PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Senin, 22 April 2013

Library Festival



World Book Day 2013
Universitas Diponegoro Semarang, 23 April 2013
“Dengan Membaca Cerdaskan Diri Raih Prestasi”.

Prestasi yang diraih sesorang tidak lepas dari usaha yang ditekuni, dimana sebuah proses pencapain itu melalui jalan berliku. Melihat tema dalam Talkshow tersebut diatas maka dibagi menjadi 3 hal penting yaitu :
  Dengan Membaca
  Cerdaskan diri
  Raih Prestasi

Akan dikupas secara dasar saja, dan dikembangkan sendiri oleh peserta talkshow, pembahasan tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena sebuah rangkaian kesatuan kalimat untuk mencapai tujuan meraih prestasi. Diharapkan dengan membaca maka prestasi itu bisa diraih karena dengan membaca tentunya seseorang bisa cerdas. Pertanyaannya adalah apakah hanya membaca saja seseorang bisa cerdas, atau di balik, apakah prestasi hanya bisa diraih karena membaca ?.

Membaca, adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor. Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputer dapat pula dibaca. Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri. Membaca sebenarnya adalah sebuah cara seseorang mendapatkan ilmu, informasi dan pengetahuan, semakin menguasai ilmu dan pengetahuan maka memudahkan sesorang meraih prestasi dan kesuksesan dalam hidupnya. Karena Tidak ada orang yang berprestasi dengan berpangku tangan”

Membaca adalah cara kita meningkatkan kapasitas diri dibidang yang kita tekuni, kemudian komponen lain yang menyertai membaca sebagai kunci sukses meraih prestasi adalah kesungguhan. Kesungguhan meraihnya, karena setiap manusia memiliki tujuan hidup yang berbeda beda sehingga prestasi itu bukan berarti sama dengan sukses. Sukses sangat dipengaruhi oleh tujuan hidup seseorang. Sehingga sukses itu bisa dikategorikan menjadi sukses dalam arti materi diukur denga kaya raya, prestasi atau profesi diukur dengan capaian kerja atau karier, sukses dalam hidup adalah ukuran kebahagiaan batin.

Mari kita kupas secara perlahan tapi pasti, mulai dari prestasi itu apa ? prestasi adalah sebuah hasil suatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakan / diciptakan. Pencapaian pekerjaan atau hasil tentunya dimulai adanya suatu proses. Maka proses mencapai prestasi itu karena adanya beberapa factor :
  Niat yang sungguh sungguh (Man Jadda Wajada)
  Bekerja/Belajar dengan sungguh sungguh
  Melakukannya dengan bersungguh sungguh
  Menggunakan cara yang benar dan dibenarkan
  Menggunakan waktu sebaik baiknya
  Berbagi pengalaman meraih prestasi kepada yang lain

Apakah sesorang yang sudah berprestasi disebut juga orang yang sukses ? apakah sukses sama dengan sebuah prestasi ? dasar pencapaian prestasi dan kesuksesan adalah
  Memahami Ilmunya
  Memahami pekerjaannya
  Memahami Profesinya 
  Malakukan dengan kesungguhan
  Melakukan dengan Kemanfaatan
  Melakukan dengan Keiklasan

Dasar orang sukses (pendapat lain)
·         Percaya diri
·         Kerja keras dan disiplin
·         Belajar
·         Kebiasaan Baik
·         Gagal itu biasa (tidak mudah putus asa)
·         Jangan lupakan asalmu (rendah hati)
Prestasi seorang Pustakawan maka diraihnya suatu pekerjaan/penciptaan dibidangnya yang bisa dilihat contohnya adalah :
  Pustakawan Teladan / Terbaik
  Pustakawan Yang berhasil mengembangkan software
  Pustakawan Penerima Nugra Jasa Darma Pustaloka
  Pustakawan Menjadi Anggota Legeslatif
  Pustakawan Peraih Nobel (IFLA) atau …..

Jika prestasi sudah diraih maka sesorang akan menjadi :
·         Kebanggaan keluarga
·         Mencapai Kebahagiaan diri
·         Menuju sukses

Contoh Prestasi Sesorang Yang tidak terlepas dari peran membaca yang luar biasa
1.      Budayan à MH Ainun Najib (Cak Nun) hanya semester I saja UGM fak Ekonomi, selanjutnya karena rajin membaca maka pengetahuan yang luas, pandai mengolah bahasa dan tutur kata, menuliskan dan menyampaikan kepada orang lain dengan caranya maka Cak Nun menjadi sosok budayawan yang disegani di negeri ini
2.      Sastrawan à Ajib Rosidi , menjadi sastrawan tentunya memiliki keahlian luar biasa dalam menuliskan sastra yang dapat mempengaruhi orang lain, tidak main main prestasi yang diraihnya pada usia 29 tahun Ajib Rosidi diangkat sebagai guru luar biasa sastra di Universitas Padjajaran . Lalu menjadi Direktur Penerbit Pustaka Jaya dan akhirnya di Jepang menjadi pada usia pensiunnya yaitu 43 menjadi profesor tamu di Jepang.
3.      Negarawan à Muhammad Hatta, istri pertamanya adalah buku, kecintaannya akan ilmu pengetahuan menjadikannya orang yang gila membaca, semakin banyak membaca dan semakin penuh pengetahuan yang harus ditumpahkan dalam bentuk tulisan dan ide ide yang membawa pada perubahan hidup, baik berbangsa dan bernegara, itulah sosok Hatta.
4.      Motivator à Andre Wongso, seorang yang sekolahnya tidak sampai lulus SD, menjadikannya tidak putus asa, membaca adalah cara yang ditempuh untuk meraih sukses emnajdi motivator, dan tanpa membaca seorang Andre Wongso mungkin tidak bisa apa apa.
5.      Presenter à Oprah Wimfry, seorang yang kurang beruntung karena dari keluarga yang berantakan (broken home) tapi karena didikan ayahnya yang disiplin untuk membaca maka seorang Oprah berhasil menjadi orang sukses meraih materi dan prestasi didunia media.

Contoh sukses seorang Pustakawan tentu ada ceritanya sendiri, prestasi pustakawan Indonesia sudah cukup bisa dibanggakan, misalnya berhasil membuat software open source , berhasil menjadi Pustakawan terbaik se Asia Tenggara, berhasil menjadi Pustakawan teladan, dan masih banyak lagi, dan tidak sedikit juga Pustakawan sukses bidang materi , profesi dan kebahagiaan keluarga. Marilah kita tetap optimis dengan membaca maka pengetahuan dan informasi bisa kita kuasai sehingga prestasi dan sukses akan mudah kita raih.

Referensi
Ditulis oleh Trini Haryanti
Pustakawan Jalanan
Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia sebagai rumah ibadahnya, aktualisasi diri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keiklasan menjalani hidup ditempuh dengan pengabdian mengembangkan Perpustakaan di Indonesia melalui jalur independen.