PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Kamis, 22 Desember 2011

Malam Refleksi

Dingin menyapa dalam balutan kain, rindu yang satu ini masih tersimpan, dipembaringan bersama demam tubuhku.

Akhir tahun, banyak memori menjadi slide sebagai refleksi, segala yang terasa adalah warna kehidupan. Rasanya aku tidak ingin bangun dari dari tempat tidurku.

Kalau boleh aku ingin mengajukan diri untuk pensiun, akan aku coba, ada satu ganjalan yang bergejolak, perilaku yang selalu aku pahami sebagai hambatan, bukan sebagai warna yang membuat aku semakin sabar , walaupun aku mencoba terus.

Aku tetap memiliki semangat untuk menyalakan ideologi Literasi di Indonesia, semoga orang orang "pinter" dan berperilaku baik, selalu membantuku, atas kehendak Tuhan, semua akan berjalan sebagaimana anugerah yang digariskan, aku syukuri, aku nikmati, dan aku menunggu detik akhir panggilan.

Perjalanan Akhir Tahun

Tahun ini, serasa panjang perjalanannya karena banyak hal peristiwa yang dilalui :
1. Secara internal memimpin lembaga sempet spot jantung karena MOU tidak segera ditandatangani.
2. Masih bicara memimpin lembaga ada 5 personil yang keluar karena resign, diberhentikan, dan karena memaksa merisgn dirinya sendiri, berbagai alasan namun tetap saja pencitraan diri pemimpin terkoreksi negatif, tetap maju pantang mundur untuk membuktikan diri bahwa tetap memiliki semangat meraih sukses
3. MOU yang tak terduga ditandatangani sebagai penutup akhir tahun, terima kasih Tuhan, bahwa niat baik dan kerja keras terbukti
4. Laporan Pertanggung jawaban yang tak kunjung selesai, malu pada diri sendiri, lembaga dan kepada Tuhan atas kepercayaan yang telah diberikan belum mampu dijalankan 100% baik
5. Mencapai prestasi baru dengan dipercaya sebagai Juri Lomba Perpustakaan Desa tingkat Nasional dan menjadi nara sumber di beberapa kegiatan
6. Merumuskan hal hal baru yang menjadi kebijakan lembaga, sekalipun masih banyak lagi yang harus dirumuskan, terus saja diperbaiki, dan pada akhirnya akte notaris dan AD ART lembaga juga perlu di syahkan dengan dukungan pihak pihak yang memang kompeten
7. Libur atau cuti tidak kunjung diambil sampai akhir tahun tiba, sekalipun belum puas namun sudah cukup membahagiakan orang tua saat berlibur 2 hari.
8. Mendapatkan harapan baru dengan partner baru di lembaga, keinginan masuk kampus untuk menyelesaikan yang tertunda entah bisa atau tidak maka semua diserahkan sepenuhnya pada kehendak Tuhan atas semua upaya yang ditempuh
9. Ingin sekali mendapatkan surprise akhir tahun dengan tanda tangan MOU sekali lagi dengan siapapun
10. Catatan perjalanan ditutup dengan niat suci beribadah di Tanah Haram, entah kapan, semoga tahun 2012 semua administrasi dan dana bisa tersedia, menyerahkan sepenuhnya pada kuasa Tuhan.
11. Refleksi akhir perjalanan adalah koreksi diri atas apa yang belum ditunaikan sebagai kewajiban sebagai hamba, kepada sesama.
12. Harapan terbentang, dengan berbagai upaya upaya perbaikan, semoga Tuhan memudahkan segalanya.

Amin..... untuk YPPI, salam hangat dalam dekap kasih dan cintaku menuju wujud damai atas pencerdasan umat manusia di dunia. Terima Kasih buat orang orang terkasih yang telah mensupport dan menjadikan diriku seperti sekarang.

Senin, 12 Desember 2011

Lembaran hidup hari ini

Pagi ini ada satu pelajaran tambahan, sebenarnya pelajaran ini sudah pernah diterima, namun pagi ini sedikit merenung. Ketika bangun subuh, sesuai ajaran orang tua dan agama yang aku percaya, maka bangun subuh itu hukumnya wajib dan tidak bisa ditawar lagi. Selesai menjalankan kebutuhan ritual pagi, sebagai bentuk pendekatan hati kepada sang Penciptanya, sejenak tertegun.... Tuhan, akan Engkau jadikan apa, orang yang tidak pernah mau bangun pagi ?.

Kemudian ritual beres beres rumah, sambil mendengarkan alunan musik, ini disebut ritual olah otot disertai olah rasa, karena yakin Kebersihan adalah sebagian dari iman. mulai dari meja kerja, dapur, kamar mandi, mobil, memasukkan semua apa yang akan dibawa ke kantor, hari ini beda, bawa bantal, peralatan dapur dan isi kulkas, dibawa ke kantor karena akan ada RAPB. Kemudian cuci baju, sambil mandi, jeda sejenak membersihkan lokasi tempat cuci baju yang tidak terlihat cling lagi. Terdengarlah orang serumah yang baru bangun tidur, sosok perempuan muda usia masih belasan atau sekitar 20 tahunan, mengucapkan selamat pagi, di saat pukul 5.45, ke kamar mandi, melaksanakan ritual Sholat, kemudian ke dapur bikin mie instan, makan di depan TV, mandi, berdandan dan siap berangkat. Terheran dia ketika melihat mobil sudah penuh dengan barang barang yang akan dibawa, tak ada pertanyaan bagi dia, kecuali kata "wow sudah siap semua ya", aku terdiam mendengar ucapannya, terheran mendengar sikapnya.

Seperti pertanyaanku pagi tadi di depan sang "Penguasa" akan engkau jadikan apa orang seperti ini ? ... yang terjawab adalah, agar aku mensyukuri nikmat, bahwa aku diberikan olah gerak jiwa dan spritualku untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba, mensyukuri dan bisa mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mengajari kebaikan dan kedisiplinan sebagai manusia yang bertanggung jawab, sebagai rasa cinta akan kesehatan yang telah diberikan Tuhan, sebagai rasa rendah hati, bahwa manusia memang diciptakan berbeda untuk saling melengkapi, sebagai rasa syukur bahwa tidak merepotkan orang lain, sebagai rasa bangga bahwa aku sudah melakukan banyak hal di 2 jam pertama setelah aku bangun pagi.

Kasihan sekali anak ini yang hidupnya hanya bisa melakukan ritual shalad dan makan pagi, tanpa tahu harus ngapain atas rumah yang ditempati, tidak juga kamar tidur yang dipakainya. Kalau hidup lebih banyak makan dan tidur apa jadinya ? lebih senang bergantung pada orang lain, semua sudah beres, tidak paham apa yang harus dilakukan, tidak paham bahwa ada permasalahan yang menimpanya, ada ketidak beresan atas olah spiritualnya, atas kesalahan batin yang tidak memiliki kepekaan sosial.

Dalam sebuah pernyataannya, yang paling aku ingat adalah "Betapa kasihan kalau kerja selalu pulang malam, bagaimana keluarga di rumah" dia penganut paham "Mangan ra mangan yen kumpul" (lebih baik tidak makan yang penting kumpul keluarga) padahal sebuah keluarga bisa berbahagia ketika bisa berkumpul disertai kecukupan kebutuhan lahir dan batin, dan kecukupan lahir (materi) di jaman sekarang lebih dari sekedar empat sehat lima sempurna, ada faktor hiburan, ada faktor edukatif, ada faktor investasi. Betapa kasihan pola pikir anak muda ini, masih kental dengan tradisi tanpa menyadari betapa masa yang akan datang lebih kompetitif, dan betapa kasihan bahwa dia tidak paham sebagai perempuan dia harus mendidik anaknya dengan bersekolah yang lebih tinggi dan itu dibutuhkan biaya, bahwa masa depan perempuan bukan lagi bergantung pada keringat suami tapi harus sama sama berkeringat.

Apalagi yang harus dinasehatkan kepadanya, ketika hidup lebih dinikmati dengan diam, makan dan tidur, betapa dia dibuai oleh angan angan membentuk keluarga bahagia walaupun itu belum dialaminya, dan tanpa di dasari ilmu yang cukup, apakah di dasari banyaknya tidur dan "bermimpi", hanya Tuhan yang tahu akan nasib seseorang.

Dari pengamatan, tidak ada orang yang berhasil tanpa kerja keras, disiplin dan berbagi. Ada banyak orang yang terpuruk di masa tuanya, karena kemalasan dan ketergantungan pada orang lain dan pada kekayaan warisan orang tua.

Semoga pelajaran hari ini, membuat ku semakin mensyukuri dan semakin rajin lagi untuk bisa berbagi pada banyak orang akan suatu kebaikan.

Sabtu, 10 Desember 2011

Bagaimana Kita Harus Menjadi "Baik"

Kata yang sering dilontarkan banyak orang adalah TIDAK ADA YANG SEMPURNA, dalam dunia kerja tentunya ada sesuatu yang harus dikerjakan, ada sebuah proses dan ada hasil yang akan didapatkan. Hasil yang di dapat tentunya sesuai dengan tujuan yang dicapai. Ada sebuah "NILAI" yang tentunya akan sesuai dengan visi misi, yang diketahui semua tim (Staff) yang tergabung di dalamnya.

Tim akan bekerja dengan menjaga keharmonisan hubungan, baik secara horisontal maupun vertikal, dan itu akan terhubung dengan sebuah komunikasi dan koordinasi yang baik. Seorang Pemimpin pasti berharap staff (Tim) akan bekerja dengan "SANGAT BAIK" sementara Staff (Tim) akan bekerja maksimal, ada banyak tuntutan untuk bisa mencapai hasil maksimal.

Yang kadang tidak disadari oleh staff adalah sudah merasa kerja baik, tapi masih saja salah, dan akan lebih salah lagi kalau staff tersebut "MERASA" dirinya sudah bekerja dengan baik, sesuai aturan, sesuai prosedure, sesuai sistem, sesuai job desc, sesuai tuntutan, sesuai instruksi, kemudian "MENUNTUT" hak. Karena pimpinan akan melihat dari segala segi untuk sebuah keutuhan yang "sempurna". Tuntutan perilaku yang baik, tuntunan kejujuran, tuntunan etika, tuntunan loyalitas, tuntutan untuk tidak banyak menuntut, tuntutan untuk tidak menjadi provokator, tuntunan untuk mencapai situasi kerja yang kondusif, tuntunan disiplin, banyak tuntutan lainnya, yang tidak terhitung jumlahnya. Apakah hal yang demikian sulit bagi staff ? Sulit atau tidak bergantung bagaimana staff tersebut menyikapi, karena kebaikan kerja yang datangnya dari staff juga akan membawa kebaikan bagi staff tersebut, jika staff bekerja seperti harapan pimpinan dari segala sudut maka kembalinya kepada staff itu sendiri.

Pimpinan akan selalu berfikir efesien, mencapai target, mencapai prestasi, mencapai kerja yang profesional, mencapai hal hal yang terbaik. Tidak ada yang menginginkan sebuah "Kegagalan" sehingga pemimpin tentu terkesan banyak menuntut. Pemimpin pasti merasa tidak pernah bisa kerja sendiri, untuk itulah siapapun yang mendukungnya akan berada dalam satu lingkaran tuntutan tersebut. Pimpinan akan mengalami stresing lebih tinggi jika tidak didukung oleh sumber daya yang excellent, tidak didukung oleh resources yang memadai. Semua tentunya akan menuntut kesempurnaan.

Staff tentunya juga menuntut memiliki Pimpinan yang baik, pemurah, penyayang, tidak pernah marah, tidak banyak menuntut, apapun yang dilakukan staff dipuji, tidak pernah dimarahin, dibiarkan saja, diberikan kebebasan. Maka kedua belah pihak yang memiliki harapan masing masing saling ber-empaty, kalau empaty ini tidak ada lagi maka keharmonisa tidak terjaga.

Yang susah bagi pimpinan adalah menghadapi staff yang sulit mencerna sebuah intruksi, sulit menterjemahkan apa yang disampaikan, sulit menerima apa yang menjadi harapan, sulit memahami apa yang menjadi tujuan, sulit melakukan sesuatu yang sudah dicontohkan, selalu menuntut karena sudah "merasa" kerja baik.

Pemimpin yang pernah menjadi staff akan memahami suatu pelajaran bahwa tidak mudah mencapai suatu prestasi menjadi pemimpin, sebelum malakukan sebuah proses tahapan yang disebut "kerja keras, jujur, berperilaku baik, bertutur kata sopan, memiliki etika, selalu rendah hati, selalu belajar, selalu memiliki semangat lebih, selalu cepat bertindak dan mengambil suatu keputusan, dan hal hal lain yang melengkapi sebuah proses menjadi pimpinan"

Satu nasehat untuk yang masih menjadi staff : semakin anda bersikap keras, maka tunggu saatnya "pecah" dan hancur berantakan.
"merasa" kerja baik itu berarti anda masih terus harus belajar menjadi lebih baik. Kalau anda menuntut berarti anda akan lebih banyak dituntut untuk menjadi lebih baik.
Kesuksesan itu tergantung seberapa seriusnya anda untuk mencapainya.

Kamis, 08 Desember 2011

journey of memory

Kembali aku datangi kota ini, menekan segala peraaan, aku sandarkan kepalaku pada kursi taxi yang melaju membawaku ke tujuan. Masuklah segala perasanku pada jiwa yang gundah, entah kenapa belum bisa menghilangkan rasa.

Masuk dalam suatu ruang, say hello dengan beberapa teman sejawat, dan pergi sementara meninggalkan mereka mengisi perut dalam satu resto di dalam hotel. aku masih diam menekan perasaan, ada yang aneh dalam diri dan pikiranku. Selesai sarapan, Aku masuk kembali ke ruang dan mengikuti Seminar. Sebenarnya bukan seminar yang ingin aku ikuti, tapi bersama sang "Begawan" ada banyak hal yang dibicarakan untuk perubahan strategi ke depan bagaimana YPPI bisa menjadi lebih baik.

Selesai acara, aku minta ijin sang Begawan untuk kembali ke kamar, menunaikan ibadah wajib. Begitu aku ambil kunci, aku masih tenang, tapi ketika sang pengantar membawa ku ke kamar, aku ingat betul 6 tahun yang lalu aku masuk kamar yang sama, ketika aku sandarkan tubuhku ditempat tidur, aku tenang menanti pagi, pergi dengan pesawat kecil membawa ke sebuah pulai kecil bak negeri surga, bersamamu.

Aku mengamati kembali kamar yang tidak berubah, aku berkata pada diriku, bahwa hari ini kerjaan harus selesai, bahwa datang ke kota ini adalah untuk bekerja, datang ke kota ini harus membawa perubahan, bukan yang lain seperti dalam gejolak jiwa yang tidak tenang.

Akhirnya aku harus kembali kepada sang Begawan menyelesaikan segala tugas dan tanggung jawab untuk membawa perubahan. Inilah menara gading yang aku bangun sendiri tanpamu, kembalilah kekasih suciku, teruskan perjuangan ini bersama, aku menantimu bukan di kota ini.

Rabu, 07 Desember 2011

Kota Kata Hati

Kota ini begitu istimewa,
Gundah ketika besuk aku harus berangkat lagi,
sendiri,.....
Aku menyimpan file kota ini,
Yang paling dalam menghujam ulu hati.

File kota ini tertata rapi di sanubariku,
tempat makan, kursi dimana aku duduk,
baju merah yang aku pakai, diamku tanpa kata
Kamar tempat aku tertidur, jalan dimana aku selalu lalui.

Pagi jam 6, adalah detik waktu yang pernah mengukir rindu
Pesawat kecil membawa kita terbang dalam surga kala itu
Kapal pesiar membawa kita melaju dalam peluh cinta tak berujung.

Kini aku simpan file kota itu, aku datang dan tak akan membukanya kembali
Biar saja aku lalui kota ini, berada di dalamnya dengan menara gading yang aku bangun sendiri.
Ketika detik rindu melaju dari timur, maka aku akan menunggu rindu datang
di kota lain, bukan di kota ini, bersamamu,,,,,,,, jaga file ini seperti menjaga cintamu.
Jaga hatiku seperti menjaga kesucian rindu , aku datang dan segera berlalu.

Selasa, 22 November 2011

PROGRAM PUSTAKA HYDRON

Materi Sosialisasi

23 – 25 November 2011

OVERVIEW

UU No 43 dengan UU no 40 tahun 2007 adalah satu hal yang saling terkait erat, Perpustakaan dan CSR (Corporate Social Responsibility). Kabupaten Anambas memiliki kemudahan ke duanya untuk terus bisa dikembangkan. Dan Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) akan melakukan pendampingan untuk waktu kurang lebih 18 bulan.

Sosialisasi adalah langkah awal, untuk mengenal lokasi, kebutuhan masyarakat dan komitment pemerintah, untuk itulah dalam kesempatan sosialisasi pertama bersama dengan Kemendikbud. Beberapa agenda yang akan dijalankan adalah visit ke beberapa sekolah, dan menentukan titik layanan. Adapun materi yang akan disampaikan terkait dengan UU no 43 2007 tentang Perpustakaan.

Tujuan Sosialisasi

Mendapatkan dukungan program dengan komitment dan sharing untuk mencapai capaian secara maksimal dan kelanjutan pengembangan bersama stakeholder.

Metode : brainstorming

TARGET WILAYAH LAYANAN

Masyarakat di kecamatan Siantan dan Palmatak

Waktu :

- November 2011 – Maret 2012 à Persiapan

- April 2012 – Desember 2012 à Pengembangan Program

- Januari – Maret 2013 à take offer

OUTPUT :

Menciptakan Reading Habit pada masyarakat, untuk mencapai pencerdasan masyarakat yang maksimal melalui program perpustakaan.

TUJUAN UMUM

Perubahan perilaku masyarakat karena keterbukaan pola pikir yang membawa dampak perubahan sosial ekonomi.

PENCAPAIAN TUJUAN

1. Penyediaan fasilitas : tersedianya bahan bacaan dan kemudahan akses informasi dalam satu ruang atau bangunan milik umum

2. Penguatan kelompok : pembentukan pengurus dan pengenalan manajemen dan keorganisasian, pengenalan administrasi layanan dan administrasi perpustakaan.

3. Sosialiasi dan Pendekatan kepada tokoh masyarakat (key person approach)

4. Layanan Prima : pemanfaatan fasilitas dengan pendekatan layanan yang baik, dan tepat sasaran

5. Perencanaan Kegiatan (Participatory integreted Program) bersama sama masyarakat

6. Berjaringan (Social Networking) untuk pengembangan program yang terus berkelanjutan

7. Penggalangan dana dengan pemanfaatan potensi yang ada dan terus dikembangkan

8. Monitoring dan evaluasi untuk melihat tingkat capaian untuk memahami keterjangakaun dan pemanfaatan potensi dan pengembangannya.

Perpustakaan keliling

Perpustakaan yang menggunakan sarana transportasi dilengkapi dengan koleksi buku, non buku , audia visual sehingga mampu lebih mendekat kepada pengguna perpustakaan (pemustaka) sehingga fungsi perpustakaan tidak saja menghantarkan buku dan informasi tapi turut aktif berkegiatan di masyarakat dengan cara malayani dan mendekati kelompok masyarakat untuk berkegiatan bersama.

Layanan ini terjadwal sesuai kesepakatan bersama kelompok masyarakat di titik layanan yang harus dijangkau untuk ketersediaan dan kemudahan akses buku dna informasi.

Fasilitas yang dibutuhkan adalah bisa berupa mobil, motor, sepeda, gerobak atau kendaraan lainnya.

Yang mesti diperhatikan adalah :

- Kendaraan : pengadaan, perawatan, operasional, SDM

- Buku : judul, jumlah, penambahan koleksi

- Koleksi non buku : eduitainment,

- Audio visual : film

- Kegiatan : untuk kelompok usia dan kelompok social, kebutuhan, kebiasaan dan ketersediaan.

- Layanan : waktu, petugas, luasan area

- Jaringan : Pemerintah, swasta, masyarakat

- BAGAIMANA KEBERLANJUTANNYA : 7 aspek pendukung

- Fasilitas – koleksi – layanan – kegiatan – jaringan – regulasi – ketersediaan dana