PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Sabtu, 27 Juni 2009

Belajar dari kata "SEBERAPA"

Kita semua mungkin masih ingat dengan Iklan, ketika anak bertanya pada orang tuanya, bahwa SEDALAM APAKAH LAUTAN KITA, ATAU SELUAS APAKAH INDONESIA maka orang tua menjawab SEDALAM USAHAMU MERAIH CITA CITA, ATAU SELUAS PENGETAHUANMU.

Walah rasa nya sudah lupa lupa ingat, tapi aku belajar dari Kalimat yang ada di Iklan ini. Seberapa kuat usahaku ? seberapa cerdas aku menyikapi banyak hal, seberapa tekun aku dalam bekerja ? seberapa pandai aku mencari pekerjaan, seberapa besar tanggung jawabku akan hidup , seberapa cerdas menghadapi peluang, banyak lagi pertanyaan.

Ada banyak hal yang ingin aku lakukan, kadang aku ingin share tapi kadang aku ingin lakukan sendiri, kadang aku berharap, kadang juga bisa nyantai, aku nikmati saja, apapun yang aku lakukan pro kontra pasti ada, hal yang biasa, tapi menjadi luar biasa ketika aku "tidak melakukan apa apa" kalau sukses tidak perlu bangga, kalau gagal itu yang harus kita pelajari, kenapa.

Kadang menurut kita sesuatu sudah kita lakukan dengan baik, tapi kadang menurut yang lain ada yang jauh lebih baik lagi, disinilah kita banyak belajar dari orang lain. Kalau kita sudah merasa melakukan sesuatu tapi menurut orang lain belum maksimal maka seberapa kita bisa menangkap peluang untuk melakukan yang terbaik. Demikianlah bahwa sebenarnya kita harus terus belajar, dan bekerja keras adalah sesuatu yang wajib tapi seberapa keras bergantung pada upaya meraih sukses. Bisa menempuh sukses dalam waktu singkat karena ketekunannya, bisa sukses dalam waktu singkat karena keberuntungannya tapi kadang ada yang ingin menjadi yang biasa saja, atau bahkan tragis ada orang yang merasa selalu gagal.

Usia seseorang bukan cerminan tingkat kedewasaan dan kematangan dalam berfikir, keuletan kerja juga merupakan pembiasaan, bukan faktor kebetulan harus ulet, bisa karena faktor alam yang membentuknya, faktor lingkungan yang mempressurenya, tapi ketika memulainya adalah sesuatu yang berat apabila dirasakan, ada protes, ada keluhan bahkan ingin ada pilihan lain.

Kenikmatan hidup sebenarnya adalah jika kita merasakan bahwa apa yang telah kita lakukan bermanfaat buat banyak orang, kenikmatan hidup adalah ketika bisa mensyukuri yang ada. Sebenarnya hidup ini adalah perjalanan yang berproses untuk mencapai titik dimana kita mempersiapkan hidup yang abadi.

Syukur dan Ikhlas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar