan ini harus dikembangkan
2          Kira kira berapa dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan perpustakaan Paud, sebutkan nominal dan peruntukkannya
3          Dari mana sumber dana bisa diperoleh, bagaimana cara memperolehnya
4          Apakah memungkinkan jika dana pengembangan perpustakaan dibebankan kepada orang tua murid
5          Apa yang terjadi jika perpustakaan tidak dikembangkan
6          Apabila dikembangkan apa pengaruhnya terhadap perkembangan anak
7          Apabila dikembangkan apakah membebani yayasan atau sekolah

POJOK BACA DAN DONGENG sebagai daya tarik anak PAUD
untuk mengasah multple intelegent
Fasilitator meminta wakil dari masing2 wilayah maju ke depan dan membacakan per bait dari paparan di bawah ini,

Tahun 1983, Profesor pendidikan Howard Gardner (Harvard University) mendefinisikan kecerdasan manusia yang tak berbatas, yang diantaranya dapat dikelompokkan menjadi delapan kecerdasan, yaitu kecerdasan linguistik (bahasa), kecerdasan logika-matematika, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan gerak tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Belakangan Gardner menambahkan satu kecerdasan tambahan, yaitu kecerdasan spiritual.

Menurut Gadner, kecerdasan manusia juga harus dinilai berdasarkan:
1.        Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi hidup
2.        Kemampuan menemukan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan atau dicari solusinya
3.        Kemampuan untuk menciptakan sesuatu dan memberikan penghargaan dalam budaya seseorang.

Beberapa cara untuk mencetak anak cerdas seperti dikutip dari thedailybeast.com
1.        Jauhi Anak dari Kebiasaan Nonton TV
Sebanyak 30 persen anak-anak di bawah usia 2 memiliki televisi di kamar tidurnya. Dan 59 persen anak-anak berusia di bawah 2 tahun menonton TV dua jam sehari. Manfaat menonton TV bagi bayi tidak diketahui, namun TV diketahui merusak keterampilan mental dan menyia-nyiakan waktu untuk perkembangan otak yang seharusnya dihabiskan dengan cara berbicara dengan orang lain.
2.        Beri anak Air Susu Ibu (ASI)
Anak berusia enam tahun yang diberi ASI terus menerus ketika bayi, skor tes IQ-nya 5 persen lebih tinggi daripada anak 6 tahun yang tidak mendapat ASI.
Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian yang diikuti oleh dua kelompok ibu di Belarusia baru dan anak-anaknya. Hal pertama yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk membesarkan anak cerdas adalah dengan cara menyusui. Manusia memiliki persentase lemak lebih besar dibandingkan dengan susu sapi yang dibutuhkan untuk melindungi sel-sel otak.
3.        Belajar musik
Anak-anak yang memainkan piano atau alat musik gesek mendapat skor keterampilan verbal 15 persen lebih tinggi daripada anak yang tidak memainkan alat musik.
4.        Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini melibatkan siswa dari area musik Boston dan sekolah umum. Usia rata-rata siswa adalah 10 tahun dan beberapa di antaranya pernah belajar musik setidaknya selama tiga tahun.
5.        Belajar mengendalikan diri atau sabar
Anak-anak yang mampu menunda kepuasan 15 kali lebih lama daripada teman-temannya dan lebih sabar mendapat skor 210 poin lebih tinggi pada SAT (Scholastic Assessment Test). Anak-anak yang bisa menunggu 15 menit sebelum makan kue pertama mencetak 210 poin lebih tinggi pada tes SAT nya daripada yang tidak bisa menunggu lebih dari satu menit. Jenius tidak banyak berkaitan dengan IQ, tapi berkaitan dengan fungsi eksekutif.
6.        Penuhi rumah dengan buku
Anak yang dibesarkan di sebuah rumah berisi setidaknya 500 buku memiliki kemungkinan lulus SMA 36 persen lebih tinggi dan 19 persen lebih mungkin lulus dari perguruan tinggi daripada anak yang dibesarkan di rumah yang hanya berisi beberapa atau bahkan tidak menyimpan buku. Orangtua yang suka membaca menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat.
7.        Hindari kegemukan pada anak
Anak gemuk mendapat skor 11 persen lebih rendah pada tes membaca daripada anak dengan berat badan normal. Ilmuwan di Temple University menemukan siswa sekolah menengah yang mengalami kelebihan berat badan memiliki prestasi lebih rendah daripada teman-teman sebayanya yang memiliki berat badan normal, serta lebih sering tidak masuk dan terlambat datang sekolah.
8.        Ikut program prasekolah
Anak yang mengikuti program prasekolah 52 persen lebih mungkin lulus SMA daripada yang tidak mengikuti program prasekolah. Pada usia 27 tahun, kelompok prasekolah lima kali lebih banyak yang memiliki rumah sendiri daripada kelompok non-prasekolah. Pada usia 40, kelompok non-prasekolah ditangkap atas tuduhan narkoba delapan kali lebih banyak dibandingkan alumni prasekolah, dan dua kali lebih sering melakukan serangan fisik.
9.        Perbanyak anak mendengar kosakata baru
Anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar kata-kata hampir empat kali lebih sedikit per tahunnya daripada anak-anak dari keluarga kelas profesional. Para peneliti mengungkapkan bahwa semakin banyak kata-kata yang didengar, semakin besar kosakata dan semakin tinggi prestasi akademik.
10.    Belajar bahasa asing
Anak-anak yang mempelajari bahasa asing selama dua tahun mendapat skor SAT 14 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak pernah mempelajari bahasa asing. Nilai verbal siswa yang mempelajari bahasa asing selama empat atau lima tahun lebih tinggi daripada skor verbal siswa yang mempelajari pelajaran lain selama empat atau lima tahun
11.    Batasi permainan game komputer atau video game
Siswa yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari bermain komputer dan video game mendapat skor ujian sekolah 9,4 persen lebih rendah daripada siswa yang tidak lagi memainkan game semacam itu. Bermain videogame berlebihan dapat mengganggu sekolah seperti halnya kegiatan lain yang dilakukan berlebihan semisal membaca untuk kesenangan, bermain di luar, tidur, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga.

Referensi

Materi Untuk Workshop POJOK BACA DAN DONGENG , BANK INDONESIA,17 sd 19 November 2016 di Hotel Bidakara Jakarta