PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Senin, 04 November 2013

MENJADIKAN TBM SEBAIK BAIK PERPUSTAKAAN



Sukses itu butuh perjuangan dan belajar berproses untuk mencapainya
Bincang Bincang TBM di KAMPOENG BATJA Jember, 4 Oktober 2013

Tidak ada yang salah jika menggunakan istilah Taman Bacaan Masyarakat, atau Tempat Belajar Masyarakat (TBM), atau bisa lebih keren lagi Community Learning Centre. Mudah dipahami maksudnya. Hanya saja yang suka kritis bertanya, apa beda TBM dan Perpustakaan kalau di jawab tidak ada bedanya, maka selesai sudah. Jika tetap kritis dengan pertanyaan kenapa menyebut diri TBM, tidak Perpustakaan, maka dijawab saja ya suka suka saja, karena ini kita sendiri yang membuat, memiliki dan memeliharanya, selesai sudah, tapi jika terus di desak, mengacu pada aturan mana, UU, Perpus atau sejenisnya, ya kita mengatur sendiri saja. Yang penting adalah kita telah berbuat dan membawa manfaat.

Itulah sebuah wacana yang sering kita dengarkan di masyarakat, bagi Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI=YEPI) maka boleh saja menggunakan istilah TBM/PERPUSTAKAAN/CLC/READING CORNER/SUDUT BACA yang jelas itu adalah sebuah ruang, gedung, bangunan dimana dilayankan buku buku dan masyarakat boleh datang, membaca, meminjam dan melakukan aktivitas. Baik bukunya banyak, sedang atau sedikit jumlahnya. Baik yang mandiri maupun yang dibantu Pemerintah dari manapun kelembagaannya apakah Perpusnas, ataukah DIKNAS. Itu sederhana pengertian Perpustakaan menurut masyarakat awam. Jika akademisi yang berbicara tentang Perpustakaan dan TBM maka akan dibedakan dari sisi jumlah Koleksi dan layanan. Bahkan teori pengertian Perpustakaan untuk masa sekarang sudah tidak relevan lagi, karena menyebut gedung dan koleksi menjadi bentuk fisik sebuah Perpustakaan tidak berlaku di masa sekarang dimana yang disebut Google adalah sudah menjadi acuan referensi sebagaian besar masyarakat. Tidak harus datang ke Perpustakaan/TBM, tidak harus membeli buku, bisa diakses dimana mana dalam hitungan detik dengan ribuan bahkan jutaan topik yang bisa mudah di dapatkan. Sekarang apa pengertian Perpustakaan atau TBM ?.

TBM / PERPUSTAKAAN ADALAH PILIHAN
Apakah yang dimaksud adalah pilihan buat masyarakat atau pilihan buat Pustakawan atau pilihan buat pendiri maupun aktivis yang loyal akan keberadaan TBM/perpustakaan itu sendiri. Kita bahas satu persatu dimulai dari pilihan buat pengguna atau istilah di dalam UU no 43 tahun 2007 disebut sebagai pemustaka. Yang kedua pilihan bagi pustakawan atau aktivis perpustakaan, yang ketiga adalah dari sisi Pendiri / pemilik.
-        Pilihan buat Pemustaka :
1.     Kurang familiar dengan internet menjadikan TBM/Perpustakaan menjadi sebuah kebutuhan akses informasi
2.     TBM/Pepustakaan yang bagus, menyenangkan, nyaman menjadi pilihan untuk selalu datang, berkunjung dan melakukan aktivitas literasi
3.     Alasan Geografis, dekat dengan tempat tinggal
4.     Karena ada tugas belajar / kebutuhan dasar akan informasi dan tidak ada pilihan lain
5.      Peningkatan kapasitas diri yang itu bisa di dapatkan di TBM/Perpustakaan
6.     Karena alasan lain, yang diluar ke 5 hal tersebut, misal, janjian dengan pihak lain, menjadi Landmark
-        Pilihan buat Pustakawan
1.     Passion atau disebut panggilan jiwa
2.     Karena tidak ada pilihan lain
-        Pilihan Pendiri atau aktivis
1.       Trend
2.       Passion
3.       Sodakoh/pilihan yang dianggap baik

MEMAHAMI  TBM
1.     Fisik : secara kasat mata terlihat dari lokasi yang strategis, gedung yang megah, ruang yang nyaman, asri, fasilites lengkap, dalam skope yang lebih kecil maka dikatakan ideal jika terlihat minimalis, modern, tenang, nyaman, uniq, asri, sejuk, tenang dengan ruang yang serasa dirumah. Yang jelas semua orang datang pasti senang, dan betah berada di dalamnya.
2.     Fungsi : pasal 1 UU no 43 2007, sebuah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
3.       Tujuan : tergantung pada pemilik, pendiri, pengelola, masing masing berbeda , bisa dikelompok kan berdasarkan usia pemakai atau koleksi yang ada di dalamnya, atau karena UU atau Peraturan Pemerintah daerah jika itu kepemilikannya adalah Pemerintah, Jika milik pribadi, kelompok atau swasta (perusahaan) maka tujuan bergantung pada kepentingan atau visi misi hidup.
4.       Koleksi : jumlah tergantung kemampuan dan jumlah pemustaka yang menjadi target capaian. Klassifikasi buku tergantung juga kepada target capaian berdasarkan kebutuhan, setiap daerah, wilayah sangat dipengaruhi oleh pemustaka dan kebijakan. Perlu memiliki pemahaman khusus terkait pengadaan karena akan berdampak pada jumlah kunjungan dan peminjaman pengguna. Koleksi yang banyak dan sering berganti tentunya lebih diminati dibanding jumlah banyak tidak pernah bertambah atau jumlah sedikit dan tidak pernah berubah. Penekannya adalah seringnya muncul buku baru. Tapi jika perpustakaan khusus untuk penelitian maka buku koleksi tertentu menjadi favorite pengguna.
5.       Layanan : selain masalah waktu, layanan terkait dengan petugas, ruang, gerak, dan suasana.
6.       Kegiatan : gerakan peningkatan minat baca akan berorientasi pada “membaca” berupaya bagaimana masyarakat mau membaca, tapi jika penekannya apada perubahan masyarakat maka akan dilakukan gerakan bagaimana isi buku bisa menjadi aktualisasi diri. Tema tergantung masyarakat kecenderungannya lebih pada tema yang sesuai kebutuhan hidup. Dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam pengembangan dari waktu ke waktu mengikuti arus global informasi
7.       Dana : uang bukan segalanya untuk bisa menghidupi perpustakaan, yang dibutuhkan adalah dana yang cukup memadai dalam pengelolaan keberlangsungan perpustakaan. Dana sedikit dengan kegiatan luar biasa besar dan banyak bisa dilakukan jika semua komponen mendukung. Akses kerjasama mudah dan komitment komponen strategis bisa terlibat aktif setiap gerak pengembangan perpustakaan.
8.       Networking : strategi pemanfaatan dan strategi perluasan jaringan tidak saja pada stake holder tapi juga pada lintas sektoral di luar pagar kepustakawanan. Karena setiap akses jalur neworking akan diperoleh jalur jalur yang akan memudahkan strategi pencapaian keberhasilan sustainble.
9.       Regulasi : sebagai landasan hukum dalam pengelolaan dan keberlangsungan sebuag gerak tugas TBM/Perpustakaan di masyarakat. Jika regulasi dapat mendukung semua komponen yang bisa bergerak bersama maka 8 hal tersebut diatas tidak akan menjadi kendala.
10.    Sustainability : komponen 1-9 dengan mudah bisa di capai dan kendala bisa diselesaikan dengan baik

TBM/Perpustakaan yang tidak ada bedanya akan sama mengacu pada ketentuan UU no 43 tahun 2007, diantaranya Pasal 15 : Pembentukan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit memenuhi syarat:
a. memiliki koleksi perpustakaan;
b. memiliki tenaga perpustakaan;
c. memiliki sarana dan prasarana perpustakaan;
d. memiliki sumber pendanaan; dan
e. memberitahukan keberadaannya ke Perpustakaan Nasional.

Pasal 16
Penyelenggaraan perpustakaan berdasarkan kepemilikan terdiri atas:
a. perpustakaan pemerintah;
b. perpustakaan provinsi;
c. perpustakaan kabupaten/kota;
d. perpustakaan kecamatan;
e. perpustakaan desa;
f. perpustakaan masyarakat;
g. perpustakaan keluarga; dan
h. perpustakaan pribadi.

LANGKAH UNTUK MENJADI YANG TERBAIK TBM IDEAL
1.       Komitment dan fokus dalam menjalankan dan mengembangkan TBM
2.       Mengetahui ilmunya : klasifikasi, katalog, administrasi, manajemen
3.       Mengetahui tugas dan Fungsinya : layanan, kegiatan, kedekatan dengan pengguna
4.       Memiliki Tujuan yang jelas : mau dibawa arah dan capaian keberhasilan
5.       Bisa berlangsung terus menerus (sustainibility) : semua komponen mendukung

CARANYA :
Brainstorming untuk mencari jalan keluar dengan segala potensi yang dimiliki. Panduannya tetap pada 10 dasar utama tersebut di atas, langkah langkahnya menapaki jalan yang berliku, mendaki dan hutan belantara yang menjadi pilihan hidup untuk terus berjuang dijalur literasi berkontribusi pencerdasan masyarakat mencapai INDONESIA CERDAS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar