PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Kamis, 10 November 2011

Pedang Panjang dan Kacang Panjang

Sedikit sombong rasanya, karena 11 tahun berpetualangan diberbagai pelosok, merasa PeDe aja mutar mutar kota, dengan harapan pasti bisa ketemu rumah atau disebut base camp. Tapi ternyata ceritanya seru......

Sepulang layanan mobil perpustakaan keliling di daerah Batublubang karena hujan maka layanan 1 jam diakhiri, dan mampir dulu ke rumah orang tua teman. enak rasanya makan suguhan takwan yg belum komplit karena hanya berisi semacam baso, mereka menyebutnya bakwan. Cuaca hujan , udara dingin , makan panas, pedas dan uenak dech. Begitu sudah cukup mengisi perut karena selain tekwan nambah pisang rebus yg ukurannya jumbo. Pamit pulang kepada tuan rumah yg baik hati. Setiba di Perpustakaan propinsi, kami pisah kembali ke rumah masing masing. Teman menawari untuk mengantar karena hari ini adalah hari pertama kedatangan di Bangka dan tinggal di base camp, sebelumnya tinggal di hotel. Kami tolah tawaran itu karena merasa PeDe pasti bisa.

Niatnya tidak ingin pulang dulu, pengin putar putar menjajagi seberapa besar kota Bangka ini, alhasih, entah kemana dan kemana, mobil dikendarai melaju tanpa tujuan. Terasa perut lapar, berhenti berwisata kuliner menikmati berbagai "tempura"nya Bangka dengan sambal yg khas, nah sambal ini ada 3 jenis. Jenis taocu, terasi dan cuka. Semua "Tempura" dicicip semua sambal dirasain, dan yang seharusnya sambal di colek saja, karena cair akhirnya dicoba diminum, wah seger,,,memang ke tiganya pas juga di lidah (emang dasar lidah orang rakus hik) apa saja doyan.

Kemudian melanjutkan perjalanan, wah sudah semakin malam, dan pinggang dan bahu capek banget rasanya, maklum mobil non power stering jadi lebih berat. Tapi kemana pula ini arah tujuan , serasa semakin tidak jelas. Akhirnya turun juga dari mobil, iseng tanya orang , 'Pak ini daerah mana ya...." kata bapaknya "mau kemana " jawabku juga singkat sambil berdeplomasi dikit supaya tdk terlihat "linglung" kalau kesana kemana pak".... wah itu dermaga , wow pinggir pantai donk. Kemudian spontan aku bertanya lagi "daerah pedang panjang mana ya pak" ups.... "Pedang Panjang ?" tidak ada, kalau kacang pedang ada, wah jauh sekali itu.

ooo terus gimana ? akhirnya disaranku untuk ke arah mendekat kota, karena banyak petunjuk belok kanan, kanan dan kiri dan kiri, maka diputuskan saja untuk dua kali belokan kemudian bertanya lagi. Mobil melaju kencang karena selain sepi juga sudah semakin malam. Jreeenng lah kok pasar, kok banyak yang jual sayur malam begini, parkir dan bertanya pada bapak yang sedang mengantar isrinya membeli sayur. "pak... daerah kacang panjang itu mana ya" Tukang sayur nyeletuk,,"neng , silahkan kacang panjangnya" ups.... "daerah kacang panjang" bapak yang ditanya bingung...tidak ada, ini ada kacang panjang silahkan..... jidat ditepuk, plok...akhirnya ingat" eh pak daerah kacang pedang" ooooooooooooooooooooooo

Petunjuk belok kanan belok kiri berkali kali membuat semakin bingung, akhirnya hanya diikuti belok kanan dan kanan dan lampu merah 1,2 saja, sampailah di satu , melihat ada yg ganteng otomatis turun, di toko cassette itu bertanya , kalau mau ke pacang pedang bagaimana ?. dengan tenang, manis dan suara enak di dengar , petunjuk diberikan secara jelas. Lanjut mang... akhirnya mobil melaju kencang kearah kacang pedang. Berhenti ketika menemukan rumah tempat beristirahan. Rebah badan ini pulas, menunggu pagi. Pagi perut ini mulas karena semalam minum sambal.... uh..

Di kacang pedang ini memulai sesuatu untuk perjuangan melawan kebodohon. Iqroq... mari kita lanjutkan perjuangan. Dan Kacang Pedang adalah tempat yang akan menjadi bagian dari perjuangan ini. ........................Mimpi indahku adalah bersama orang orang seperjuangan, I Love YPPI, I Love sahabat2 ku seperjuangan yg pernah berada di YPPI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar