PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Sabtu, 15 September 2012

library of rural

Dua tahun berturut turt, saya terlibat dalam penjurian lomba perpustakaan tingkat nasional. Terpilih sebagai Juri tentunya karena ada kompetensi yang cukup, walaupun tidak cuma saya di Indonesia yang memiliki kompetensi tersebut. Ada 7 juri ditahun pertama, dan 5 juri di tahun ini.

Ketika mendatangi beberapa perpustakaan desa, maka satu hal yang selalu menjadi pemikiran saya adalah membuat perpustakaan desa tidak sulit, buktinya ada yang bisa membuat dengan bagus, kalau hal ini ditangani secara serius maka Indonesia Cerdas bukan sebuah Cita Cita, tapi hal nyata yang membuat dunia bisa bergetar nyalinya melihat orang orang Indonesia yang super hebat. Perpustakaan mampu berperan sebagai agen perubahan masyarakat.

Perpustakaan Nasional, bekerjasama dengan perpustakaan Provinsi, Kabupaten dan Kota melakukan tahapan seleksi. Pembagian Klaster ditempuh untuk meminimalisir gap yang terjadi karena kondisi geografis, kemudahan akses dan potensi lokal yang dimiliki. Kreteria yang sudah dipahami adalah standar untuk melakukan pendampingan kepada perpustakaan desa. Yang terjadi ketika tinjauan juri, ada beberapa yang tidak relevan ketika tampilan data dengan grafik, legal yang dimiliki tidak cukup kuat bahkan perpustakaan hanya menampilkan sisi tampilan fisik saja. Juri yang memiliki sense keilmuwan dan praktisi akan tajam menyorot keberadaan, manfaat, dan keberlangsungan sebuah perpustakaan desa bagi masyarakatnya.

Celakanya ada kepala perpustakaan dengan penuh keyakinan bahwa perpustakaan desa yang telah dibangun adalah yang paling baik,segala upaya ditempuh untuk berhasil menjadi juara. Tidak salah upayanya tapi menjadi aneh ketika memandang perpustakaan lain adalah rival yang kumuh kotor dan tidak memenuhi kreteria. Keilmuwan Pustakawannya dipertanyakan karena sebuah perpustakaan memiliki banyak komponen yang harus dipenuhi untuk menjadi perpustakaan yang ideal. Data, administrasi, koleksi, layanan, kegiatan, tampilan fisik kebersihan, kenyamanan tata cahaya, jaringan, sumber dana, kepesertaan masyarakat, keberlanjutan adalah segala persyaratan yang mesti ada , lengkap dan menjadi pembuktian yang terindikator

Lebih dihargai ketika perpustakaan itu berangkat dari kesederhanaan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, Peran Tokoh masyarakat adalah menjadi kunci sukses dalam melakukan perubahan masyarakat melalui perpustakaan. Sebagaimana program pemerintah lainnya maka perpustakaan desa adalah menjadi penting artinya karena pencerdasan masyarakat dari tingkat bawah dimulai dari masyarakat itu sendiri, bukan pemaksaan yang semua sim salabim.

Semoga kompetisi perpustakaan desa memberikan motivasi dan inspirasi bagi desa lainnya ketika perpustakaan lain bisa tentunya kita semua juga bisa mewujudkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar