PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Jumat, 17 Oktober 2014

PEMIMPI N

“Setiap dari kamu adalah Pemimpin”
Firman Allah“AKU” hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi”.......”Sungguh, AKU mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (2:30- Al-Baqoroh)*

Overview
Semua bisa, dan semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi PEMIMPIN yang membedakan adalah proses pencapaian menuju dan output yang dihasilkan.

Pemimpin dalam skala  yang paling kecil tentunya memimpin diri sendiri untuk bisa menjadi baik dan terbaik. Memimpin diri sendiri untuk minimalnya menjadi orang baik, yaitu yang bermanfaat bagi sesama. Memimpin diri untuk bisa bermanfaat bagi sesama  adalah sebuah proses BAGAIMANA menjadi “bermanfaat” diantaranya bagaimana membantu orang lain, memiliki kepedulian sosial, kepekaan terhadap apa yang terjadi, sensi terhadap kebutuhan orang lain, kritis terhadap kondisi yang kurang baik. Menjadikan diri kita menjadi bagian dalam sebuah proses perbaikan lingkungan (sosial, ekonomi, moral, kebangsawanan dll).

Kemudian bagaimana proses bisa menjadi yang terbaik adalah tercapainya sebuah prestasi ketika setelah menjadi “orang baik”.  Ini sebuah proses peningkatan diri dari yang baik menjadi terbaik. Prestasi itu banyak hal, tidak harus “Juara” tapi terbaik dalam bidangnya. Apa beda Juara dengan yang terbaik ? Juara itu dalam sebuah kompetisi tapi kalau yang terbaik itu menonjol, paling terlihat atau “BINTANG” dalam bidangnya. Proses menjadi TERBAIK sangat dipengaruhi oleh banyak  hal  diantaranya (sebagai landasan dasar) komitment (istoqomah), tekun (konsisten), fokus, bersunguh sunguh.  

PEMIMPI  --N--  
Apakah semua pemimpin (baca : individu) itu memiliki mimpi ? atau menjadi Pemimpi ? PASTI, karena menjadi Pemimpi(n)  saja itu sebenarnya MEDIA merealisasikan mimpi mimpi yang dibangun yang endingnya adalah “SUKSES”.

Pemimpin  akan membangun imajinasi “KESUKSESAN” kemudian melaluinya dengan sebuah proses yang menjadikannya SUKSES. Apapun impiannya maka bangunan kesuksesan menyertainya untuk selalu di bawa serta dalam kehidupannya. Tahap demi tahap seorang pemimpi mewujudkan mimpi mimpinya yang terkait dengan orang lain, apakah keluarga , masyarakat, bangsa dan negaranya.

Jika tidak memiliki landasan dasar  (komitment, konsisten, fokus dan bersungguh sungguh) maka bangunan kesuksesan mudah rapuh bahkan roboh. Karena kesuksesan itu menjadi tolok ukur keberhasilan seorang Pemimpi-n-. Jika tidak memimiliki mimpi yang baik maka tidak bisa menjadi pemimpi(n) yang baik pula.  Atau menjadi pemimpin yang baik harus memiliki impian besar yang bisa diwujudkan untuk kemanfaatan banyak orang.

Sebesar apakah seharusnya Mimpi seorang Pemimpin ? sebesar kemampuannya meraih mimpi tersebut. Karena mimpi itu sama dengan Visi dan misi yang HARUS bisa di capainya. Pemimpin harus berupa tidak saja sendiri tapi membawa orang lain (yang disebut tim/masyarakat) dalam mewuudkan mimpi tersebut (merealisasikan). Bagaimana ? PASTI BISA.

PEMIMPIN
Menjadi orang diantara sekian orang yang “PALING” . Paling bisa, paling baik, paling pintar, paling cerdas, paling disukai, paling bisa mempengaruhi. Karakter pemimpin tercermin dalam kebisaannya mempengaruhi, mengarahkan, mengontrol, memotivias,  orang lain atau memprakarsai (idea), melakukan perubahan  mencapai tujuan.

Lead à (Lebih Enak Ama Dia) = Pemimpin (Personil)
Leadership = Kepemimpinan (Karakter)

Ada yang memimpin ada yang dipimpin, keduanya harus saling, bisa bekerjasama dengan baik, berkomunikasi dengan lancar, berkoordinasi dengan sangat harmonis, dan bersama sama mewujudkan mimpi (Visi) yang menjadi tujuan. Keduanya masuk dalam sebuah organisasi atau kelembagaan, baik yang bersifat formal maupun non formal.

Pemimpin harus memiliki seni memimpin atau seni mempengaruhi orang, sifat yang menyertainya akan mempengaruhi kepemimpinannya, kharismatik, wibawa, tegas, memiliki visi ke depan(visionary), religius, idealis (ideologi), menjadi panutan (contoh) , amanah, komunikatif. Pemimpin tidak cukup hanya menjadi orang baik saja, pemimpin harus memiliki visi, pemimpin yang tidak memiliki visi dan karakter baik tidak akan memiliki jalan mencapai tujuan.

Jenis Pemimpin bisa di bagi menjadi 2 yaitu Pemimpin baru (the new leadership – Brymen), dan pemimpin penerobos (breakthrough leadership – Sarros dan Butchatsky). Pemimpin baru memiliki sifat selalu melakukan “perubahan/transformasi” terhadap ekternal, pemimpin penerobos memiliki kemampuan mengubah apa yang dipimpinnya (internal) menjadi baik.  Pemimpin yang ideal harus mampu melakukan keduanya. Selengkapnya baca di  http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan.

Pemimpin mampu melihat sesuatu yang belum terlihat oleh orang orang yang dipimpinnya. Pemimpin harus cerdas melihat peluang, pemimpin harus mampu menjadi wakil organisasi/lembaga/usaha yang dipimpinnya. Menjadi wakil (Khalifah) bahagianya belakangan sengsaranya duluan, artinya segala upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan mengerahkan segala daya upaya, pikiran, waktu dan biaya dan jika sudah tercapai (sukses) maka dinikmati bersama sama dan bila perlu pemimpin mendapatkan kebahagian belakangan.

PEMIMPIN BUKAN PEMIMPI
Text Box: • Apakah Pemimpin menjadi cita cita bagimu ? 
• Apakah ketika menjadi pemimpin yang dipimpin merasa nyaman ?
• Apakah Pemimpin menjadikanmu semakin bahagia ?
• Apakah ketika memimpin kehidupanmu  semakin membaik ?
http://1.bp.blogspot.com/-A9MZUvFrhzs/UmY6sIjyA7I/AAAAAAAABB0/SO75gbpgufg/s1600/p21-b-1_6.img_assist_custom.jpg

Beberapa pertanyaan diatas menjadi indikator bahwa anda bisa dan mampu menjadi pemimpin.
·          Kalau pemimpin menjadi cita cita maka wujudkan cita cita itu secara benar dan lalui dengan benar.
·          Ketika menjadi pemimpin dan yang dipimpin merasa nyaman maka anda menjadi pemimpin yang mengayomo, memotivasi, membuat perubahan, mensejahterakan, mengubah keadaan menjadi baik.
·          Jika anda selalu bahagia dalam memimpin tidak stress tidak tertekan maka anda menjadi pemimpin yang bijaksana
·          Jika ketika memimpin hidup menjadi lebih baik, maka anda menjadi pemimpin yang sukses.

Ketika memimpin, pemimpin pasti menghadapi permasalahan, permasalahan demi permasalahan pasti ada, cara penyelesaian itulah sebuah proses yang akan menunjukkan anda sebagai pemimpin yang bagaimana, seperti apa. Permasalahan internal dan ekternal muncul bersamaan dan berganti sebagai pendewasaan. Manajemen lah yang akan mengatur bagaimana semua permasalahan tersebut mampu diatasi. Manajemen adalah ilmu, dan diluar keilmuawan tersebut ada Seni untuk mengelola manajemen tersebut, seni mengatur orang, seni mengatasi strategi keberhasilan. Kenapa disebut seni ? Leadership skill, diawali dari diri sendiri, bagaimana bisa fokus, instropeksi diri, kerja lebih baik, peluang dan melihat lingkungan, mengelola waktu, melayani dengan baik.

Pekerja Sosial Masyarakat, Surabaya 18 Oktober 2014