PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Jumat, 06 Januari 2012

Depresi

Baca email teman yang menyatakan bahwa aku terkena burnout, seketika itu aku cari referensi, aku baca satu demi satu penjelasan di wikipidia, bener juga.

Bangun pagi ketika terbayang wajah seseorang yang membuat aku nangis sejadi jadinya tidak mau masuk kantor, aku sadar sesadar sadarnya aku merasa seperti anak kecil yang ngambek enggak mau berangkat sekolah. Ini sebuah akumulasi, ketika refleksi akhir tahun, hanya satu wajah itu yang muncul, wajah itu berulang muncul dan amat sangat menggangguku. Sampai pada titik akhir bahwa aku tidak akan mau ke kantor sebelum kantor bersih dari wajah dia.

Aku tidak rela kantor ini dihuni oleh muka seperti dia, dia harus kerja sesuai aturan jam saja, jangan lama lama. 8-17 sudah cukup bagus, bahkan semakin berkurang semakin bagus. Muak dan pengin muntah melihatnya, aku harus sadar bahwa ketika orang menjadi tukang kritik maka itulah kebisaannya, tidak lebih. Seperti hari hari ketika aku menuliskan sesuatu hanya bisa memuji tanpa membantu, ketika ada ketidak beresan maka kritik tajam segera dia lontarkan. Ketika dia mengucapkan sesuatu dan dia tidak patuh atas ucapannya maka tak ada rasa malu baginya. Hueekkkk pengin muntah ketika aku mengingat semuanya.

Burnout, aku harus istirahat, aku harus bisa rileks, aku harus menghindari penyebabnya, aku harus tetap di rumah saja. Aku harus segera pulih dan bersemangat kembali memulai aktivitasku lagi. Hari ini aku mencoba keluar rumah , mendekat ke kantor, tapi begitu di deket area, yang terbayang hanya satu wajah yang ingin sekali aku meludahinya.

Aku sadar diri, bahwa dalam agamaku tidak boleh ada kata stress ataupun depresi, karena memiliki Tuhan yang bisa menolong semuanya. Tapi kejiwaanku terganggu sekali karena horisontal aku tetap harus berhubungan dengan sesama manusia, hati dan otakku harus mengalami pencucian terlebih dahulu. Ketika aku memulai belajar bersabar atau belajar tidak mau marah, maka menahan amarah itu yang ternyata mempercepat proses terjadinya reaksi kimia dalam tubuh, yang membuat aku sering pusing dan yang terbayang kembali adalah satu wajah yang membuat aku muntah muntah.

Semoga burnout segera berlalu, aku bisa kembali membawa YPPI ...bantu aku Tuhan, terima kasih sahabat sahabatku yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar