PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Minggu, 16 Mei 2010

Kebangkitan Perpustakaan Indonesia

Hari ini sebagai hari Perpustakaan Nasional, kami dari Surabaya tidak bisa banyak berharap, seperti apa yang diamanahkan tetua kami bahwa janganlah menanyakan pada bangsa apa yang diberikan ke kami tapi kami harus bertanya apa yang sudah kami perbuat untuk bangsa dan negara ini. Maka di tanggal 17 Mei sebagai tonggak sejarah berdirinya PERPUSTAKAAN NASIONAL maka kami ingin menyampaikan bahwa YAYASAN PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN yang telah (baca: baru) berusia 3 tahun mengintrospeksi diri apa kiprah YPPI untuk Indonesia.

Kami mendengar bahwa sudah 1,5 tahun Perpusnas berjalan tanpa "Kepala" kami mendengar bahwa ada UU no 43 2007 tentang Perpustakaan, kami mendengar bahwa Pustakawan sudah memiliki banyak alternatif "wada" untuk berekpresi ada ISIPII, ada IPI, APISI, ada ATPUSI ada yang lain lagi, apapun namanya semoga wadah tersebut bisa dijadikan tempat yang tepat untuk ektualisasi dan ekplorasi diri untuk perkembangan perpustakaan di Indonesia.

YPPI adalah lembaga non profit yang mencoba membantu pemerintah mengembangkan perpustakaan dengan menggandeng perusahaan untuk implementasi UU no 40 2007, dimana CSR akan bisa bermanfaat dengan baik, apabila memiliki konsep yang jelas, berkesinambungan dan berkelanjutan, salah satunya bidang pendidikan dalam mengembangkan pengembangan perpustakaan Indonesia.

Mengenang lahirnya perpustakaan nasional sebagai sebuah institusi pemerintah bidang perpustakaan maka seluruh rakyat Indonesia mengetahui , memahami, mendukung dan terlibat aktif dalam peran pencerdasan masyarakat. Perpusnas yang sudah 1,5 tahun ini tanpa kepala tentunya sangat berpengaruh kurang baik terhadap tumbuh dan kembangnya sebagai institusi, tidak diketahui pasti kenapa, dan bagaimana ini terjadi, namun demikian sebagai masyarakat maka Perpusnas ternyata bukan sebuah lembaga yang dianggap penting dan memiliki pengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, kalau dianggap penting tentunya hidup tanpa kepala tidak bisa dibiarkan sampai 1,5 tahun.

Ketika tidak dianggap penting maka, kami sebagai masyarakat mempertanyakan bagaimana hak kami dalam UU no 43 2007 tersebut, sekali lagi kami tidak menuntut atau mempertanyaakan apa yang pemerintah perbuat buat kami, tapi kami hanya bertanya ini sampai kapan.

Tentunya institusi tanpa kepala ini, tidak akan mempengaruhi kami dalam berkiprah sebagai bentuk implementasi keberadaan kami sebagai institusi independen yang consent dalam bidang perpustakaan untuk terus melanjutkan "perjuangan" yang semakin hari semakin ke depan semakin harus terus berjuang, karena cita cita tidak berhenti pada tercapainya tujuan tapi terus ditularkan pada siapapun yang akan meneruskan perjuangan ini.

Hari perpustakaan Nasional menjadi moment berharga bagi kami, bahwa 1 hari ketika berulang tahun maka instropeksi diri menjadi hal penting untuk kita bisa dan mampu berbuat lebih baik lagi, membawa manfaat bagi banyak orang, bagi masyarakat, bagi bangsa dan negara. apakah hari ulang tahun perpustakaan ini juga memiliki rasa mendalam yang bisa dirasakan sama oleh pustakawan, oleh akademi yang mencetak pustakawan, oleh lembaga organisasi yang menaungi pustakawan dan perpustakaan, yang consent ke pendidikan, ke perpustakaan, penerbitan, perbukuan, semoga di usianya yang semakin bertambah disertai kedewasaan maka tentunya lebih matang eksistensinya, lebih memiliki kepekaan yang luar biasa, lebih bisa bertanggung jawab atas keberadaan nya ditengah tengah masyarakat, dan lebih berdaya dalam menanggulangi permasalahan atas diri dan bangsanya. Apakah sekarang yang bisa kita perbuat.

Selamat Ulang Tahun Perpusnas.....salam hangat dari kami YPPI dan masyarakat di Surabaya dan Jawa Timur.

Sabtu, 08 Mei 2010

Manata Hati

Kekuatan batinku semakin terasah, menjadikan emosi tidak stabil, karena memahami yang terjadi yang tidak kasat mata. Kesabaranku harus aku latih untuk menyesuaikan kata hati...