PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Rabu, 16 November 2011

naluriku membuat airmata tersentuh

jiwa raga ini tidak memiliki apa apa kecuali semangat, hati ini hanya memiliki niat, mata hati, mata kaki, dan kata hati berjalan beriring hanya ingin mengabdi. Kepada siapa pengabdian itu dilakukan kecuali kepada bangsa negara dan agama.

Itulah hidup yang sesungguhnya, rintangan, halangan, cacian, makian dan ketersinggungan mewarnai hari hari untuk terus belajar menjadi kuat. Ingin memperbaiki diri menjadi sebaik baik manusia.

Pagi ini jam 2, aku terbangun, merenung dipinggiran tempat tidur hotel yang lusuh, berdebu dan kotor, sudah 10 hari aku tidak contact dengan keluarga, merekalah penghiburanku. Aku memuji Tuhan untuk mendapatkan pertolongan atas beban kerjaku membuat laporan yang belum selesai. aku hadapi laptop, aku tertegun, aku hanya mampu merespon email yg masuk, dan hanya mampu menerawang FB dari halaman ke halaman. Aku lihat jam pada HP disampingku, masih jam 3, aku bertahan, dengan membolak balik file, ke kamar mandi siap dengan sikat gigi dan sabun, akhirnya terdengar adzan Subuh, pukul 4.20 , aku segera melakukan panggilan Subuh.

Jam 4.55 aku siap berada di depan hotel untuk menuju bandara, aku ingin segera sampai ke Surabaya, menyelesaikan semua apa yg tertinggal, mengejar apa yang belum terselesaikan. Berangkatlah peswat pagi ini menuju Jakarta pukul 6 tepat.

Sampai di lounge, aku buka lagi lap top, aku buka lagi lembaran lembaran FB, aku menemukan sebuah kata yang membuat airmataku deras mengalir, dan saat itu tertumpah tanpa sadar. Hatiku tersentuh oleh sebuah kalimat, harga di sini mahal ora cukup. Kalimat sederhana bagi yang menulis, tapi mampu menguras air mataku. Betapa tidak, ternyata perjuangan selama ini diukur dengan nilai uang dan kecukupan hidup. Apakah aku harus terus berjuang bersama manusia yang mengukur uang dengan sebuah arti perjuangan mencerdaskan anak bangsa ?

Tuhan sejatinya dalam diri manusia ada hasrat dan naluri, yang Tuhan ciptakan dan kita merasakan keberadaannya. Namun hati jiwa, dan nalurku pagi ini sangat tersentuh, membuat hatiku sangat kecewa, teriris miris, melihat betapa manusia itu memiliki nafsu yang membuatnya bisa berubah. Bantu aku Tuhan, untuk tetap kuat, mempertanggung jawabkan semua amanah-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar