PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Selasa, 26 Mei 2009

Hari ini aku sangat dekat dengan Tuhanku

Seperti biasa setiap satu minggu sekali aku harus ke Yogja, berangkat dari Surabaya sekitar pukul 23.00, sejak habis magrib mataku begitu sulit dikompromikan, aku tertidur dalam posisi duduk di depan lap topku. Teman baikku di rumah menyarankan aku untuk istirahat, aku baringkan tubuhku di bale bale depan Televisi. Sekitar pukul 21.00 teman baikku pamit pulang, ah sulit rasanya mata ini terbuka. Malam sebelumnya aku tidur diatas jam 24, sementara bangun juga ketika adzan Subuh, dan beberapa hari lalu memang sedikit sekali tidurku. Sampai diatas bus yang membawaku ke Yogja aku berbaring kedinginan, sampai pagi baru terbangun ketika pukul 05.30. Sampai di terminal Yogya aku turun, menuju ke toilet, dan menyiapkan diri berangkat menuju Kampus. Aku berusaha fit untuk memulai semangat belajar....

Aku merasakan hari ini hari yang berbeda, rasa itu muncul satu hari dalam satu tahun, sms pertama aku terima dari sahabatku, sms ke dua, ke tiga, ke empat sampai ke delapan dan seterusnya membuat aku terhibur. Ternyata ada juga surprise dari salah seorang pejabat negeri ini yang mengirim sms istemewa, thanks to god,

Selama di kelas, aku merasakan keanehan juga, aku begitu sering menyebut nama Tuhanku, selesai belajar pukul 14.30 aku bergegas menuju stasiun. Sepanjang perjalanan menuju stasiun Tugu hujan deras menyejukkan kota Yogja, aku nikmati segelas teh kental ala yogja dan sebungkus nasi "kucing" stasiun, nikmat juga, karena seharian belum ketemu nasi. Selesai makan diantara hujan deras aku ke loket untuk mendapatkan tiket, aku minta tempat duduk di posisi tengah.
Begitu masuk gerbong tiga kereta sancaka, suasana lengang, sedikit penumpang, begitu aku duduk, aku memanggil kembali nama Tuhanku, semakin kuat aku memanggil, semakin terlintas bayangan orang orang terdekatku, Tuhan...aku bagaikan anak kecil yang meraung raung minta tolong, Tuhan aku sudah tidak bisa meminta lagi, terlalu banyak yang aku terima, Tuhan terlalu banyak yang Tuhan berikan, Tuhan..aku tidak tahu lagi arti tetesan air mata ini, aku tutup mataku dengan selimut, dingin semakin terasa, Tuhan...masih ada kesempatan untukku ? Tuhan....satu satu orang terdekatku melintas dalam bayangku, bersama gelapnya malam, bersama laju kereta menuju Surabaya.

Tuhan...sampai aku di rumah, sampai puncak malam, sampai pagi menjelang aku terus menyebut nama Tuhanku, semakin dekat dengan urat nadi semakin tak terkatakan, aku berserah diri sepenuhnya, Tuhanku..... air mata ini menetes kembali tanpa arti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar