PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Kamis, 20 Agustus 2015

A – Z REVIEW TBM OLIMPIADE TAMAN BACAAN 1001 BUKU

Bicara jenis perpustakaan, menurut UU no 43 tahun 2007 ada 5 jenis perpustakaan, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Perguruan tinggi, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Khusus. Nah kalau begitu TBM masuk jenis yang mana ?

Perpustakaan bisa saja disebut TBM, atau TBM bukan perpustakaan. Bisa juga Perpustakaan beda dengan TBM, biasanya dilihat dari luasan ruang, kepemilikan dan jumlah koleksi yang dimiliki. TBM memiliki ciri sebagai kepemilikan pribadi, dengan ruang berkisar antara 3x4 4x6 atau 5x7 relatif tidak luas, sederhana, dengan rak buku yang cukup menampung buku sekitar 500 – 2000 atau 3000 eksemplar buku. Peruntukannya (user) adalah masyaraat umum yang ada di lingkungan TBM tersebut. Maka TBM masuk kategori Perpustakaan Umum.

Ciri tersebut diatas secara tidak langsung menjadi ciri umum keberadaan TBM di Indonesia, ditandai juga dengan pengelolaan yang apa adanya, dengan data pengunjung dan peminjam apa adanya dan sederhana. Perkembangan selanjutnya juga bergantung dari pemilik dan kemampuan mengelola.


Seyogyanya kita bisa mendifinisakn keberadaan TBM dengan mereview apa dan bagaimana TBM tersebut harus di kelola dengan baik dan benar. A-Z TBM bisa di identifikasikan dengan 7 hal tersebut di bawah ini

TEMPAT - RUANG

Tempat dikatakan baik jika letaknya strategis, tapi jika kurang strategis maka dibutuhkan cara tepat untuk bisa dikenal banyak orang dan ada daya tarik bagi orang untuk datang. Berbagai cara bisa dilakukan, dan cara cara tersebut perlu di coba, misalkan membuat promosi buku apa saja yang ada di TBM. Memudahkan layanan yang simple dan mudah. Membuat orang merasa dilayani dengan baik dari sisi keramahan, ada sesuatu manfaat ketika orang datang.

Ruang jika tidak terlalu luas, maka penataan, dan kerapian perlu dipertimbangkan sehingga orang datang merasa cukup nyaman, estetika, design dan pencahayaan menjadi pertimbangan sehingga orang betah di dalamnya.

Jika ruang luas dan halaman mencukupi maka perlu dimaksimalkan kemanfaatannya dengan berbagai kegiatan yang membuat TBM serasa lebih hidup. Secara profesional Tempat dan ruang sebuah perpustakaan mengikuti standar nasional perpustakaan, dan setiap ruang perpustakaan dikatakan baik jika memiliki fasilitas lengkap.

KOLEKSI
Koleksi TBM yang lengkap adalah keharusan, pengertian lengkap adalah memenuhi kreteria kelas yaitu 000 – 900 sesuai DDC (Decimal Deway Clasification). Walaupun masing masing kelas memiliki porsi jumlah yang akan disesuaikan dengan peminat baca dari pihak pengguna. Termasuk koleksi terbitan lokal dan muatan lokal, berbagai disiplin ilmu, koleksi buku, non buku dan koleksi untuk difable. Jumlah koleksi TBM sebanyak banyaknya sesuai kebutuhan penggunanya.

Kata Kuncinya adalah TBM sebagai Agen Perubahan

PENGEMBANGAN KOLEKSI
1.        Pengembangan koleksi minimal tiga tahun : harus dianggarkan secara rutin tahunan.
2.        Penambahan koleksi sebesar 5% dari jumlah buku yang ada.
3.        Pengembangan koleksi mencakup : seleksi, pengadaan, pengolahan, penyiangan, pelestarian (deposit)
4.        Pengembangan koleksi disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

CARA PENGEMBANGAN KOLEKSI
·           Kebijakan pengembangan dengan mengalokasikan anggaran
·           Mendapatkan hibah buku dari pihak lain atau stake holder yang terkait
·           Mencari donatur untuk pembelian buku ataupun mendapatkan buku secara berkala
·           Melakukan silang layan dan TBM sejenis dengan komitment yang terus menerus

PENERBIT YANG DIREKOMENDASIKAN
ada sekitar 98 penerbit beserta situs nya. Bisa diakses untuk pemesanan buku secara langsung.

Discount buku antara 25 – 40 % tergantung kwalitas buku, jumlah buku yang dibeli dan pembayaran yang dilakukan (Tunai atau kredit)

LAYANAN

Layanan disebut sebagai garis depan (front) perpustakaan, memegang peran penting dalam melayani masyarakat. Petugas layanan yang ramah, memahami dan mengerti koleksi kebutuhan pemustaka. Pemustaka itu bisa terdiri dari perorangan, kelompok atau institusi. Semua harus dilayani dengan baik. Pemustaka tidak saja meminjam buku, tapi bisa saja kerana keperluan studi banding, penelitian, atau apa saja sesuai kebutuhan masing masing. TBM itu terus berkembang sesuai jaman dan kebutuhan pemustaka. Sehingga layanan harus menyesuaikan hal tersebut.

Kata Kunci dari layanan adalah : kepuasan pelanggan (service satisfiction)

JAM LAYANAN
-       Layanan dibuka sesuai kebutuhan masyarakat yang dilayani
-       Layanan idelanya 24 jam karena merupakan publik service
-       Layanan disesuaikan dengan aturan dan kebijakan masing masing institusi yang menaungi.
-       Layanan standarnya minimal 6 – 10 jam

JENIS DAN MODEL LAYANAN
Layanan terbuka
layanan dimana pemustaka bebas memilih sendiri buku yang akan di baca/dipinjam. TBM harus menyediakan loker atau penitipan tas.
Layanan tertutup
petugas melayani untuk pengambilan buku yang dipilih/dibaca/dipinjam pemustaka.
Jenis Layanan
Referensi, sirkulasi, penelusuran informasi, membaca ditempat, bimbingan pemustaka

PETUGAS  LAYANAN (SDM)
-            Petugas TBM idealnya minimal adalah 1 orang pustakawan dan 2 orang tenaga tehnis
-            Petugas TBM idealnya 1 orang per 25.000 penduduk untuk tingkat provinsi dan 1  orang untuk 5.000 penduduk untuk tingkat kabupaten.
-            Petugas TBM pendidikan minimal SLTA, Diploma, Sarjana TBM untuk tingkat kecamatan, kabupaten dan Provinsi.

KARAKTER PETUGAS LAYANAN
-            Menarik, cantik atau tampan, ramah, selalu rapi
-            Memahami koleksi dan klasifikasi untuk memudahkan penelusuran
-            Memahami karakter (Behavior) pemustaka
-            Responsif terhadap pengunjung dan kondisi ruang TBM
-            Melakukan promosi dan marketing TBM

YANG HARUS DISIAPKAN SEBAGAI PELENGKAP LAYANAN
-            Kerapian dan kebersihan ruang
-            Kenyamanan buat pengunjung
-            Penataan buku yang mudah dilakukan penelusurannya
-            Fasilitas yang memadai termasuk toilet, ruang ibadah, parkir, kantin dll.

PETUGAS LAYANAN  YANG PALING DISUKAI
-       Ramah                                                        -  Rapi
-       Pandai                                                        -  Cerdas
-       Pengetahuan dan wawasan luas                 -  Suka menolong
-       Kreatif                                                        -  cantik/tampan
-       Responsif                                                   -  Humoris
-       Memahami koleksi (mengusai)                   -  Melayani dengan hati
-       Melayani dengan cepat                              -  Melayani dengan keiklasan
-       Mudah mengenali nama pemustaka           -  Menawarkan buku yang disukai pemustaka
-       Memahami perilaku dan kesukaan pemustaka---- dll

BAGAIMANA SUPAYA TBM RAMAI DIKUNJUNGI PEMUSTAKA
Semua bentuk layanan akan dikendalaikan oleh sumber daya manusia yang ditunjang oleh banyak hal, seperti kesejahteraan yang diperolehnya, kebijakan yang menaungi pekerjaannya, lingkungan yang kondusif, passion, profesi yang prestisius atau yang  diminati.  Jika semua hal sudah memenui persyaratannya maka menjadi mudah untuk melakukan apa saja yang menjadi tujuan dan harapan banyak orang. Dalam TBM yang diharapkan adalah peran dan manfaat TBM  yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Akan muncul kreatifitas secara maksimal jika petugas TBM bekerja dengan menyenangkan, kreatifitas itu yang akan mempengaruhi layanan yang menyenangkan bagi pengunjung/pemustaka. Kreatifitas akan menciptakan banyak hal yang bisa membawa perubahan bagi perpustakaan. Melalui kreatifitas tercipta banyak hal untuk bisa menyenangkan bagi pemustaka. Jadi salah satu untuk meramaikan TBM adalah dengan kreatifitas yang teraktualisasi dengan berbagai kegiatan yang bisa membuat pemustaka senang.

Kreatifitas itu wujudnya bermacam macam, ada yang terlihat hasilnya dengan kasad mata, terlihat apa yang dikerjakan, tapi juga ada yang tiddak terlihat, contohnya adalah gagasan yang bisa saja dilakukan orang lain , atau bermanfaat untuk orang lain. Kreatifitas akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan atau memunculkan banyak pekerjaan yang sifatnya bisa fleksible dan menyenangkan bagi pemustaka karena bisa memenuhi kebutuhan pemustaka.

MENGENALI KEBUTUHAN PEMUSTAKA
1.        Kebutuhan akan koleksi
2.        Kebutuhan berbagai macam aktivitas
3.        Kebutuhan akan penelusuran informasi dan pengetahuan
4.        Kebutuhan akan implementasi apa yang di baca
5.        Kebutuhan menuliskan / publikasi diri dan kemampuannya
6.        Kebutuhan berinteraksi kepada sesama pemustaka atau membentuk komunitas
7.        Kebutuhan akan peningkatan kapasitas diri dan mengembangkan untuk bisa mengubah taraf hidup yang lebih baik
8.        Kebutuhan akan peningkatan prestasi dan penyaluran hoby
9.        Kebutuhan akan hiburan yang  mudah, murah dan menyenangkan
10.    Kebutuhan akan interaksi sosial (sosialitas yang diakui)
11.    Dll

Keseluruhan kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi TBM untuk memenuhinya dengan berbagai kreatifitas dan layanan yang dilengkapi fasilitas yang memadai. Sehingga petugas TBM dituntut kemampuannya untuk jeli menangkap peluang, untuk mampu memenuhi kebutuhan pemustaka. Jika sudah bisa dilaksanakan dengan baik, maka TBM akan terus ramai dikunjungi masyarakat. Dan akan membawa dampak populer bagi petugasnya.

KERJASAMA (NETWORKING)
Kerjasama terdiri dari
  1. Pemerintah atau tokoh masyarakat sebagi pemegang regulasi dan pemilik anggaran
  2. Sesama TBM : berbagi pengalaman dan ke sinergian
  3. Lembaga donor (funding) baik swasta maupun pribadi
  4. Pengguna : sekolah atau masyarakat umum



KEGIATAN
Kegiatan yang dilakukan akan dipengaruhi oleh
  1. Faktor usia
  2. Seberapa kemampuan SDm mengelola kegiatan baik dari sisi kreativitas maupun skill mengelola
  3. Dari kesiapan pendanaan
  4. Kegiatan harus menarik dan disukai oleh masyarakat
  5. Kegiatan yang terkait literasi

PENDANAAN
Pendaan mencakup aspek
  1. Sumber dana berasal dari mana
  2. Jumlah dana yang diperoleh apakah akan mencukupi kebutuhan atau dibuat kebutuhan seberapa baru dicarikan dananya atau sebaliknya
  3. Kegunaan dana tersebut untuk keperluan apa saja atau dibuat post item anggaran dengan skala prioritas berdasarkan urgensinya

REGULASI
Regulasi di lihat dari mulai UU, PP, Perda maupun regulasi organisasi pendukung terlaksananya TBM bisa berjalan baik dan bermanfaat. UU no 42 tahun 2007 sudah diatur dengan berbagai pasal terkait Perpustakaan, di dalamnya jika di kaji juga memuat TBM sebagai perpustakaan yang dimiliki masyarakat dan dipergunakan untuk masyarakat.

Perda masing masing daerah berbeda bahkan ada yang belum memiliki Perda terkait Perpustakaan dan Pengelolaannya

Kemudian jika TBM merupakan institusi swasta atau lembaga yang memiliki pengurus maka regulasi juga harus ada untuk menentukan arah organisasi dan kebijakan terkait manfaat dan lainnya sehingga apa yang dilakukan memiliki indikator capaian untuk bisa terukur . Hal tersebut sangat bermanfaat ketika dibuat analisis atau evaluasi tingkat keberhasilan sejauhmana dampak nya terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat.