PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Sabtu, 21 Januari 2012

Tidak seperti biasanya, perempuan gemuk itu berangkat ke kantornya pagi sekali jam 5.15.
Setelah mengeluarkan mobil dari garasi rumahnya, perempuan itu penuh semangat melaju mobil menuju kantor yang jaraknya hanya sekitar 500 meter. Sampai di kantor, dia langsung saja membersihkan halaman samping yang penuh dengan lumut.

Pertama yang dilakukan mengisi air dalam bak dengan deterjen pencuci pakaian, kemudian disiramnya secara merata kehalaman paving yang ukurannya kurang lebih 3x6 meter. Disikatnya sampai bersih. Dia tidak peduli dengan peluh yang menghangatkan tubuhnya, dan membasahi semua pakaian yang dikenakannya.

Kemudian tetangga nya menyapa "selamat pagi" sambil bertanya" lah, kok bersih bersih sendiri ?"
Perempuan itu sebelum menjawab tertawa dulu sebagai penghiburan hatinya" ini khan namanya olah raga....dari pd fitnes khan ini bermanfaat dan berfungsi ganda, SEHAT dan BERSIH" sambil terus menyikat halaman samping kantornya perempuan ini, tetap bersemangat.

Satu jam tidak lebih, semua pekerjaan pencucian halaman selesai, bersih tanpa lumut, dan perempaun itu berkata"Ini pekerjaan yang tidak susah, ini pekerjaan yang tidak lama bisa selesai, ini pekerjaan yang siapa saja bisa mengerjakan" sambil melirik jam yg sudah menunjukkan pukul 7.30.

Hanya saja dia heran, penghuni rumah tak bergeming untuk menyapa, lelaki jantan itu ternyata "banci tak bernyali" tak bisa mewujudkan omongannya, dan membiarkan perempuan yang menafkahinya itu bekerja sendiri. Mungkin mukanya sudah ketutup tembok, jadi muka tembok, atau ketutup gedek jadi rai gedek... ha..ha.. perempuan itu tertawa dalam hati.

Kemudian pembantu kantor berkata" saya sudah niat membersihkan halaman itu besuk pagi, bu...." perempuan gemuk menjawab"selama aku menjadi pimpinan, maka apa yang tidak mampu atau tidak mau mengerjakan tugas maka Pimpinan wajib mengambil alih, kenapa ? " perempuan gemuk balik bertanya pada sang pembantu"......sang Pembantu diam tak bernyali.

Kemudian perempuan itu mandi, dan berganti pakaian, perutnya terasa lapar, dimakannya 2 potong kue di meja makan kantornya. Sambil dia berkata dalam hati" Sebenarnya hidup itu nikmat kalau disyukuri dengan keiklasan" sambil dia mendekat ke arah dvd dan menikmati lagu dipagi hari, kebiasaan yang dilakukan perempuan gemuk ini sebelum memulai pekerjaan dikantornya.

Kemudian hatinya berkata, PENGIN JADI APA MANUSIA SEPERTI INI? senyum mengambang perempuan gemuk itu sambil dia berlalu meninggalkan kantor, kita lihat saja nanti. Senyum kecut itu kembali mengambang dibibir perempuan gemuk,,,,,,, yang tidak pernah membiarkan kantornya kotor.
Percakapan dua orang perempuan ditepian sungai sore hari, perempuan gemuk dengan tinggi 160 cm usia sekitar 30 tahun mengenakan jilbab warna pink, celana biru dan t-shirt lengan panjang warna pink, dan satunya perempuan setengah tua dengan jins dan t-shirt biru lusuh, rambutnya dikuncir belakang seperti perempuan desa. keduanya duduk santai, diantara tempat duduk perempuan tersebut ada sepiring kacang rebus, dan air mineral 2 gelas yg keduanya tinggal setengah.

Perempuan setengah tua tanya "katanya suamimu mau pergi ke pedalaman kalimantan"
Perempuan berjilbab " kok tahu ?, ya, selama 2 bulan, aku hanya bisa berdoa saja semoga tidak terjadi apa apa"
sambil makan kacang rebus perempuan setengah tua bertanya kembali "sama siapa saja ke Kalimantan, ya..jangan terlalu dikawatirkan, perlu perjuangan hidup, dimanapun sama saja yg penting bisa jaga diri"
Perempuan berjilbab, sambil mengusap air mata berkata sambil menatap ke sungai yang mengalir deras "sama bosnya dan beberapa orang temannya, bos nya enak ya, cuma 5 hari pulang, nanti berangkat lagi pulang lagi, kalau suamiku tidak boleh pulang sebelum 2 bulan, aku kawatir dengan anaknya"

Kedua orang perempuan ini sudah cukup lama hidup bertetangga, mereka hanya terpisah oleh dinding tembok, jadi hampir setiap hari mereka berbagi cerita apa saja, sudah selayaknya saudara sendiri.

Kemudian perempuan setengah tua berkata "ya tentunya enak seperti yang kamu lihat, belum tentu enak yang dirasakan bos itu, tanggung jawabnya khan tentunya lebih banyak dari apa yang kamu pikirkan, bagi bos itu barangkali enak jadi staff, tinggal bekerja sesuai pakemnya dan terima gaji tanpa tahu bagaimana menggali sumbernya"
sambil minum perempuan setengah tua melanjutkan perkataannya "kamu sebenarnya rela enggak, suamimu pergi"
Perempuan berjilbab sambil mengangkat gelas minumnya berkata " ya, kepenginnya kemana suami pergi, ikut, tapi kalau dipedalaman kalimantan, mungkin kepenginnya aku dan anaku tinggal di ibu kota propinsinya"
Perempuan setengah tua, tiba tiba menjatuhkan gelas minumnya, prak...."itulah yang belum bisa kamu pahami tentang kehidupan"
Perempuan berjilbab, menelan ludah sambil meletakkan gelas minum yang diangkatnya dari tadi, " jadi, aku harus bagaimana ? apakah aku tidak boleh, berkeinginan"

Perempuan setengah tua tidak menjawab, berdiri dan pergi berlalu masuk rumahnya yang berjarak sekitar 5 meter dari pintu rumahnya.

Rumah mereka memang berada di tepian sungai kali jagir Wonokromo, perempuan berjilbab masih duduk, sambil makan kacang dan membuang kulitnya ke dalam sungai yang terlihat deras, karena hujan yang mengguyur Surabaya sepanjang pekan ini.

Perempuan berjilabab, berkata pada dirinya sendiri " olah Gusti..... aku sakdermo nglakoni, ra ngerti" ..(Ya Tuhan aku sekedar menjalani dan tidak tahu).

Kemudian perempuan berjilabab membawa piring kacang yang tinggal lima butir, masuk rumah sambil menemui suaminya dan berkata " mas......hari ini anak kita sudah 2 tahun, kapan harus punya adek lagi ya ?, kemudian suaminya membimbing masuk kamar dan membisikan sesuatu" dek, sabar jadi orang, apa yang akan aku lakukan itu buat kita, kebaikan kita, aku cuma minta, doa mu, semoga aku kembali segera dan anak kita segera punya adek lagi" .

Jumat, 06 Januari 2012

Depresi

Baca email teman yang menyatakan bahwa aku terkena burnout, seketika itu aku cari referensi, aku baca satu demi satu penjelasan di wikipidia, bener juga.

Bangun pagi ketika terbayang wajah seseorang yang membuat aku nangis sejadi jadinya tidak mau masuk kantor, aku sadar sesadar sadarnya aku merasa seperti anak kecil yang ngambek enggak mau berangkat sekolah. Ini sebuah akumulasi, ketika refleksi akhir tahun, hanya satu wajah itu yang muncul, wajah itu berulang muncul dan amat sangat menggangguku. Sampai pada titik akhir bahwa aku tidak akan mau ke kantor sebelum kantor bersih dari wajah dia.

Aku tidak rela kantor ini dihuni oleh muka seperti dia, dia harus kerja sesuai aturan jam saja, jangan lama lama. 8-17 sudah cukup bagus, bahkan semakin berkurang semakin bagus. Muak dan pengin muntah melihatnya, aku harus sadar bahwa ketika orang menjadi tukang kritik maka itulah kebisaannya, tidak lebih. Seperti hari hari ketika aku menuliskan sesuatu hanya bisa memuji tanpa membantu, ketika ada ketidak beresan maka kritik tajam segera dia lontarkan. Ketika dia mengucapkan sesuatu dan dia tidak patuh atas ucapannya maka tak ada rasa malu baginya. Hueekkkk pengin muntah ketika aku mengingat semuanya.

Burnout, aku harus istirahat, aku harus bisa rileks, aku harus menghindari penyebabnya, aku harus tetap di rumah saja. Aku harus segera pulih dan bersemangat kembali memulai aktivitasku lagi. Hari ini aku mencoba keluar rumah , mendekat ke kantor, tapi begitu di deket area, yang terbayang hanya satu wajah yang ingin sekali aku meludahinya.

Aku sadar diri, bahwa dalam agamaku tidak boleh ada kata stress ataupun depresi, karena memiliki Tuhan yang bisa menolong semuanya. Tapi kejiwaanku terganggu sekali karena horisontal aku tetap harus berhubungan dengan sesama manusia, hati dan otakku harus mengalami pencucian terlebih dahulu. Ketika aku memulai belajar bersabar atau belajar tidak mau marah, maka menahan amarah itu yang ternyata mempercepat proses terjadinya reaksi kimia dalam tubuh, yang membuat aku sering pusing dan yang terbayang kembali adalah satu wajah yang membuat aku muntah muntah.

Semoga burnout segera berlalu, aku bisa kembali membawa YPPI ...bantu aku Tuhan, terima kasih sahabat sahabatku yang baik.

Selasa, 03 Januari 2012

Wajah bapak tua dalam ingatanku

Terbayang sososk bapak tua, yang memberisihkan setiap meja tamu yang selesai makan, piring dan gelas dipungut dirapikan dan dimasukkan ke dalam tempatnya. Piring dan gelas kotor dalam bak kemudian diambil oleh anak muda dan dibawa ke tempat cuci piring tentunya.

Bapak tua berjalan pelan, hanya bersih bersih dan membereskan yang kotor sebatas yang bapak tersebut bisa lakukan. Saya mengamati bapak ini sambil berfikir, bapak ini siapa ya, tidak mungkin resto sebesar ini mempekerjakan orang setua ini. Tapi kenapa kerjanya bersih bersih saja, kemudian saya menyadari ketika melihat foto yang terpampang dalam banner resto adalah foto bapak tersebut, ternyata dia pemilik.

Rasanya saya ingin menjadi bapak itu,,,,,, tanpa beban dan bekerja sebatas kemampuannya, karena hasil kerja kerasnya sudah ada penerusnya, hari hari tinggal menikmati dan mengamati saja apa yang terjadi di resto miliknya.

Ketika saya kembali di resto itu beberapa waktu lalu, yang pertama saya cari adalah bapak tua yang suka membersihkan meja, tidak ada lagi, kemudian saya mencari foto dalam Banner, masih terpampang. Saya pandangi kasir itu dengan tajam, dengan maksud apakah memang ada garis wajah yang sama dalam wajah tua milik bapak itu. ya..hampir 60% ada kemiripan, ini anaknya generasi penerus, dimana bapak tua itu, saya tidak bertanya dan tidak menemukan jawabannya.

Berlatih untuk sabar

Dalam ajaran agamaku tidak ada orang stress karena telah diajarkan bagaimana mendekat kepada sang Khaliq, untuk meminta pertolongan dan berserah diri.

ini adalah kali yang ke tiga aku mengalami tidak mau masuk dalam suatu ruang/rumah/gedung, hanya karena ada orang yang aku tidak ingin melihatnya. Sebabnya karena emosiku yang tertahan, tertelan dan tidak bisa aku muntahkan lagi. Aku bukan type pendendam tapi aku orang yang lebih baik marah (mengungkapkan yang tidak disukai) tapi sudah itu selesai dari pada tidak marah tapi akhirnya diam seribu bahasa, sudah fatal kalau aku sudah tidak mau bicara.

Biar saja ini aku lalui sebagai proses hidup belajar bersabar, aku memiliki cara lain untuk bisa menyelesaikan tanggung jawabku, aku kerja di rumah saja, sampai semua menjadi baik dengan caranya masing masing. Sampai hatiku luluh, sampai hatiku bisa melupakan apa yang aku rasakan....Tuhan bantu aku.

Senin, 02 Januari 2012

Selamat Pagi Tuhan

Terima Kasih Tuhan, bahwa aku masih memiliki keyakinan akan ke Agungan-Mu
Keyakinan akan janji-Mu, ketika aku bersimpuh ditempat Multazam, yang aku ingat YPPI, dan aku berdoa khusus untuk Pencerdasan bangsaku ini.

Aku mohon jangan Engkau memberi aku rasa cinta yang berlebihan terhadap YPPI, karena cintaku hanya untuk-Mu Tuhanku.
Aku hanya butuh waktu merealisasikan ucapanku, upayaku, niat baiku, hasratku, aktualisasi diriku
Beri langkah mudah bagiku, untuk bisa menyelesaikan semua yang akan berarti bagi sesama manusia.

Yang terbaik bagiku aku serahkan sepenuhnya atas kehendakMu dari segala upaya yang bisa aku tempuh.

Selamat pagi Tuhan, aku bersemangat kembali, atas syukur dan nikmat sehat yang telah Engkau kembalikan.

Terima Kasih Engkau memberiku istirahat waktu untuk tubuh dan jiwaku yang lelah mencapai dan menggapai hasrat manfaat sebagai umatMu.

Minggu, 01 Januari 2012

Puisi Awal Tahun

Bukan karena kemiskinan yang memaksaku untuk minum sebanyak banyaknya air karena lapar
10 liter air panas sudah masuk dalam tubuhku, setiap 30 menit keluar lagi entah berapa liter.
Sambil menunggu sore hari, apakah suhu tubuhku meningkat atau aku bisa istirahat.

Suhuku mendidih, badanku beku, sangat menyiksa pembaringan ini,
Sangat lama detak waktu berjalan, masih banyak yang harus aku tulis
Masih harus memeras tinta untuk menjadikan pundi pundi terisi

Aku pengin muntah dan meludah setiap mengingat wajah wajah arogan ,
manusia manusia manis yang ego dan kaku hati bagai baja tak terpatahkan,
Aku akan datangkan untukmu orang orang hebat, yang membuatmu akan kaku tak bernyali lagi.
Apa yang kau sombongkan dengan apa yang kau miliki, tidak seberapa dan tak kan berati apa apa.

Wahai kuasa Tuhanku, rendahkan hatiku, surutkan pandanganku dari silau materi.
Sadarkan aku akan kebesaranMu sehingga akan membuatku selalu bersabar
Pujianku selalu membasahi bibirku, untuk mengatakan bahwa aku tak berarti apa apa tanpa pertolonganMu
Tuhan,,, YPPI ini amanahMu, berikan yang terbaik, orang orang pilihan menurutMu
Aku akan berjalan dalam jalur Mu, tongkat wasiatMu dalam menempuh kehidupan panjang

Aku tertunduk dan bersujud di hadapanMu, tetesan air mata ini merembes bersama didihan suhu tubuhku....beri aku sehat, untuk bersama sama berjalan bersama waktu.