PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Rabu, 05 Oktober 2011

PERPUSTAKAAN BAGI YPPI DAN SEMUA

Dipaparkan saat acara sharing pengalaman dengan Perpustakaan Bojonegoro

Studi Banding Perpustakaan Bojonegoro di Yogjakarta, 6 Oktober 2011

Overview

Bicara terkait Perpustakaan maka tidak bisa dilepas dari UU no 43 tahun 2007, sebuah tempat belajar sepanjang hayat bagi setiap warga Negara. Pemerintah telah mennetapkan UU tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kecerdasan masyarakat. Kita sebagai masyarakat ataupun institusi maka perlu mendukung penuh atas pengembangan perpustakaan di tingkat masyarakat.

Dari situlah maka YPPI harus tumbuh dan berkembang bersama seluruh lapisan masyarakat dan stake holder yang terkait untuk implementasi. Bagaimana cara YPPI tumbuh dan berkembang ?.

Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia didirikan tanggal 10 Januari 2007 sebelum UU no 43 2007 lahir, namun proses kelahiran UU tersebut YPPI turut serta sekalipun kecil sekali kontribusi YPPI atas kelahiran UU tersebut. Karena tentunya UU lahir melalui proses panjang.

Atau barangkali YPPI harus lahir karena tahu akan adanya UU tersebut, sehingga bisa sejalan dengan pemerintah untuk percepatan pengembangan perpustakaan di Indonesia. Dari mulai lahir itulah YPPI terus berkiprah di berbagai kota dan berbagai perusahaan yang menjadi mitra.

Visi Misi YPPI

Visi : Pencerdasan Masyarakat Melalui Perberdayaan Perpustakaan

Misi

  1. Perpustakaan yang berkelanjutan
  2. Perubahan Masyarakat atas pemberdayaan perpustakaan
  3. Peran serta semua pihak

Sejarah Pendirian

Ada 4 alasan :

1. Belum banyak lembaga yang specifik mengembangkan perpustakaan

2. Melihat banyak hal yang bisa dilakukan terkait dengan pengembangan perpustakaan

3. Apabila dilakukan secara serius dan fokus, maka yakin akan berhasil

4. Yakin kedepan Perpustakaan akan booming (opportunity)

Keorganisasian YPPI

YPPI didirikan oleh orang yang betul betul komitment terhadap perpustakaan, karena memang dimulai dari keluarga sederhana yang suka membaca. Ketertarikan pendiri YPPI terhadap perkembangan perpustakaan lebih dikarenakan pengalaman selama 7 tahu bersama coca cola foundation mengembangakan program perpustakaan di beberapa daerah di Indonesia, sejak itulah terpikir untuk terus berkomitment mengembangakan program tersebut dengan membentuk lembaga YPPI. Setelah pendirian maka diserahkan dan dipercayakan kepada Trini Haryanti untuk pengembangan seterusnya.

Staff YPPI

Kontrak kerja menjadi staff YPPI berdasarkan kontrak kerja dengan mitra, perpanjangan disesuaikan dengan perpanjangan dengan mitra. YPPI dikuatkan oleh manajemen religious kekeluargaan. Kebersamaan dan saling berbagi adalah mitos kerja.

Pada tahun 2007-2009 YPPI memiliki staff sampai berjumlah 20 orang yang bertugas di Bojonegoro, Surabaya, Pasuruan dan Muba.

Pada tahun 2009-2010 jumlah staff semakin berkurang sampai hanya tinggal 14 orang dengan program yang ada di Surabaya Pasuruan Karawang dan MUBA.

Pada tahun 2010-2011 jumlah staff tinggal 8 orang.

Dinamika keluar staff juga mewarnai keutuhan dan keberagaman tim YPPI, dan terus ditempa oleh pengalaman maka strategi recruitment dan kerja padat karya menjadi sebuah kebijakan baru. Dengan staff 5 orang di Surabaya , 2 orang di MUBA dan 1 orang di Karawang maka diberlakukan program kerja padat karya. Kemudian ada recruitment relawan untuk menutupi kekurangan personil untuk handle kerja yang sedang berjalan. Konsultan dan trainer dibutuhkan untuk menyelesaiakn kegiatan dan program program kerja lainnya.

Area Program YPPI

1. Surabaya

2. Pasuruan

3. Malang

4. Yogjakarta

5. Bojonegoro

6. Semarang

7. Bandung

8. Karawang

9. Bogor

10. Kuningan

11. Palembang

12. Musibanyuasin

13. Bangka

14. Anambas

Kwantitas yang sudah dicapai YPPI

1. 5 TBM Surabaya

2. 6 TBM Pasuruan

3. 2 TBM Karawang

4. 1 Rumah Kreatif Bogor

5. 1 + 1 Perpustakaan Sekolah (Kuningan dan Rembang)

6. 6 Sudut Baca Muba

7. 2 + 2 mobil di Jatim

8. 1 mobil di Muba

9. 1 Mobil di Bangka

10. 1 Mobil di Anambas

11. 7 Sampoerna Corner di 7 PT

12. 3 Employee Library (Sampoerna, Indonesia power, Pertamina Semarang)

Partner YPPI

1. Bank Indonesia

2. MCL Bojonegoro

3. Sampoerna

4. JOB Pertamina (Hess) Taliman

5. Ikatan Alumni SMA I Bangka

6. SMA N I Rembang

7. Indonesia Power

8. Pertamina Semarang

9. Conoco Phillip

PERPUSTAKAAN BAGI YPPI

1. Tidak sekedar sebuah ruang dan gedung yang berisi buku.(Library) tapi penyebaran informasi dan kemudahan akses ilmu dan pengetahuan dimanapun (transfer knowledge) , kapanpun dan untuk siapapun.

2. Tidak sekedar menghantarkan buku (Service Satisfaction), tapi akan ada keberlanjutan setelah menghantarkan buku, ada ikatan batin dan emosi diantara petugas, masyarakat dan stakeholder yang semua setuju bahwa pencerdasan masyarakat adalah tanggung jawab bersama (Sustainability Program).

3. Tidak sekedar membaca buku (Habit Reading), tapi aplikasi dan pengembangannya adalah merubah ekonomi masyarakat, merubah perilaku masyarakat, menjadikan perpustakaan sebagai sebuah agen perubahan (Agent of Change)

4. Tidak sekedar menguatkan masyarakat (Capacity Building), tapi menguatkan hidup dan kehidupan masyarakat menjadi masyarakat yang memiliki karakter kuat untuk mandiri, sadar akan masa depan yang lebih baik sehingga masyarakat berkecukupan dan sejahtera (Community Prosperous)

Sehingga perpustakaan yang dibentuk sangat fleksible dimanapaun dengan fasilitas apapun, heterogen masyarakat Ind tidak bisa distandarisasikan. Buku tidak bisa diberlakukan sama koleksinya. Program harus dilakukan need assessment terlebih dahulu, karena satu komunitas dengan komunitas lain sangat berbeda. Penyertaan masyarakat adalah proses button up untuk sebuah program yang harus terus berlanjut tanpa bergantung siapapun. Sumber dana digali melalui potensial explore masyarakat yang didukung oleh sumber daya manusia local secara maksimal.

Perpustakaan harus dilayani oleh petugas yang betul betul bekerja dengan hati, dan expert sekalipun dengan segala kesederhanaannya. Kebiasaan membaca masyarakat harus di implementasikan dengan membawa manfaat perubahann Penguatan kelompok untuk berkaraya dan pembentukan karakter yang kuat adalah landasan sebuah kemandirian. Jadi Perpustakaan tidak bisa dimaknai secara harfiah tapi dimaknai mendalam akan manfaat bagi ke masa depan masyarakat yang lebih baik.

YPPI tidak bisa bekerja sendiri, YPPI bersemangat dan penyemangat, YPPI membawa perubahan atas dasar kebersamaan. Demikian semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat, salam literasi.

Profile Nara Sumber

Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia

Jl Rungkut Asri Barat X/9 Surabaya 60293

Email : pustakaindonesia@gmail.com , web : www.pustakaindonesia.org atau 08133 133 8000.

Senin, 03 Oktober 2011

Pustakawan adalah Pejuang Literasi


Tidak banyak yang paham sebenarnya Pustakawan itu pekerjaannya apa, bahkan Pustakawan sendiri sedikit yang menyadari dirinya adalah pejuang. Bagaimana tidak lihatlah gambar disebelah, mobil perpustakaan keliling ini berada di belantara hutan sawit, karet dan perkebunanlainnya. Jika hujan maka jalan yang harus dilalui licin dan rawan tergelincir, jika panas maka debu beterbangan. Hanya mengantar buku, sesuatu yang tidak bisa dipandang hanya sebuah buku. Content buku itulah yang mencerdaskan masyarakat. apakah disadari juga oleh semua pihak bahwa banyak yang harus diselesaikan dan dikerjaan atas perjuangan pencerdasan masyarakat.

Disinilah YPPI mencoba berdiri diantara Pemerintah , Perusahaan, dan Masyarakat, disinilah UU 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan akan ditegakkan dan diimplementasikan. Siapa sangka bahwa buku itu bisa diantar sampai ke pelosok hutan oleh seorang pejuang yang bernama Pustakawan.

Akankan dalam mind set Pustakawan tetap bercokol bahwa Perpustakaan adalah sebuah ruang yang di dalamnya ada buku, harus dirombak total pola pikir Pustakawan, harus di bedah pemikiran dosen bahwa perpustakaan adalah sebuah ruang. Perpustakaan tidak bermakna buku saja, tapai Pengetahuan dan informasi yang akan dihantarkan kepada masyarakat.

Sudahkah anda sadari bahwa perjuangan tidak bisa terhenti sampai disini saja, banyak pelosok negeri yang belum terjejali buku, belum tersentuh layanan, dan dimana pustakawan, kapan pustakawan akan menyalakan kobar perjuangannya menyingsingkan lengan baju untuk ke pedalaman negeri ini. Membangun masyarakat cerdas dan berbudi.

Mari bersama kita bisa. Slam literasi