PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Sabtu, 21 Januari 2012

Percakapan dua orang perempuan ditepian sungai sore hari, perempuan gemuk dengan tinggi 160 cm usia sekitar 30 tahun mengenakan jilbab warna pink, celana biru dan t-shirt lengan panjang warna pink, dan satunya perempuan setengah tua dengan jins dan t-shirt biru lusuh, rambutnya dikuncir belakang seperti perempuan desa. keduanya duduk santai, diantara tempat duduk perempuan tersebut ada sepiring kacang rebus, dan air mineral 2 gelas yg keduanya tinggal setengah.

Perempuan setengah tua tanya "katanya suamimu mau pergi ke pedalaman kalimantan"
Perempuan berjilbab " kok tahu ?, ya, selama 2 bulan, aku hanya bisa berdoa saja semoga tidak terjadi apa apa"
sambil makan kacang rebus perempuan setengah tua bertanya kembali "sama siapa saja ke Kalimantan, ya..jangan terlalu dikawatirkan, perlu perjuangan hidup, dimanapun sama saja yg penting bisa jaga diri"
Perempuan berjilbab, sambil mengusap air mata berkata sambil menatap ke sungai yang mengalir deras "sama bosnya dan beberapa orang temannya, bos nya enak ya, cuma 5 hari pulang, nanti berangkat lagi pulang lagi, kalau suamiku tidak boleh pulang sebelum 2 bulan, aku kawatir dengan anaknya"

Kedua orang perempuan ini sudah cukup lama hidup bertetangga, mereka hanya terpisah oleh dinding tembok, jadi hampir setiap hari mereka berbagi cerita apa saja, sudah selayaknya saudara sendiri.

Kemudian perempuan setengah tua berkata "ya tentunya enak seperti yang kamu lihat, belum tentu enak yang dirasakan bos itu, tanggung jawabnya khan tentunya lebih banyak dari apa yang kamu pikirkan, bagi bos itu barangkali enak jadi staff, tinggal bekerja sesuai pakemnya dan terima gaji tanpa tahu bagaimana menggali sumbernya"
sambil minum perempuan setengah tua melanjutkan perkataannya "kamu sebenarnya rela enggak, suamimu pergi"
Perempuan berjilbab sambil mengangkat gelas minumnya berkata " ya, kepenginnya kemana suami pergi, ikut, tapi kalau dipedalaman kalimantan, mungkin kepenginnya aku dan anaku tinggal di ibu kota propinsinya"
Perempuan setengah tua, tiba tiba menjatuhkan gelas minumnya, prak...."itulah yang belum bisa kamu pahami tentang kehidupan"
Perempuan berjilbab, menelan ludah sambil meletakkan gelas minum yang diangkatnya dari tadi, " jadi, aku harus bagaimana ? apakah aku tidak boleh, berkeinginan"

Perempuan setengah tua tidak menjawab, berdiri dan pergi berlalu masuk rumahnya yang berjarak sekitar 5 meter dari pintu rumahnya.

Rumah mereka memang berada di tepian sungai kali jagir Wonokromo, perempuan berjilbab masih duduk, sambil makan kacang dan membuang kulitnya ke dalam sungai yang terlihat deras, karena hujan yang mengguyur Surabaya sepanjang pekan ini.

Perempuan berjilabab, berkata pada dirinya sendiri " olah Gusti..... aku sakdermo nglakoni, ra ngerti" ..(Ya Tuhan aku sekedar menjalani dan tidak tahu).

Kemudian perempuan berjilabab membawa piring kacang yang tinggal lima butir, masuk rumah sambil menemui suaminya dan berkata " mas......hari ini anak kita sudah 2 tahun, kapan harus punya adek lagi ya ?, kemudian suaminya membimbing masuk kamar dan membisikan sesuatu" dek, sabar jadi orang, apa yang akan aku lakukan itu buat kita, kebaikan kita, aku cuma minta, doa mu, semoga aku kembali segera dan anak kita segera punya adek lagi" .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar