PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Kamis, 17 November 2011

Belajar ber-empaty

Sulit menghadapi orang "Bodo" dia tidak paham apa yang dilakukan, tidak paham dengan ucapannya sendiri, bahkan tak mampu mencerna dampak dari kelakuan yang dilakukan.

Betapa Tuhan sangat mulia menciptakan manusia demikian, yang membuat orang lain belajar sabar, belajar memahami yang lebih sulit, belajar menata hati, belajar berfikir positif, belajar menyadari perbedaan, belajar tidak sombong, belajar menyikapi dengan bijak.

Ber-empaty bagaimana manusia yang demikian sangat kurang beruntung dalam persaingan dunia kerja, sekalipun harus disadari bahwa rejeki Tuhan maha mengatur, artinya bukan pada jumlah tapi bagaimana orang "bodo" lebih mensyukuri. Tapi apabila suatu saat kurang mensyukuri berarti dia mencoba belajar kritis dan belajar mengasah otaknya dengan upaya berjuang atas rejeki yang diterimanya. Sekalipun cara yang ditempuhnya akan merugikan atau menyakiti orang lain. Karena tidak cerdasnya itulah maka dia tidak peduli dan sangat tidak menyadari apa yang sesungguhnya terjadi.

Maka pada kesimpulan akhir, bahwa nikmat manakah yang bisa kita pungkiri ketika kita diberikan kelebihan oleh Tuhan atas akal dan prilaku baik yang bisa kita lakukan bagi orang lain dan membawa manfaat, Semoga tulisan ini bisa memberikan nasehat buat pribadi penulisnya maupun siapa saja, khususnya bagi orang orang yang memiliki kemampuan kurang untuk terus memperbaiki diri. Amiiinnn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar