PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Rabu, 06 Mei 2009

Seminar : Membangun Jawa Timur Membaca

TBM Perlu Diperbanyak Rabu, 6 Mei 2009 11:25 WIB
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

SURABAYA – Kebutuhan masyarakat akan perpustakaan kian meningkat. Namun ketersediaan perpustakaan untuk masyarakat sendiri dinilai masih kurang. Terutama yang mudah diakses kapan saja tanpa terkendala masalah jarak.
Banyak yang mengatakan, minat baca masyarakat di Indonesia masih rendah. Padahal yang sebenarnya, minat baca di Indonesia cukup tinggi. Namun sulitnya mendapatkan buku sebagai bahan bacaan membuat masyarakat jadi jarang membaca.
“Karena tidak ada kemudahan mendapat buku bacaan, masyarakat jadi jarang membaca. Padahal minat baca mereka sebenarnya tinggi,” kata Direktur Yayasan Pengembang Perpustakaan Indonesia, Trini Haryanti, dalam seminar “Membangun Jawa Timur Membaca” di Perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga, Selasa (5/5).
Untuk mengatasi masalah tersebut, memperbanyak koleksi buku di perpustakaan umum saja tidak cukup. Perlu adanya taman membaca masyarakat (TBM) atau semacam perpustakaan kecil yang mudah diakses masyarakat.
Trini mengatakan, perpustakaan umum milik pemerintah juga harus proaktif untuk menggairahkan minat baca masyarakat. Jika tetap tersentral seperti sekarang, ujarnya, perpustakaan pasti jarang dikunjungi masyarakat.
“Terkait masalah ini, perpustakaan harus bisa merangkul masyarakat dan merakyat agar koleksi buku yang ada bisa terbaca dan memenuhi kebutuhan para peminat baca,” tandasnya.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan perpustakaan umum adalah mendirikan TBM di tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat. Entah itu taman bermain, pusat perbelanjaan atau bahkan tempat wisata. Trini beralasan, tempat-tempat ini selalu ramai pengunjung. Keramaian orang itulah yang harus dibidik dengan mendirikan TBM di sana. Dengan demikian, saat berkunjung ke taman bermain atau pusat perbelanjaan, mereka bisa menyempatkan diri mampir ke TBM untuk membaca buku.
“Ruang publik yang ada harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” katanya.
Pentingnya kemudahan mendapatkan buku juga diungkapkan Guru Besar FISIP Unair, Prof Soetandyo Wignjosoebroto, MPA. Menurutnya, kemudahan mendapat buku bacaan otomatis mengangkat minat baca masyarakat. Jika minat baca naik, kemampuan membaca masyarakat juga akan naik. rey

sumber berita : http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=d479d9a70cc8ef8d85152c28a1619b69&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c&PHPSESSID=b2216c5efad20431df1ab8854f8300fe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar