PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Minggu, 26 April 2009

titik nol

Dalam dua bulan ini, begitu banyak yang harus dilakukan, sebenarnya tidak beda dengan bulan sebelumnya, tapi terasa berat ketika perjuangan untuk mendapatkan MoU belum juga bisa diraih.

Belum lagi semakin menipisnya amunisi untuk mensupport seluruh aktivitas yang begitu padat dan semakin hari semakin menumpuk. Team yang ada sangat solid mengkoordinasi segala aktivitas yang harus diselesaikan dalam bulan ini.


YPPI bangga dengan team yang ada, namun kondisi fisik ku sebenarnya sangat menurun, berbagai bergulatan batin menyertai setiap langkah kakiku dalam mempertanggung jawabkan pekerjaan YPPI.

Kekuatan dan semangat sebagai leader harus terus ada disetiap detak jantung dan irama hidupku, aku merasakan hilang dalam jedah waktu sekarang, aku harus menemukan kembali semangat itu, aku tidak boleh kehilangan segala cita citaku.

Tuhan, aku terdiam tidak terkatakan doaku, aku mencari tapi tidak aku mulai, aku merasa kehilangan tapi aku melihatnya masih ada, aku merasa bodoh tapi otakku terus berfikir, aku merasa salah tapi aku terus memperbaiki diri, aku terus berjuang tapi aku tidak memiliki senjata lagi, aku tetap berharap dengan menggenggam cita cita, perjuangan harus terus dilanjutkan,

Cintaku pada YPPI masih utuh yang belum tersisihkan, ya Tuhan ................................. berikan aku kelengkapan untuk menemukan kembali kesempurnakanku sebagai mahklukmu , menjadi yang terbaik dengan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk umatmu.




cinta itu irasional


Tidak boleh mengulang kesalahan yang sama, sehingga harus belajar dari pengalaman.


Suatu saat, dan suatu tempat, kita terbentur pada suatu kondisi yang menyebabkan kesalahn terulang, bukan suatu kesengajaan akan tetapi suatu kondisi yang dengan sesadar sadarnya bahwa apa yang telah dilakukan adalah salah, maka kebodohan itu menjadi biang "Salah".


Yang namanya "keinginan" dibalut oleh sebuah alasan bahwa ini adalah "kebutuhan"/"Manusiawi" sehingga kesalahan itu dipaksakan untuk dilakukan, dan setelah menyadari maka, janji untuk tidak mengulang menjadi suatu janji untuk menutup segala kebodohan yang telah dilakukan.


Sekarang secara rasional telah menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah tindakan kebodohan, maka secepatnya keputusan harus diambil. Jangan sampai suasana hati dan kondisi yang irasional menjadi bahan tertawaan banyak orang disekitarnya. I'm promise,

Jumat, 10 April 2009

diamku

Tuhan hari ini menegurku,

aku terdiam sejenak....

Begitu cinta Tuhan itu merasuk seluruh ragaku,

aku terdiam lagi.....

Aku tidak paham dengan makna yang aku rasakan, keyakinanku ada,

desahan hatiku sangat dalam, ....memaknai setiap kata yang terlontar, bermakna.

jika ini menyakitkan setulusnya aku merasakan ini ............jika ini bahagia, aku sembunyikan dibalik rasa.


Tuhan, doaku tak terucapkan

Tuhan, aku tahu kau tetap mendengarnya

Tuhan, diamku penuh makna

Tuhan, aku tahu kau memahaminya