PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Sabtu, 02 Mei 2009

Ketika rasa menjadi Karya


Bagaikan ranting dan daun yang ketika kering akan lepas dari pohonnya, tapi ketika jatuh maka akan bermanfaat, alur kehidupan kita seharusnya demikian, dimanapun kita berada maka manfaat hidup kita buat orang lain dan sekitarnya bergantung dari bagaimana kita memanfaatkan waktu, ide, pemikiran, kreatifitas, karya dan upaya.

Sebenarnya ada waktu dimana antara hati, pikiran dan rasa sulit untuk dikompromikan, namun demikian hal terbaik telah dipertimbangkan dengan daya pikir yang di manag dengan baik. Berbagai karya muncul ketika manusia menyadari bagaimana penuangan kreativitas didasari atas penciptaan yang digerakkan oleh rasa dan olah pikir manusia itu sendiri.
Cita cita sesungguhnya adalah mimpi, akan menjadi indah kalau bisa mewujudkan dalam karya yang bisa dinikmati dan bermanfaat banyak manusia. Sesungguhnya hasil cipta manusia tersembunyi karya Agung penciptaNya, betapa maha karya manusia adalah implementasi sebuah keindahan rasa.
Dari waktu ke waktu manusia menjadi dewasa, sekalipun bukan karena faktor usia saja yang membuatnya dewasa, tapi karena kehidupan dan permasalahan yang mengikutinya, namun demikian prestasi tidak harus dimiliki karena kedewasaan, tapi lebih mengexpresikan kemampuan diri.
Tulisan pun bisa diwujudkan sebagai bentuk expresi dan bisa dinikmati siapapun, kadang tanpa disadari karena suasana hati dan oleh rasa yang menggerakkan karya. Dan sebenarnya hari ini aku menuliskan nya karena aku tidak tahu apa yang harus aku ucapkan pada wujud kebimbangan batinku. Ada yang ingin diungkapkan tak jelas dan kebimbangan itu menjadikan suasana batin yang dirasakan sangat mengganggu lahirnya sebuah karya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar