PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Kamis, 20 Agustus 2015

A – Z REVIEW TBM OLIMPIADE TAMAN BACAAN 1001 BUKU

Bicara jenis perpustakaan, menurut UU no 43 tahun 2007 ada 5 jenis perpustakaan, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Perguruan tinggi, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Khusus. Nah kalau begitu TBM masuk jenis yang mana ?

Perpustakaan bisa saja disebut TBM, atau TBM bukan perpustakaan. Bisa juga Perpustakaan beda dengan TBM, biasanya dilihat dari luasan ruang, kepemilikan dan jumlah koleksi yang dimiliki. TBM memiliki ciri sebagai kepemilikan pribadi, dengan ruang berkisar antara 3x4 4x6 atau 5x7 relatif tidak luas, sederhana, dengan rak buku yang cukup menampung buku sekitar 500 – 2000 atau 3000 eksemplar buku. Peruntukannya (user) adalah masyaraat umum yang ada di lingkungan TBM tersebut. Maka TBM masuk kategori Perpustakaan Umum.

Ciri tersebut diatas secara tidak langsung menjadi ciri umum keberadaan TBM di Indonesia, ditandai juga dengan pengelolaan yang apa adanya, dengan data pengunjung dan peminjam apa adanya dan sederhana. Perkembangan selanjutnya juga bergantung dari pemilik dan kemampuan mengelola.


Seyogyanya kita bisa mendifinisakn keberadaan TBM dengan mereview apa dan bagaimana TBM tersebut harus di kelola dengan baik dan benar. A-Z TBM bisa di identifikasikan dengan 7 hal tersebut di bawah ini

TEMPAT - RUANG

Tempat dikatakan baik jika letaknya strategis, tapi jika kurang strategis maka dibutuhkan cara tepat untuk bisa dikenal banyak orang dan ada daya tarik bagi orang untuk datang. Berbagai cara bisa dilakukan, dan cara cara tersebut perlu di coba, misalkan membuat promosi buku apa saja yang ada di TBM. Memudahkan layanan yang simple dan mudah. Membuat orang merasa dilayani dengan baik dari sisi keramahan, ada sesuatu manfaat ketika orang datang.

Ruang jika tidak terlalu luas, maka penataan, dan kerapian perlu dipertimbangkan sehingga orang datang merasa cukup nyaman, estetika, design dan pencahayaan menjadi pertimbangan sehingga orang betah di dalamnya.

Jika ruang luas dan halaman mencukupi maka perlu dimaksimalkan kemanfaatannya dengan berbagai kegiatan yang membuat TBM serasa lebih hidup. Secara profesional Tempat dan ruang sebuah perpustakaan mengikuti standar nasional perpustakaan, dan setiap ruang perpustakaan dikatakan baik jika memiliki fasilitas lengkap.

KOLEKSI
Koleksi TBM yang lengkap adalah keharusan, pengertian lengkap adalah memenuhi kreteria kelas yaitu 000 – 900 sesuai DDC (Decimal Deway Clasification). Walaupun masing masing kelas memiliki porsi jumlah yang akan disesuaikan dengan peminat baca dari pihak pengguna. Termasuk koleksi terbitan lokal dan muatan lokal, berbagai disiplin ilmu, koleksi buku, non buku dan koleksi untuk difable. Jumlah koleksi TBM sebanyak banyaknya sesuai kebutuhan penggunanya.

Kata Kuncinya adalah TBM sebagai Agen Perubahan

PENGEMBANGAN KOLEKSI
1.        Pengembangan koleksi minimal tiga tahun : harus dianggarkan secara rutin tahunan.
2.        Penambahan koleksi sebesar 5% dari jumlah buku yang ada.
3.        Pengembangan koleksi mencakup : seleksi, pengadaan, pengolahan, penyiangan, pelestarian (deposit)
4.        Pengembangan koleksi disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

CARA PENGEMBANGAN KOLEKSI
·           Kebijakan pengembangan dengan mengalokasikan anggaran
·           Mendapatkan hibah buku dari pihak lain atau stake holder yang terkait
·           Mencari donatur untuk pembelian buku ataupun mendapatkan buku secara berkala
·           Melakukan silang layan dan TBM sejenis dengan komitment yang terus menerus

PENERBIT YANG DIREKOMENDASIKAN
ada sekitar 98 penerbit beserta situs nya. Bisa diakses untuk pemesanan buku secara langsung.

Discount buku antara 25 – 40 % tergantung kwalitas buku, jumlah buku yang dibeli dan pembayaran yang dilakukan (Tunai atau kredit)

LAYANAN

Layanan disebut sebagai garis depan (front) perpustakaan, memegang peran penting dalam melayani masyarakat. Petugas layanan yang ramah, memahami dan mengerti koleksi kebutuhan pemustaka. Pemustaka itu bisa terdiri dari perorangan, kelompok atau institusi. Semua harus dilayani dengan baik. Pemustaka tidak saja meminjam buku, tapi bisa saja kerana keperluan studi banding, penelitian, atau apa saja sesuai kebutuhan masing masing. TBM itu terus berkembang sesuai jaman dan kebutuhan pemustaka. Sehingga layanan harus menyesuaikan hal tersebut.

Kata Kunci dari layanan adalah : kepuasan pelanggan (service satisfiction)

JAM LAYANAN
-       Layanan dibuka sesuai kebutuhan masyarakat yang dilayani
-       Layanan idelanya 24 jam karena merupakan publik service
-       Layanan disesuaikan dengan aturan dan kebijakan masing masing institusi yang menaungi.
-       Layanan standarnya minimal 6 – 10 jam

JENIS DAN MODEL LAYANAN
Layanan terbuka
layanan dimana pemustaka bebas memilih sendiri buku yang akan di baca/dipinjam. TBM harus menyediakan loker atau penitipan tas.
Layanan tertutup
petugas melayani untuk pengambilan buku yang dipilih/dibaca/dipinjam pemustaka.
Jenis Layanan
Referensi, sirkulasi, penelusuran informasi, membaca ditempat, bimbingan pemustaka

PETUGAS  LAYANAN (SDM)
-            Petugas TBM idealnya minimal adalah 1 orang pustakawan dan 2 orang tenaga tehnis
-            Petugas TBM idealnya 1 orang per 25.000 penduduk untuk tingkat provinsi dan 1  orang untuk 5.000 penduduk untuk tingkat kabupaten.
-            Petugas TBM pendidikan minimal SLTA, Diploma, Sarjana TBM untuk tingkat kecamatan, kabupaten dan Provinsi.

KARAKTER PETUGAS LAYANAN
-            Menarik, cantik atau tampan, ramah, selalu rapi
-            Memahami koleksi dan klasifikasi untuk memudahkan penelusuran
-            Memahami karakter (Behavior) pemustaka
-            Responsif terhadap pengunjung dan kondisi ruang TBM
-            Melakukan promosi dan marketing TBM

YANG HARUS DISIAPKAN SEBAGAI PELENGKAP LAYANAN
-            Kerapian dan kebersihan ruang
-            Kenyamanan buat pengunjung
-            Penataan buku yang mudah dilakukan penelusurannya
-            Fasilitas yang memadai termasuk toilet, ruang ibadah, parkir, kantin dll.

PETUGAS LAYANAN  YANG PALING DISUKAI
-       Ramah                                                        -  Rapi
-       Pandai                                                        -  Cerdas
-       Pengetahuan dan wawasan luas                 -  Suka menolong
-       Kreatif                                                        -  cantik/tampan
-       Responsif                                                   -  Humoris
-       Memahami koleksi (mengusai)                   -  Melayani dengan hati
-       Melayani dengan cepat                              -  Melayani dengan keiklasan
-       Mudah mengenali nama pemustaka           -  Menawarkan buku yang disukai pemustaka
-       Memahami perilaku dan kesukaan pemustaka---- dll

BAGAIMANA SUPAYA TBM RAMAI DIKUNJUNGI PEMUSTAKA
Semua bentuk layanan akan dikendalaikan oleh sumber daya manusia yang ditunjang oleh banyak hal, seperti kesejahteraan yang diperolehnya, kebijakan yang menaungi pekerjaannya, lingkungan yang kondusif, passion, profesi yang prestisius atau yang  diminati.  Jika semua hal sudah memenui persyaratannya maka menjadi mudah untuk melakukan apa saja yang menjadi tujuan dan harapan banyak orang. Dalam TBM yang diharapkan adalah peran dan manfaat TBM  yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Akan muncul kreatifitas secara maksimal jika petugas TBM bekerja dengan menyenangkan, kreatifitas itu yang akan mempengaruhi layanan yang menyenangkan bagi pengunjung/pemustaka. Kreatifitas akan menciptakan banyak hal yang bisa membawa perubahan bagi perpustakaan. Melalui kreatifitas tercipta banyak hal untuk bisa menyenangkan bagi pemustaka. Jadi salah satu untuk meramaikan TBM adalah dengan kreatifitas yang teraktualisasi dengan berbagai kegiatan yang bisa membuat pemustaka senang.

Kreatifitas itu wujudnya bermacam macam, ada yang terlihat hasilnya dengan kasad mata, terlihat apa yang dikerjakan, tapi juga ada yang tiddak terlihat, contohnya adalah gagasan yang bisa saja dilakukan orang lain , atau bermanfaat untuk orang lain. Kreatifitas akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan atau memunculkan banyak pekerjaan yang sifatnya bisa fleksible dan menyenangkan bagi pemustaka karena bisa memenuhi kebutuhan pemustaka.

MENGENALI KEBUTUHAN PEMUSTAKA
1.        Kebutuhan akan koleksi
2.        Kebutuhan berbagai macam aktivitas
3.        Kebutuhan akan penelusuran informasi dan pengetahuan
4.        Kebutuhan akan implementasi apa yang di baca
5.        Kebutuhan menuliskan / publikasi diri dan kemampuannya
6.        Kebutuhan berinteraksi kepada sesama pemustaka atau membentuk komunitas
7.        Kebutuhan akan peningkatan kapasitas diri dan mengembangkan untuk bisa mengubah taraf hidup yang lebih baik
8.        Kebutuhan akan peningkatan prestasi dan penyaluran hoby
9.        Kebutuhan akan hiburan yang  mudah, murah dan menyenangkan
10.    Kebutuhan akan interaksi sosial (sosialitas yang diakui)
11.    Dll

Keseluruhan kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi TBM untuk memenuhinya dengan berbagai kreatifitas dan layanan yang dilengkapi fasilitas yang memadai. Sehingga petugas TBM dituntut kemampuannya untuk jeli menangkap peluang, untuk mampu memenuhi kebutuhan pemustaka. Jika sudah bisa dilaksanakan dengan baik, maka TBM akan terus ramai dikunjungi masyarakat. Dan akan membawa dampak populer bagi petugasnya.

KERJASAMA (NETWORKING)
Kerjasama terdiri dari
  1. Pemerintah atau tokoh masyarakat sebagi pemegang regulasi dan pemilik anggaran
  2. Sesama TBM : berbagi pengalaman dan ke sinergian
  3. Lembaga donor (funding) baik swasta maupun pribadi
  4. Pengguna : sekolah atau masyarakat umum



KEGIATAN
Kegiatan yang dilakukan akan dipengaruhi oleh
  1. Faktor usia
  2. Seberapa kemampuan SDm mengelola kegiatan baik dari sisi kreativitas maupun skill mengelola
  3. Dari kesiapan pendanaan
  4. Kegiatan harus menarik dan disukai oleh masyarakat
  5. Kegiatan yang terkait literasi

PENDANAAN
Pendaan mencakup aspek
  1. Sumber dana berasal dari mana
  2. Jumlah dana yang diperoleh apakah akan mencukupi kebutuhan atau dibuat kebutuhan seberapa baru dicarikan dananya atau sebaliknya
  3. Kegunaan dana tersebut untuk keperluan apa saja atau dibuat post item anggaran dengan skala prioritas berdasarkan urgensinya

REGULASI
Regulasi di lihat dari mulai UU, PP, Perda maupun regulasi organisasi pendukung terlaksananya TBM bisa berjalan baik dan bermanfaat. UU no 42 tahun 2007 sudah diatur dengan berbagai pasal terkait Perpustakaan, di dalamnya jika di kaji juga memuat TBM sebagai perpustakaan yang dimiliki masyarakat dan dipergunakan untuk masyarakat.

Perda masing masing daerah berbeda bahkan ada yang belum memiliki Perda terkait Perpustakaan dan Pengelolaannya

Kemudian jika TBM merupakan institusi swasta atau lembaga yang memiliki pengurus maka regulasi juga harus ada untuk menentukan arah organisasi dan kebijakan terkait manfaat dan lainnya sehingga apa yang dilakukan memiliki indikator capaian untuk bisa terukur . Hal tersebut sangat bermanfaat ketika dibuat analisis atau evaluasi tingkat keberhasilan sejauhmana dampak nya terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat.


Jumat, 29 Mei 2015

MENGEMBANGKAN KONSEP PERPUSTAKAAN YANG TERINTEGRASI RAKOR PERPUSTAKAAN BERSAMA SKPD JAWA TENGAH SEMARANG, 6 JUN 2015

Dalam struktur pemerintahan, setiap SKPD memiliki tupoksi masing masing yang diatur dalam undang undang, peraturan pemerintah, keputusan presiden, keputusan menteri maupun peraturan daerah. Terkait segala aturan yang menjadi dasar hukum melakukan kerja pemerintahan. Anatar SKPD tentu saling komplementer untuk membangun bangsa dan negara ini.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pelaksana fungsi tugas eksekutif harus berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintah bisa berjalan baik. Dasar hukum yang berlaku sejak tahun 2004 untuk pembentukan SKPD adalah Pasal 120 UU no. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dinas-dinas, Badan-badan, Inspektorat Daerah, lembaga-lembaga daerah lain yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Daerah, Kecamatan-kecamatan (atau satuan lainnya yang setingkat), dan Kelurahan/Desa (atau satuan lainnya yang setingkat).

Dibidang layanan, fokus ke Perpustakaan maka layanan perpustakaan tidak saja di lakukan di Badan Perpustakaan tingkat provinsi, kabupaten/kota , kecamatan atau kelurahan tapi juga semua lapisan masyarakat. Sebagaimana tertuang dalam UU no 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Peraturan Pemerintah no 24 tahun 2014.

Pasal pasal  penting di dalam UU no 43 tahun 2007 yang harus dipahami diantaranya adalah :
Pasal 20 bahwa Jenis Perpustakaan ada 5, diantaranya Perpustakaan khusus yg penggunanya adalah khusus atau kalangan sendiri. Perpustakaan yang ada di SKPD masuk kategori perpustakaan khusus, dan memang wajib ada.

Pasal 2 Perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan.

Pasal 3
Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.

Pasal 4 Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

Pasal 8, Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota berkewajiban:
  1. menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan di daerah;
  2. menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara  merata di wilayah masing-masing;
  3. menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat;
  4. menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan;
  5. menfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan di daerah; dan menyelenggarakan dan mengembangkan perpustakaan umum daerah berdasar kekhasan
  6. daerah sebagai pusat penelitian dan rujukan tentang kekayaan budaya daerah di wilayahnya.

BAB III : STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN
Pasal 11
(1) Standar nasional perpustakaan terdiri atas:
a. standar koleksi perpustakaan;
b. standar sarana dan prasarana;
c. standar pelayanan perpustakaan;
d. standar tenaga perpustakaan;
e. standar penyelenggaraan; dan
f. standar pengelolaan.

(2) Standar nasional perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan sebagai acuan penyelenggaraan, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan.

Pasal 13 : Koleski
Pasal 14 : Layanan ......................dst

Perpustakaan khusus menjadi tanggung jawab bagi setiap lembaga penyelenggara, jika memang membutuhkan pemahaman maka Badan Perpustakaan provinsi, kabupaten/kota akan membantu sepenuhnya untuk penyelenggaraan layanan, katalog sampai berjalan dengan baik. Jika SKPD belum memiliki perpustakaan maka perpustakaan daerah harus berkoordinasi untuk mewujudkan keberadaan perpustakaan tsb. Wajib hukumnya layanan perpustakaan aa disetiap lini. Mencerdasakan masyarakat sepanjang hayat adalah tertuang dalam UU no 43 tahun 2007.

Standar Nasional Perpustakaan Khusus dikatakan bahwa minimal perpustakaan khusus harus terdiri dari :
  1. Fasilitas   : ruang, komputer, rak, ruang baca dll
  2. Koleksi : buku, non buku
  3. Layanan : jam buka dan jenis layanan
  4. SDM : petugas
  5. Penyelenggaraan : pada keorganisasian
  6. Pengelolaan : manajemen

Selain Standard Nasional Perpustakaan khusus yang harus di ikuti, perlu dibuat konsep yang jelas terlebih dahulu sebagai dasar kebijakan setiap SKPD. Sebagaimana uraian di bawah ini bahwa salah satu konsep Perpustakaan khusus adalah sbb :

Template Konsep Perpustakaan
Secara ringkas, template konsep yang harus di buat, untuk dipahami seluruh lembaga atau personil yang terkait adalah sbb :
·      Latar belakng mengapa harus ada perpustakaan, dan ringkasan keseluruhan konsep perpustakaan.  
·      Tujuan atau visi misi perpustakaan di rumuskan dengan baik, jelas ringkat dan ada keterkaitan antara tujuan, visi dan misi. Termasuk strategi mencapai tujuan dan mewujudkan visi misi.
·      Pengguna : Keanggotaan, hak dan kewajiban pengguna, SOP dan lainnya yang terkait.
·      Layanan : jam layanan, aturan yang menyertai layanan yaitu peminjaman, baca di ruang, jika ada keterlambatan, kerusakan dan kehilangan buku, dan lainnya yang terkait
·      Pendanaan : kebijakan dari lembaga (SKPD) masing masing untuk keseluruhan operasional keberadaan Perpustakaan termasuk pembelian koleksi. Harus ditentukan dengan pertimbangan kebutuhan pemustaka. Bukan menjadi divisi yang dianggap tidak penting sehingga tidak memiliki pos anggaran
·      Kegiatan : program kerja direncanakan secara matang, promosi, publikasi setiap kegiatan  dll
·      Fasilitas yang tersedia, termasuk komputer atau otomasi : ruang baca dengan design ruang yang menarik, dilengkapi fasilitas memadai, bersih dan membuat pemustaka betah berlama lama di dalamnya, tertarik untuk selalu mengunjungi perpustakaan
·      Koleksi : jumlah koleksi, penambahan rutin secara berkala, pengelolaan yang baik, dll
·      SDM / petugas : apakah sebaiknya staff tetap, bertanggung jawab pada divisi yang menaungi, diberikan remunerasi atau volunteer atau karyawan honor atau magang dll
·       Kebijakan : harus mendukung seluruh operasional, kegiatan dan memberikan prioritas

Merumuskan Goal / Tujuan
Tujuan Perpustakaan disesuaikan dengan SKPD bidang apa ? SKPD Memiliki visi misi apa ?
Goal/Tujuan yang dibuat tentunya terkait dan mendukung visi misi lembaga, tidak menyimpang jauh.

Contoh : Goal Perpustakaan khusus
Dinas Kesehatan à Kesehatan badan akan memudahkan mencerdaskan hidup dengan membaca.
Dinas Koperasi à Sejahtera dan Cerdas menuju untuk hidup lebih baik
Dinas Sosial à Perpustakaan membantu menanggulangi masalah sosial
Kantor Pariwisata à Mencerdaskan Masyarakat dengan Buku dan Indahnya Alam
Atau Tujuan juga mencerminkan kebijakan pimpinan untuk meningkatkan kwalitas SDM atau mendukung Tujuan lembaga.

Manfaat Perpustakaan khusus
Untuk meningkatkan kapasitas lembaga yang dimulai dari personil atau individu setiap staff SKPD. Peningkatan kapasitas diri bisa ditempuh dengan berbagai macam cara, tapi yang paling utama adalah bagaimana staff selalu meningkatkan pengetahuan dan menguasa informasi secara cepat dan ter up date. Untuk menfasilitasi hal tersebut maka keberadaan PERPUSTAKAAN di kantor menjadi hal penting.

Manfaat yang bisa di rasakan jika perpustakaan khusus dikelola dengan baik adalah :
1.        Sebagai sumber informasi, pengetahuan dan wawasan dari buku yang tersedia, dan layanan yang baik. Sumber informasi dan pengetahuan yang ada di perpustakaan di sajikan dan dikemas menarik, baik, dan cepat tersaji. Mengharap datangnya staff ke perpustakaan harus dipikir kembali karena customer harus dilayani dengan baik, karena kesibukan staff pada pokok kerja utama maka delivery service adalah harus diterapkan.

2.        Meningkatkan softskill bagi setiap individu diukur dari karakter pribadi dengan melihat dari cara berkomunikasi, kemampuan berinteraksi. Soft skill dapat ditumbuhkan dari dalam diri yang meliputi interaksi sosial, ketrampilan tehnis, managerial. Tujuan soft skill adalah untuk mengembangkan karakter atau jati diri seseorang serta mempelajari perilaku dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan banyak membaca buku psikologi , berdiskusi, akan mengajarkan individu meningkatkan soft skill. Atau ketrampilan yang terus ditingkatkan untuk meningkatkan kemampuan diri. Perpustakaan bisa menfasilitasi hal tersebut.

3.        Mengatur pengetahuan (knowladge management) Manajemen pengetahuan (knowledge management) ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.

4.        Edutainment : perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan dalam pasal 3 perpustakaan salah satunya sebagai wahana rekreasi. Kejenuhan atau waktu refresing bagi staff bisa dilakukan di ruang perpustakaan, sebagai tempat favorite bagi staff. Fungsi rekreasi tersebut tidak saja duduk santai tapi sambil membaca koran, majalah atau menonton audio visual yang sifatnya edutainment.

Ke empat hal tersebut diatas dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas seluruh staff. Ketika kapasitas staff meningkat otomatis akan mempengaruhi peningkatan kinerja yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan mempercepat tujuan yang akan di capai.






Standar Perpustakaan Khusus (Berdasarkan Pedoman yang dibuat Perpusnas)
1.      Minimal koleksi 500 judul koleksi prosentase +/- 60% dari koleksi keseluruhan. Jenis koleksi : khusus, deposit, terbitan berkala, refrensi, literatur kelabu, audio visual, penambahan koleksi 5% dari judul yang tersedia. Pengelolaan koleksi dilakukan dengan proses katalog. Perawatan dan reservasi koleksi dilakukan secara rutin. Koleksi terdiri dari :
a.       referensi 100 judul,
b.      koleksi khusus 50,
c.       surat kabar 2 judul,
d.      majalah dan jurnal yang dilangan 10 judul,
e.       koleksi literatur kelabu 20 judul,
f.       koleksi audio visual 5 judul dan koleksi lainnya
2.                  Luas kurang lebih 200 m2 , berada di dalam gedung atau gedung tersendiri. Aspek kesehatan, keselamatan, kenyamanan, keamanan. Ruang terdiri dari : ruang baca, ruang koleksi, ruang serba guna. Fasilitas : rak buku, rak majalah, meja baca, meja kerja, kursi baca, perangkat komputer. Standar bangunan atau ruang memiliki kekuatan minimal 400 kg/m2 atau ekuivalen.
3.      Layanan : jam buka minimal 7 jam menyesuaikan aturan jam buka kantor. Jenis layanan
a.       layanan baca ditempat,
b.      layanan peminjaman,
c.       layanan penelusuran,
d.      layanan referensi,
e.       layanan sirkulasi,
f.       layanan bimbingan pemustaka.
g.      Silang layan                
4.      Tenaga Perpustakaan : kepala perpustakaan minimal lulus D2 jurusan perpustakaan atau mengikuti diklat perpustakaan. Tenaga perpustakaan minmal 3 orang, 1 orang pustakawan dan 2 orang tenaga tehnis. Tenaga tehnis minimal pendidikan SLTA. Pembinaan dilakukan dengan cara mengikuti seminar, diklat atau mengikuti organisasi kepustakawanan.
5.      Penyelenggaraan : visi misi dan tugas pokok di rumuskan sebagai pedoman kerja. Perpustakaan menjadi tanggung jawab organisasi induk yang memmenuhi syarat disertai Surat Keputusan. Kebijakan harus terintegrasi dan sinergi dengan lembaga induk  pimpinan setara dengan eselon IV dan bertanggung ajwab pada pimpinan lembaga induk.
6.      Program kerja : disusun dan mengacu pada lembaga induk. Strategi pelaksanaan dilakukan dengan tahap triwulan, semester dan tahunan. Program kerja menjadi acuan bagi kepala perpustakaan dan staff perpustakaan. Pengaturan, pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan perpustakaan menjadi kewenangan pimpinan lembaga induk. Pengembangan diarahkan pada pembudayaan kegemaran membaca, kerjasama antar perpustakaan khusus.
7.      Pengelolaan Perpustakaan : menerapkan prinsip manajemen untuk meningkatkan kwalitas layanan. Dilakukan perencanaan, berdasarkan karakteristik, fungsi, tujuan secara berkesinambungan. Pelaksanaan dilakukan secara mandiri, efisien, efektif, dan akuntabel. Perpustakaan memiliki prosedure yang baku. Indikator keberhasilan ditentukan tingkat kepuasan pemustaka. Pengawasan perlu dilakukan untuk kontrol pelaksanaan rencana yang tepat.

Standar Nasional Perpustakaan khusus dibuat sebagai pedoman minimal yang bisa dilakukan, jika memungkinkan perpustakaan khusus bisa dikelola secara maksimal dan lebih baik lagi. Banyak acuan yang lebih baik dengan melihat contoh di beberapa lokasi khususnya milik swasta yang bisa di adopsi.
 

Referensi
4.    UU no 43 tahun 2007 dan UU no 32 tahun 2004
5.    Buku pedoman Standar Nasional Perpustakaan (SNP Perpustakaan Khusus) Perpusnas

Lampiran : Konsep rumah sakit dan gambar design , dalam file terpisah






Senin, 13 April 2015

BINTEK PERPUSTAKAAN PONPES, SEKOLAH, MASYARAKAT STRATEGI BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KOLEKSI DAN LAYANAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN SUMENEP, 15 APRIL 2015

Bicara jenis perpustakaan, maka ada 5 menurut UU no 43 tahun 2007, yaitu Perpustakaan nasional, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, perpustakaan umum dan perpustakaan khusus.

Yang mengikuti Bintek Perpustakaan di Sumenep kali ini ada 3 jenis, yaitu Perpustakaan ponpes sebagai Perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, dan Perpustakaan masyarakat atau disebut Perpustakaan umum.

Yang membedakan ketiga jenis perpustakaan tersebut adalah jenis koleksinya, dan pengguna. Bicara layanan ada dua macam yaitu layanan terbuka dan tertutup bisa berlaku di semua jenis perpustakaan tapi umumnya perpustakaan yang menggunakan perpustakaan tertutup adalah perpustaakaan yang koleksinya ribuan, ratusan ribu, dan jutaan. Masyarakat lebih menyukai layanan terbuka.

Bicara Pengembangan Perpustakaan di 3 jenis perpustakaan yang berbeda maka ada hal yang harus menjadi titik temu, yaitu fokus ke Koleksi dan Layanan. Karena menurut buku Pedoman Standarisasi Perpustakaan ada 9 kreteria (versi Pemerintah dan versi YPPI), yaitu :
Pemerintah
YPPI
1        Layanan
2        Kerjasama
3        Koleksi
4        Pengorganisasian
5        Sumber daya manusia
6        Gedung, ruang, sarana , prasarana
7        Anggaran
8        Manajemen perpustakaan
9        Perawatan Koleksi
  1. Lokasi
  2. Gedung, ruang
  3. Sarana , prasarana, fasilitas
  4. Koleksi
  5. Layanan
  6. Kerjasama (networking)
  7. Kegiatan
  8. Kebijakan
  9. Anggaran
Menelaah masalah bagaimana mengembangkan perpustakaan seharusnya ke sembilan hal tersebut harus di kaji satu persatu satu sehingga sesuai kreteria yang berlaku. Jika diulas satu persatu maka butuh waktu lama, untuk menyesuaikan dengan materi sebelumnya maka dua point saja yang menjadi skala prioritas pembahasan yaitu Koleksi dan Layanan.

KOLEKSI
KOLEKSI PERPUSTAKAAN UMUM
Koleksi perpustakaan yang lengkap adalah keharusan, pengertian lengkap adalah memenuhi kreteria kelas yaitu 000 – 900 sesuai DDC (Decimal Deway Clasification). Walaupun masing masing kelas memiliki porsi jumlah yang akan disesuaikan dengan peminat baca dari pihak pengguna. Termasuk koleksi terbitan lokal dan muatan lokal, berbagai disiplin ilmu, koleksi buku, non buku dan koleksi untuk difable. Jumlah koleksi Perpustakaan umum sebanyak banyaknya sesuai kebutuhan penggunanya.

Koleksi Perpustakaan khusus
Hanya koleksi dengan kelas tertentu tergantung kekhususannya. Namun tentu disarankan sebagai perpustakaan yang baik jika klasifikasinya lengkap dengan porsi yang kecil untuk klas yang bukan menjadi kekhususan. Jumlah Koleksi untuk perpustakaan khusus adalah selengkap lengkapnya tentang kekhususannya tersebut. Jumlah koleksi khusus sesuai standard adalah 60% dari jumlah keseluruhan koleksi yang tersedia.

Kata Kuncinya adalah Perpustakaan sebagai Agen Perubahan

Perpustakaan sekolah
koleksinya sesuai materi pelajaran, buku pegangan guru, buku penunjang pelajaran dan koleksinya edutainment. Kata kuncinya adalah Perpustakaan sebagai Sumber Belajar. Perpustakaan berfungsi sebagai peningkatan kemampuan dan kecakapan bagi siswa dan guru. Perpustakaan sebagai tempat rekreasi juga sangat tepat ketika siswa jenuh dengan bahan bacaan pelajaran. Siswa butuh refresing dengan membaca buku fiksi yang akan mengasah imajinasi anak. Perpustakaan bisa dimanfaatkan sebagai tempat “persinggahan” yang nyaman, tentu ruang juga harus yang homy. Petugas yang ramah dan menarik tentu sangat berpengaruh. Fokus pada pengembangan koleksi maka perpustakaan sekolah koleksinya harus mencukupi jumlah kebutuhan siswa dna guru.

PENGEMBANGAN KOLEKSI
1.        Pengembangan koleksi minimal tiga tahun : harus dianggarkan secara rutin tahunan.
2.        Penambahan koleksi sebesar 5% dari jumlah buku yang ada.
3.        Pengembangan koleksi mencakup : seleksi, pengadaan, pengolahan, penyiangan, pelestarian (deposit)
4.        Pengembangan koleksi disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

CARA PENGEMBANGAN KOLEKSI
·           Kebijakan pengembangan dengan mengalokasikan anggaran
·           Mendapatkan hibah buku dari pihak lain atau stake holder yang terkait
·           Mencari donatur untuk pembelian buku ataupun mendapatkan buku secara berkala
·           Melakukan silang layan dan perpustakaan sejenis dengan komitment yang terus menerus

LAYANAN

Layanan disebut sebagai garis depan (front) perpustakaan, memegang peran penting dalam melayani masyarakat. Petugas layanan yang ramah, memahami dan mengerti koleksi kebutuhan pemustaka. Pemustaka itu bisa terdiri dari perorangan, kelompok atau institusi. Semua harus dilayani dengan baik. Pemustaka tidak saja meminjam buku, tapi bisa saja kerana keperluan studi banding, penelitian, atau apa saja sesuai kebutuhan masing masing. Perpustakaan itu terus berkembang sesuai jaman dan kebutuhan pemustaka. Sehingga layanan harus menyesuaikan hal tersebut.

Kata Kunci dari layanan adalah : kepuasan pelanggan (service satisfiction)

JAM LAYANAN
-       Layanan dibuka sesuai kebutuhan masyarakat yang dilayani
-       Layanan idelanya 24 jam karena merupakan publik service
-       Layanan disesuaikan dengan aturan dan kebijakan masing masing institusi yang menaungi.
-       Layanan standarnya minimal 6 – 10 jam

JENIS DAN MODEL LAYANAN
Layanan terbuka
layanan dimana pemustaka bebas memilih sendiri buku yang akan di baca/dipinjam. Perpustakaan harus menyediakan loker atau penitipan tas.
Layanan tertutup
petugas melayani untuk pengambilan buku yang dipilih/dibaca/dipinjam pemustaka.
Jenis Layanan
Referensi, sirkulasi, penelusuran informasi, membaca ditempat, bimbingan pemustaka

PETUGAS  LAYANAN (SDM)
-            Petugas perpustakaan idealnya minimal adalah 1 orang pustakawan dan 2 orang tenaga tehnis
-            Petugas perpustakaan idealnya 1 orang per 25.000 penduduk untuk tingkat provinsi dan 1  orang untuk 5.000 penduduk untuk tingkat kabupaten.
-            Petugas perpustakaan pendidikan minimal SLTA, Diploma, Sarjana perpustakaan untuk tingkat kecamatan, kabupaten dan Provinsi.

KARAKTER PETUGAS LAYANAN
-            Menarik, cantik atau tampan, ramah, selalu rapi
-            Memahami koleksi dan klasifikasi untuk memudahkan penelusuran
-            Memahami karakter (Behavior) pemustaka
-            Responsif terhadap pengunjung dan kondisi ruang perpustakaan
-            Melakukan promosi dan marketing perpustakaan

YANG HARUS DISIAPKAN SEBAGAI PELENGKAP LAYANAN
-            Kerapian dan kebersihan ruang
-            Kenyamanan buat pengunjung
-            Penataan buku yang mudah dilakukan penelusurannya
-            Fasilitas yang memadai termasuk toilet, ruang ibadah, parkir, kantin dll.

PETUGAS LAYANAN  YANG PALING DISUKAI
-       Ramah                                                        -  Rapi
-       Pandai                                                        -  Cerdas
-       Pengetahuan dan wawasan luas                 -  Suka menolong
-       Kreatif                                                        -  cantik/tampan
-       Responsif                                                   -  Humoris
-       Memahami koleksi (mengusai)                   -  Melayani dengan hati
-       Melayani dengan cepat                              -  Melayani dengan keiklasan
-       Mudah mengenali nama pemustaka           -  Menawarkan buku yang disukai pemustaka
-       Memahami perilaku dan kesukaan pemustaka---- dll

BAGAIMANA SUPAYA PERPUSTAKAAN RAMAI DIKUNJUNGI PEMUSTAKA
Semua bentuk layanan akan dikendalaikan oleh sumber daya manusia yang ditunjang oleh banyak hal, seperti kesejahteraan yang diperolehnya, kebijakan yang menaungi pekerjaannya, lingkungan yang kondusif, passion, profesi yang prestisius atau yang  diminati.  Jika semua hal sudah memenui persyaratannya maka menjadi mudah untuk melakukan apa saja yang menjadi tujuan dan harapan banyak orang. Dalam perpustakaan yang diharapkan adalah peran dan manfaat perpustakaan  yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Akan muncul kreatifitas secara maksimal jika petugas perpustakaan bekerja dengan menyenangkan, kreatifitas itu yang akan mempengaruhi layanan yang menyenangkan bagi pengunjung/pemustaka. Kreatifitas akan menciptakan banyak hal yang bisa membawa perubahan bagi perpustakaan. Melalui kreatifitas tercipta banyak hal untuk bisa menyenangkan bagi pemustaka. Jadi salah satu untuk meramaikan perpustakaan adalah dengan kreatifitas yang teraktualisasi dengan berbagai kegiatan yang bisa membuat pemustaka senang.

Kreatifitas itu wujudnya bermacam macam, ada yang terlihat hasilnya dengan kasad mata, terlihat apa yang dikerjakan, tapi juga ada yang tiddak terlihat, contohnya adalah gagasan yang bisa saja dilakukan orang lain , atau bermanfaat untuk orang lain. Kreatifitas akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan atau memunculkan banyak pekerjaan yang sifatnya bisa fleksible dan menyenangkan bagi pemustaka karena bisa memenuhi kebutuhan pemustaka.

MENGENALI KEBUTUHAN PEMUSTAKA
1.        Kebutuhan akan koleksi
2.        Kebutuhan berbagai macam aktivitas
3.        Kebutuhan akan penelusuran informasi dan pengetahuan
4.        Kebutuhan akan implementasi apa yang di baca
5.        Kebutuhan menuliskan / publikasi diri dan kemampuannya
6.        Kebutuhan berinteraksi kepada sesama pemustaka atau membentuk komunitas
7.        Kebutuhan akan peningkatan kapasitas diri dan mengembangkan untuk bisa mengubah taraf hidup yang lebih baik
8.        Kebutuhan akan peningkatan prestasi dan penyaluran hoby
9.        Kebutuhan akan hiburan yang  mudah, murah dan menyenangkan
10.    Kebutuhan akan interaksi sosial (sosialitas yang diakui)
11.    Dll

Keseluruhan kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi perpustakaan untuk memenuhinya dengan berbagai kreatifitas dan layanan yang dilengkapi fasilitas yang memadai. Sehingga petugas perpustakaan dituntut kemampuannya untuk jeli menangkap peluang, untuk mampu memenuhi kebutuhan pemustaka. Jika sudah bisa dilaksanakan dengan baik, maka perpustakaan akan terus ramai dikunjungi masyarakat. Dan akan membawa dampak populer bagi petugasnya. 
 Bibliografi
8.        Standar Nasional Perpustakaan, penerbit Perpustakaan Nasional RI 2011
http://djokoprasety.blogspot.com/2012/07/kualitas-pelayanan-perpustakaan.html