PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Kamis, 20 September 2012






Bersama Merah Putih Transit di Tokyo


Setelah teman teman pulang menemani selama kurang lebih satu jam, aku berjalan menuju ruang tunggu dengan ransel dan tas jinjing, aku masuki ruang tunggu dan duduk diantara penumpang lainnya, terdengar pengumuman bahwa jadwal pesawat Garuda GA 323 sedianya pukul 16.40 delayed menjadi 17.25. aku buka lap top untuk menuliskan hal hal yang berkecamuk dalam jiwa.

Terdengar pengumuman kedua bahwa GA 325 segera diberangkatkan, aku coba lihat jam waktu sudah pukul 17.30. itu bukan pesawat yang membawaku, aku turn off lap top, sedikit ku gerakkan badanku menghilangkan kepenatan. Tampak antrian penumpang yang kelihatannya mereka bisnis masuk satu persatu menuju pesawat GA 325. Aku lihat keresahan sebagian penumpang GA 323 yang menanyakan akan  diberangkatkan menuju Jakarta. Kemudian terdengarlah bahwa 323 akan diberangkatkan setelah 325, aku lirik jam sudah menunjukkan 17.45. aku kirim informasi ke sahabat di Jakarta yan akan berangkat satu tujuan bahwa pesawatku pukul 18.15 kemungkinan take off, ya perkiraan itu meleset juga menjadi 18.30

Dalam Airbus pesawat  jumbo yang memuat sekitar 300 penumpang siap berangkat, dan pilot menyampaikan infomasi bahwa ke Jakarta akan ditempu sekitar 1 jam 30 menit, aku tepuk jidat, ala mak, berarati bisa jam 20 sampai Jakarta, belum lagi urus bagasi, belum lagi perjalanan menuju chek in, belum lagi pemeriksaan paspor. Kepanikan mulai terjadi ketika aku ambil bagasi dan terjadi antrian panjang di  lift menuju terminal dua keberangkatan internasional. Tidak mungkin aku menaiki tangga dengan koper besar, ransel dan tas jinjing. Hanya doa dan kepasrahan yang mendera batinku. Begitu keluar lift aku belok kanan sesuai petunjuk petugas bandara, sekali lagi aku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 20.30, padahal pesawatku akan diberangkatkan pukul 21.45, dan tentunya boarding 30 menit sebelum itu. Petugas desk ticketing langsung menebak namaku, ibu Trini tidak masalah kami menunggu ibu, katanya menenteramkan hatiku dengan keramahannya, tadi sudah disampaikan oleh teman ibu bahwa pesawat ibu delayed, alhamdulilah, petugas ini ramah dan terlihat ketulusannya dalam memberikan layanan yang baik. Bangga aku melihatnya bahwa di internasional bandara servicenya sudah sangat memuakan. Keringat membasahi seluruh mukaku, bagaimana tidak, jarak tempuh sangat jauh dari mulai turun pesawat,  tanpa menggunakan trolly ke desk berikutnya.  

Aku sempatkan ambil uang di ATM untuk berjaga jaga saja, baru kemudian aku memasuki antrean pemeriksaan tiket dan paspor. Selesai itu aku coba baca petunjuk arah gate, my God, jauh lagi jarak yang aku tempuh, sekalipun beban barang berkurang karena sebagian masuk bagasi tapi ransel yang ada di pundakku lumayan berat, punggunggu sudah merasakan sakit. Aku ingat bahwa ketika travelling maka kata penghibur adalah  enjoy aja, apapun yang terjadi toh seluruh proses sudah terlalui dengan lancar.

Aku cari sahabatku kang Herman, tidak terlihat batang hidungnya, ngumpet kemana ini orang pikirku, aku BMMmin dia. Tiba tiba dia nongol, kemudian aku langsung  minta ijin ke Mushola, sholad Magrib dan Isyak harus aku tunaikan segera. Tas aku titipin ke dia, dan aku meluncur menuruni tangga. Tidak berapa lama ada panggilan memasuki pesawat, dan aku ucapkan alhamdulilah, bahwa perjalanan panjang segera akan aku lalui.

Ana, nama pesawat yang membawaku, di tiket tertulisnya Nippon Air, dudu di seat 17D berdekatan dengan toilet, kelas ekonomi. Aku lirik sahabatku yang duduk di 17E pulas tertidur, rasanya dia capek sekali perjalanan dari Rancaekek Bandung pukul 14.oo siang tadi. Bersiap siap pesawat take off, kejadian yang pasti ditakutkan semua orang, begitu take off pesawat tiba tiba melalukan landing mendadak dengan rem yang mengagetkan semua penumpang. Diumumkan dalam bahasa Jepang dan Bahasa Inggris yang aku pahami bahwa gagal take off karena kerusakan tehnis, parkir kembali pesawat dan diperbaiki. Mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang kebetulan satu perjalanan menjelaskan ke kami apa yang terjadi, bahwa ketika take off ada yang tidak beres pada mesin pesawat, dan ketika dilakukan pengeriman maka rem panas dan terjadi kerusakan pada mesin remnya.

Sebagian penumpang tidur, sebagian lagi ada yang turun dari pesawat, aku lihat keluar jendela, Jakarta diguyur hujan. Aku mencoba mencari tempat yang nyaman yang bisa membuat kakiku bisa lurus, karena bengkak kaki sering sekali aku alami ketika terlalu lama duduk. Enjoy saja itu yang selalu berkecamuk dalam pikiranku ketika suasana memungkinkan orang orang terlihat gelisah. Pramugari cantik, ramah memberiku selimut, senyun tulusnya mencitrakan bahwa perempuan Jepang ramah dan cantik.

Aku lihat bahwa jarum jam menunjukkan pukul 2 dini hari dan terdengar pengumuman bahwa pesawat akan take off pukul 3. Aku chek di layar monitor pesawat bahwa ternyata jarak tempuh Jakarta Jepang Bandara Narita adalah 7 jam, perbedaan waktu antara Jakarta dan Jepang di Bandara Narita 2 jam, kalau dari Jakarta pukul 3 am (dinihari) maka sampai Narita pukul  12 waktu setempat.
Cukup banyak waktu untuk segala hal yang bisa dilakukan dalam pesawat, aku tidur pulas tanpa mimpi apapun, ketika dibangunkan senyum ramah pramugari menawarkan sarapan, ternyata pukul 4, wah baru satu jam tertidur dan kalau disuruh sarapan sama saja ini makan sahur, tak apalah memang perutku lapar. Aku memilih makanan Jepang, ada mie, bubur, sayur dan lauk, buah, dan teh Jepang.

Aku gunakan sumpit untuk menyantap berbagai hidangan yang tersedia, sementara sendok garpu yang terbungkus tisue dalam plastik aku masukkan tas, sebagai souvenir bahwa aku pernah menikmati penerbangan bersama Ana Air. Setelah selesai menyantap semua makanan, aku ingat bagaimana sholad subuh harus aku tunaikan, masalah waktu yakin saja tidak salah. Masalah menutup aurat aku manfaatkan dua lembar selimut, satu untuk menutup kepala dan satu selimut membalut rapat rapat badanku, dengan bertayamun, aku yakini bahwa sholadku sudah syah.

Terlihat dalam pesawat semua jendela tertutup, semua lampu mati, dan semua penumpangnya tertidur pulas, sambil mendengarkan musik jazz aku mencoba menuliskan beberapa lembar cerita sambil membunuh waktu, pantatku ini sudah mulai terasa panas, kalau saja ini kereta api maka kakiku sudah melangkah dari ujung ke ujung gerbong, dan itu tidak mungkin aku lakukan sekarang tentu akan membuat semua penumpang terganggu. Ok lah kalau begitu aku coba bertahan untuk hanya menulis sambil berdoa, bahwa semua bisa berjalan baik.  Dengan mendengarkan musik instrument relaxing sedikit menghibur, ada 7 lagu yang bisa kunikmati Eternal Flame, Night Waves, Sweet Leaves, intertude Blue breeze, Champagne Supernova, Sea Breeze dan Speech Ballon. Nikmatnya musik ini karena ada back sound suara burung, deburan ombak dan gemericik air pegunungan.

Sahabatku tekun membaca buku “Gempa Literasi” yang ditulis oleh Gol A gong dan Agus Irham, kedua orang ini sebenarnya aku kenal baik karena sesama pejuang literacy. Sesekali tawaran minum datang dari pramugari yang berkulit putih, bermata sipit dengan tubuh yang tinggi kurus, rambut tertata rapi dan senyum yang selalu mengembang dari bibir tipisnya. Ketika aku minta kopi maka gula yang tersedia Cuma satu saset dan milk cair yang dikemas unik, menghangatkan dan membuat aku semakin bersemangat. Roti dan snack yang diatawarkan aku simpan untuk bekal nanti ketika menunggu di Bandara Narita Tokyo. Terbayang olehku Jepang dengan cerita masyarakatnya yang gila kerja, disiplin tinggi, dan terbayang bahwa negeri ini tiga setengah tahun pernah menjajah Indonesia.

Setiba di Bandara Narita, pertama yang dicari adalah Mushola, tidak ditemukan dan ketika bertanya kepada petugas bandara tidak memahami dan kami tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, sepakat aku sama sahabat kita Sholad di Pesawat. Tidak lupa kesan bahwa Jepang adalah negeri dengan kecanggihan tehnologi maka aku abadikan seluruh kondisi toilet bandara, memang benar bersih dan semua serta otomatis dan sistem sensor. air minum tersedia diaman mana, tempat sampah dengan 4 kategori tersedia disetiap jengkal langkah kita. kalau di Indonesia tempat sampah terbagi 2, yaitu organik dan non organik kalau di Jepang, sampah basah organik, sampah kertas dan tissue, sampah plastik dan sampah keca dan bahan metal lainnya.

Saat transit di Narita Tokyo Jepang ternyata ketemu dengan delegasi Cambodia, Laos, Myanmar, dan waktu tunggu yang tidak terlalu lama, kami siap berangkat ke Sanfransisco pada pukul 15.45 waktu setempat atau pukul 13.45 WIB  dengan menggunakan United airline, pesawat airbus berkapasitas 500 penumpang menempuh perjalanan 8.325 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari delapan jam. Berarti dari Surabaya ke Sanfransisco aku akan berada di dalam pesawat selama 17,5 jam. Siap siap kaki akan bengkat karena creatin dalam darah ku tinggi, dan ini yang akan mudah menimbulkan kebenggakan kaki ketika terlalu lama duduk.

Selamat tinggal Narita, Jepang mengesankan keramahan, kebersihan, sopan santun dan tehnologi termodern di dunia,  damai bersamamu aku akan datang tanggal 30 September mendatang untuk transit sepulang dari Sanfransisco nanti, i love you see you good bye, salam dari Indonesia.

Senin, 17 September 2012

my Journey 2012 Sanfransisco

Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa Allah mengijinkan aku menginjakkan kaki di Negara yang paling berkuasa di dunia. Dengan agenda study tour, hari ini aku berangkat dari Surabaya ke Jakarta pukul 16.40 schedule pesawat, karena alasan tehnis "Garuda" delayed sampai pukul 17.25. Tiba di Jakarta bersama sahabat seperjuangan dari Bandung Kang Herman, pasti sudah menungguku.

Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) dan Masyarakat Literacy Indonesia, mendapatkan undangan resmi dari The Asia Foundation (TAF) mengunjungi California untuk belajar di beberapa Perpustakaan yang berada di sana, tentunya lebih hebat dari Negeraku tercinta. Agendanya sangat padat sekali sebagaimana yang bisa di lihat di  www.taflibraryandcommunity.wordpress.com.

Siang ini rencana aku diantar sama teman2 dari YPPI ke Juanda, entah apa yang aku rasakan menjelang keberangkatan yang membutuhkan waktu kurang lebih 30 jam, via Nagoya Tokyo, Pesawat akan transit sekitar 8 jam. Kemudian langsung ke Sanfransisco, dan diperkirakan tiba di SF sekitar Pukul 9.15 waktu setempat di tanggal 19 September. Seluruh tugas dan kewajibanku di YPPI untuk waktu kurang lebih 10 hari sudah aku delegasikan ke Apri, mas Kuswanto, dan asistensi ruamh tanggaku. 

Tentunya tidak begitu saja gembira, karena bagaimanapun juga ada beban yang terpikir kalau ada hal hal yang urgent urusan YPPI dengan pihak ekternal yang membutuhkan kehadiranku. Namun pengalaman baru melihat dunia luar sangat penting untuk melakukan perubahan. Terbayang sudah tiga kota di negara bagian Amerika California yaitu Sanfransisco, Sacramento dan San Mateo.

Surat surat yang mesti dibawa sudah aku upayakan untuk terbawa semua, mulai dari passpor, Surat dari TAF, Id Card. Hanya sedikit uang dollar untuk berjaga jaga. Koper yang berat lebih berisikan oleh oleh buat peserta dari 9 Negara yaitu Myanmar, Vietnam, Pakistan, Sri Lanka, Laos, Cambodia, Mongolia, Nepal dan Indonesia. Kain tenun, jimpitan, hiasan, assesorie, kerajinan, makanan dari beberapa daerah di Indonesia, menyertaiku untuk menunjukkan bahwa inilah aku Indonesia.

Perjalanan yang aku mulai dari Surabaya, ke Jakarta dan menuju Tokyo semoga membuat kondisiku tetap fit, ini adalah perjalanan terpanjang pertamaku, dengan penuh keyakinan bahwa aku ini adventure yang telah menjelajah nusantara dan beberapa negara tentu bukan backpacker sejati, karena masih menggunakan fasilitas yang cukup nyaman. Keyakinanku adalah selalu ada Allah yang akan menolongku dan memudahkan segala urusanku. Yang sedang berkecamuk dalam diriku adalah berita terkini mengenai Film yang melecehkan Nabi Muhammad dan tentunya membuat marah Umat Islam di dunia. Nakula adalah sang sutrada yang berada di California, tentunya menghangatku suhu politik di California yang menjadi tujuan perjalannku kali ini.

Waktu akan membuat tulisan ini menjadi lengkap dalam berbagai kejadian yang akan dialami berikutnya..................next time 

taflibraryandcommunity.wordpress.com/

Rundown Study Tour Sanfransisco, 19-30 Sept

Wednesday, September 19________________________________________
AM and early PM
Arrivals at SFO
Check into Best Western Coyote Point Hotel, San Mateo
• Breakfast included
• Free wi-fi plus p.c. available in business center
Introductions and Initial Allowance Payment
Early Evening
Group Dinner in nearby downtown San Mateo
Thursday, September 20:_________________________________________
8:45
Board Van to go to Martin Luther King, Jr. Library, San Jose
9:45
Contextual briefing on libraries in the US
Dr. Anthony Bernier, Associate Professor, San Jose State University, School of Library and Information Science                              (bio: http://slisapps.sjsu.edu/facultypages/view.php?fac=berniera)
11:30
San Jose State University School of Library and Information Science: On-line Curriculum and Training of Information Science Professionals
Sandra Hirsh, Professor and Director
(bio: http://slisapps.sjsu.edu/facultypages/view.php?fac=hirshs)
1:00
Buffet Lunch in the Cultural Heritage Board Room with Presenters, Hosted by The Asia Foundation
2:00
Tour of co-located San Jose State University Library and San Jose Public Library Facility
2:30
Panel on Challenges and Benefits of a Co-Located Academic and Public Facility
Mary Nino, Associate Dean, Dr. Martin Luther King, Jr. Library, San Jose State University
Jane Light, Former Director of San Jose Public Library
(bio: http://www.sanjoseca.gov/citymanager/releases/library_leader.htm)
3:30
Depart San Jose to return to hotel
EVENING
6:00
Board Van to Hillsdale Shopping Center (optional)—dinner on own
Return to Best Western Coyote Point Hotel
Friday, September 21____________________________________________
9:00
Check out of Best Western Coyote Point Hotel
9:15
Board Van with Luggage
9:45
Visit Asia Foundation’s Books for Asia Warehouse in San Leandro
• Tour and Overview of Operations
• Discussion: Books for Asia and Your Library’s Strategy
11:45
Board Van to go to The Asia Foundation in San Francisco’s Financial District
• (Consign luggage at the Union Square Hotel on the way).
1:00
Welcome Lunch Hosted by Asia Foundation
Speaker: Robert Miller, Global Director of Books, Internet Archives (bio http://archive.org/about/bios.php)
Talk: “Papyrus, Paper and Pixels: A Place for Each One”
2:30
Administrative Session:
• Program Overview
• Insurance, Tax Forms, and Disbursement of Allowances
• Discuss formation of site visit sub-groups
• Discuss formation of thematic sub-groups
3:15
Walk to the Union Square Hotel and Check In
• Breakfast available in nearby cafes and restaurants ( a list will be provided)
• Free Wi-Fi and access to p.c. in business center
Evening:
Free
Saturday, September 22______________________________________
9:00
Board Van for Three-Bridges City Tour
12:30
Thematic sub-group breakout session #1 at the home of Suzanne Siskel, Executive Vice President & Chief Operating Officer of The Asia Foundation
1:00 pm
Informal Lunch
2:45
Board Van to return to San Francisco
Sunday, September 23________________________________________
Free Day
Monday, September 24________________________________________
7:45
Check out of Union Square Hotel
8:15
Board Van with luggae to depart for Lodi in the Central Valley
• (Brief stop for breakfast en route)
10:30
Briefing at the Lodi Public Library on Library Services for a Rural Community
Noon
Lunch (no-host) in Downtown Lodi
1:15
Visit Tokay High School: State Secondary School Library Models and Standards
2:00
Board van to Drive to Sacramento
2:45
Check into the Inn off Capitol Park Hotel, Sacramento
• Breakfast included
• Free wi-fi plus one p.c. available in lobby
4:00
Panel Discussion: Perspectives on Asian-Pacific Community Needs and Services
Venue: My Sister’s House, Shelter for Women and Children
Evening
Home Hospitality: Dinner with Friends of the Library (small groups)
Tuesday, September 25______________________________________
8:45
Walk to California State Library
9:00
Session A: California State Library
• CSL role in policy development and standards
• Programs and Services for libraries throughout the state
10:30
Walk to State Capitol and go through security (identification is required).
10:45
Session B: Legislative and Budgetary Issues for the Library Sector in California
California Library Association
• Legislative Aide identified by the Senate Office of International Relations
12:15
Tour of State Capitol
1:00
Working Lunch in State Capitol Cafeteria with Thematic Sub-groups (no host)
1:45
Focus Session: Sacramento Public Library Outreach Programs
• Strategy
• Design and Implementation of Outreach Programs
• Partnerships with NGOs, government agencies, etc.
• Surveys and Customer Service Feedback
• Q&A Session
5:00
Walk back to hotel
Evening:
Central Library and Coolidge branch Library to observe children’s programs (in sub-groups)
Continue on to Visit  Old Sacramento
Wednesday, September 26____________________________________
8:00
Check out of the Inn off Capitol Park and Consign Luggage; walk to SPL
8:30
Overview of Sacramento Public Library System
• Operations
• Customer Service Feedback and Surveys
• Selected Technologies
• Tour of the Sacramento Central Library Facility
Brenda Haggard, Strategic Communications Officer, Sacramento Public Library
10:15
Depart for Branch Library Visits to Observe Activities (2 subgroups)
(Details to be provided)
11:30
Board Vans to Return to Central Library
12:00
No-host lunch with SPL staff in small groups in and around Cesar Chavez Plaza
12:45
Depart for Afternoon Visits Picking up Luggage En Route
1:30
Site Visits in Sub-groups:
• Group A: Del Paso Heights Storefront Library
• Group B: Sacramento City College Paraprofessional Training Program
/////////////Overview of SCC Academic Library Operations
3:00
Depart for SF Bay Area, with brief stop at a major bookstore en route.
5:00
Check into Kensington Park Hotel in Union Square, San Francisco
• Breakfast available in nearby cafes and restaurants
• Free wi-fi plus access to p.c. in business center
Evening: Free
Thursday, September 27______________________________________
8:20
Walk to Powell Station and Take BART to Civic Center
9:00 San Francisco Public Library Briefings and Tour
• Director’s Welcome and Overview
Friends of the Library on Fundraising and Volunteerism
• Core Session:
• Digital Collection Management
• Helping Library Users to Access Digital Resources
•Tour of the Main Library in Two Sub-groups
Noon
No-host Lunch with SFPL Staff at the Asian Art Museum’s CafĂ© Asia (Fisher Room)
• Opportunity to Visit Asian Art Museum Galleries
Break into sub-groups for remainder of afternoon:
• Group A
• Group B:
  • 2:00: SFPL on Open Government and Citizen Participation Services
  • 3:00 Visit San Francisco’s Historic City Hall
  • 3:45 Board Van
  • 4:15 Visit the Richmond Branch Library and Observe Activities
  • 5:15 Board Van to return to hotel
Friday, September 28_______________________________________
9:00
Walk to The Asia Foundation
9:30
Experience sharing sessions (details to be provided)
Noon
Working Lunch hosted by The Asia Foundation (continue discussions)
1:00
Wrap-up and Awarding of Certificates: Conclusion of Program
Saturday, September 29______________________________________
Check out of Kensington Park Hotel
Depart SFO
(See the General Info tab for more details)

Sabtu, 15 September 2012

Library of Rural



library of rural

Dua tahun berturut turt, saya terlibat dalam penjurian lomba perpustakaan tingkat nasional. Terpilih sebagai Juri tentunya karena ada kompetensi yang cukup, walaupun tidak cuma saya di Indonesia yang memiliki kompetensi tersebut. Ada 7 juri ditahun pertama, dan 5 juri di tahun ini.

Ketika mendatangi beberapa perpustakaan desa, maka satu hal yang selalu menjadi pemikiran saya adalah membuat perpustakaan desa tidak sulit, buktinya ada yang bisa membuat dengan bagus, kalau hal ini ditangani secara serius maka Indonesia Cerdas bukan sebuah Cita Cita, tapi hal nyata yang membuat dunia bisa bergetar nyalinya melihat orang orang Indonesia yang super hebat. Perpustakaan mampu berperan sebagai agen perubahan masyarakat.

Perpustakaan Nasional, bekerjasama dengan perpustakaan Provinsi, Kabupaten dan Kota melakukan tahapan seleksi. Pembagian Klaster ditempuh untuk meminimalisir gap yang terjadi karena kondisi geografis, kemudahan akses dan potensi lokal yang dimiliki. Kreteria yang sudah dipahami adalah standar untuk melakukan pendampingan kepada perpustakaan desa. Yang terjadi ketika tinjauan juri, ada beberapa yang tidak relevan ketika tampilan data dengan grafik, legal yang dimiliki tidak cukup kuat bahkan perpustakaan hanya menampilkan sisi tampilan fisik saja. Juri yang memiliki sense keilmuwan dan praktisi akan tajam menyorot keberadaan, manfaat, dan keberlangsungan sebuah perpustakaan desa bagi masyarakatnya.

Celakanya ada kepala perpustakaan dengan penuh keyakinan bahwa perpustakaan desa yang telah dibangun adalah yang paling baik,segala upaya ditempuh untuk berhasil menjadi juara. Tidak salah upayanya tapi menjadi aneh ketika memandang perpustakaan lain adalah rival yang kumuh kotor dan tidak memenuhi kreteria. Keilmuwan Pustakawannya dipertanyakan karena sebuah perpustakaan memiliki banyak komponen yang harus dipenuhi untuk menjadi perpustakaan yang ideal. Data, administrasi, koleksi, layanan, kegiatan, tampilan fisik kebersihan, kenyamanan tata cahaya, jaringan, sumber dana, kepesertaan masyarakat, keberlanjutan adalah segala persyaratan yang mesti ada , lengkap dan menjadi pembuktian yang terindikator

Lebih dihargai ketika perpustakaan itu berangkat dari kesederhanaan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, Peran Tokoh masyarakat adalah menjadi kunci sukses dalam melakukan perubahan masyarakat melalui perpustakaan. Sebagaimana program pemerintah lainnya maka perpustakaan desa adalah menjadi penting artinya karena pencerdasan masyarakat dari tingkat bawah dimulai dari masyarakat itu sendiri, bukan pemaksaan yang semua sim salabim.

Semoga kompetisi perpustakaan desa memberikan motivasi dan inspirasi bagi desa lainnya ketika perpustakaan lain bisa tentunya kita semua juga bisa mewujudkannya.