PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Kamis, 31 Desember 2009

kubuka hatiku, mendapat ridho-Mu

Pergantian tahun, bukan berarti pergantian rupa dan wujud cintaku.
Hari ini ada keresahan jiwa, sujudku disaat magrib ada tangis duka di dalam hatiku yang sangat tidak terlihat.

Ketika menengadah keatas, ada kerinduan pada-Mu
Memilukan hati perempuanku,
Jika waktu nya tiba maka aku balut rindu ini pada kain sorban
Menggapai Cinta-Mu sungguh suatu perjuangan batin-Ku
Sesungguhnya mudah, namun nurani manusiaku menghentak

Ku ini siapa sesungguhnya, jika aku sendiri bertanya.
Maafkan aku....
Ingin menjadi yang sebenarnya, mendapat Ridho-Mu
Berikan aku cinta-Mu untuk menghalau segala khilafku.

Minggu, 18 Oktober 2009

langkahku hari ini

pagi ini aku menghitung hari..kamis, jumat, sabtu, minggu, senin...hari ke lima, masih panjang ....

biarkan aku melanjutkan pengembaraan ini...
rindu ku hari ini aku lipat
dalam balutan bantal kecilku,
nanti malam aku buka kembali

matahari semakin menyeka keringat orang orang yang bersemangat
aku sendiri dipojok dinding kamarku, membisu.

jariku memainkan keybord melukiskan isi kepalaku
hari ini satu satu rajutan benang tanggung jawab itu aku rangkai
apakah sempurna rangkaianku ?
Tuhan ....tanpa aku minta tentunya sudah tahu harus bagaimana,
posiskan diriku ke dalam orang orang yang beruntung,
menjadikan hari ini lebih baik
Tuhan...jadikan aku yang terbaik
dengan kreteriamu..

Selasa, 06 Oktober 2009

Romantisme

Rindu ini aku titipkan

Tangis batinku
Adalah jiwa jiwa rapuh
Perempuanku
Emosiku
Ada sisa sisa rindu
Aku titipkan
Entah kemana
Entah kesiapa
Ketika teriakan batinku meronta
Adalah perempuanku
Adalah jiwa jiwa rapuhku
Aku panggil namamu
Sisa kekuatan rindu ini masih ada
Nadiku berdenyut melontarkan namamu
Teriakan tak terdengar lagi
Lirih semakin lerih dan menghilang
Bukan berarti tiada,
Sisa rindu ini aku titip
Dalam surga.

Aku jelas mencintaimu
Bila lekang oleh waktu
Maka itu sejatinya adalah benda
Jika ini nyata adanya belum berarti bisa terlihat oleh kita
Aku jelas mencintaimu
Tidak terlihat , tidak nyata
Tapi ada


Mawar jingga ini berganti rupa
Bila itu simbul cinta
Mawar jingga ini telah berganti rupa
Usang karena rindu
Berubah karena waktu
Mawar jingga mati sia sia

Hatiku bukan itu
Cintaku bukan mawar jingga
Beku….meronta memanggilmu
diam…diam…diam…tetap membisu mengucap rindu , cinta, untukmu
mawar jingga

Jumat, 02 Oktober 2009

penjaja majalah stasiun tugu

wah...jangan jangan salah ucap....
kata syukur muntah dari mulut lugunya
"aku habis kehilangan satu kardus majalah baru"

telingaku semakin terpasang dengan peka
cerita demi cerita meluncur dengan binar matanya

derita itupun dirasanya dengan rela
kaki pincangnya membawa dia
memutar balikkan duka dan bahagia
menyusuri stasiun tugu

kemudian menghilang....
bayangan wajahnya bersamaku menyusuri rel kereta
kerelaannya menghujam ulu hatiku
mensyukri yang hilang ?

malaikatkah dia?
pak Dul, aku mencarimu esok
mendapatkan satu mutiara hatimu

Senin, 14 September 2009

IMPROVISASI PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN DI HARI KUNJUNG PERPUSTKAAN

14 September HARI KUNJUNG PERPUSTAKAAN

Memahami makna hari kunjung perpustakaan tidak terlepas dari sejarah, kenapa Hari Kunjung Perpustakaan jatuh pada tanggal 14 September. 31 tahun yang lalu Perpustakaan Nasional berdiri di Jakarta dan pada hari tersebut sebagai momentum Hari Kunjung Perpustakaan.

Ketika kita bertanya , apa saja yang (harus) dilakukan ketika kita mengunjungi perpustakaan ? tentunya ada banyak jawaban kalau kita banyak bertanya pada banyak orang, yang jelas bahwa pertanyaan harus diajukan pada siapa dengan kepentingan apa. Kalau pertanyaan tersebut di sampaikan kepada Pustakawan maka akan berbeda dengan ketika kita bertanya pada pemustaka atau yang lebih popular disebut sebagai Pengguna (pengunjung) perpustakaan. Bagaimana jika pertanyaan tersebut diajukan kepada masyarakat kelas marjinal yang hanya paham, perpustakaan adalah tempat atau ruang yang berisi banyak buku.

Apakah Pemerintah bias mengakomodir semua kebutuhan pengguna perpustakaan ketika canangan Hari Kunjung Perpustakaan ini digelontorkan dan akan diperingati tidak sekedar ceremony tapi sosialisasi dalam bentuk berbagai aktivitas bersama pengguna ?.

Pemerintah cukup banyak dana untuk pendidikan, namun pendidikan selalu diartikan sebagai bentuk sekolah, pendidikan dimaknai sebagai bentuk belajar yang dikemas dalam format kelembagaan. Lembaga yang menaungi pendidikan di Indonesia adalah Diknas Departemen Pendidikan Nasional, dimana ada Pendidikan Luar Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, dan pendidikan lainnya baik yang bersifat formal, informal maupun non formal. Apakah pernah kita berfikir lembaga lain yang terkait dengan pendidikan ? lembaga yang bernama Perpustakaan. Di Perpustakaan siapapaun bias mendapatkan informasi, ilmu, bahkan pelatihan, ketrampilan dan apa saja yang dibutuhkan masyarakat sepanjang perpustakaan tersebut bias dan mampu melakukan. Pendidikan sepanjang hayat adalah bertempat di perpustakaan. UU no 43 tahun 2007 telah menyatakan hal tersebut. Dalam Undang Undang tersebut pasal 1 ayat 5, 6, 7 dikatakan fungsi perpustakaan dan pengertian perpustakaan baik perpustakaan umum maupun perpustakaan khusus, dan dikatakan pada ayat 16 bahwa Mentri yang terkait adalah menteri pendidikan.

Dengan demikian sudah jelas bahwa Perpustakaan adalah bagian dari pendidikan dan tidak terpisahkan. Berarti masyarakat wajib memanfaatkan sebaik mungkin keberadaan perpustakaan, begitu juga sebaliknya. Bahwa penyelenggara perpustakaan wajib memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat, bukan saja kepada pengguna tapi kepada masyarakat yang belum paham, belum menjadi pengguna untuk memanfaat perpustakaan. Bagaimana upaya yang harus dilakukan ? banyak cara dan strategi yang bias dilakukan. Salah satunya adalah memanfaatkan momentum hari kunjung perpustakaan sebagai media sosiaisasi keberadaan dan fungsi perpustakaan. Bukan berarti masyarakat “HARUS” berkunjung ke perpustakaan tapi lebih bermakna bagaimana perpustakaan bias melayani dengan baik, lebih baik lagi kalau Hari Berkunjung Perpustakaan diartikan perpustakaan mengunjungi masyarakat dalam berbagai layanan yang tersedia, maka masyarakat akan segera merasakan manfaatnya. Dan tentunya berdampak pada perilaku dan budaya baca yang bias merubah atau menjadi agen perubahan bagi masyarakat. Masyarakat yang cerdas dan bermartabat adalah cerminan bangsa yang kuat..

Apakah hanya tanggung jawab Pemerintah saja ? tentu tidak, Undang Undang no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyebutkan salah satu pasalnya bahwa bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1).
Namun, UU PT tidak menyebutkan secara terperinci berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk CSR serta sanksi bagi yang melanggar. Pada ayat 2, 3, dan 4 hanya disebutkan bahwa CSR “dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memerhatikan kepatutan dan kewajaran.” PT yang tidak melakukan CSR dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai CSR ini baru akan diatur oleh peraturan pemerintah yang hingga kini belum dikeluarkan.

Banyak perusahaan yang kepedulian sosialnya (CSR) bergerak dalam bidang pendidikan dan fokus ke Perpustakaan, hal ini tentunya sebagai stimulant atau percepakan gerakan pengembangan perpustakaan sampai tingkat masyarakat bawah. Namun tidak banyak lembaga swadaya yang mau bergerak dalam bidang perpustakaan hanya beberapa saja misalnya Foum Indonesia Membaca, 1001 buku, Insan Baca, Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia. Banyak perpustakaan komunitas yang sudah besar dan mandiri seperti Rumah Dunia, Pustaka Kelana, Tegal Gundil, Perpustakaan Kampung Jagad, TBM Intan Pustaka, TBM Cahaya Ilmu dan masih banyak lagi. Beberapa organisasi pergerakan perpustakaan, seperti Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah (APISI), Ikatan Sarjana Informasi dan Perpustakaan Indonesia (ISIPI), Klub Perpustakaan Indonesia, Ikatan Perpustakaan Umum Indonesia, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Gerakan Peningkatan Minat Baca Masyarakat (BPMB), Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia. Ada beberapa forum seperti Forum Perpustakaan Khusus, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi, The ICS, dan barangkali ada beberapa forum lagi sejenis. Banyak sekali perpustakaan, organisasi dan forum, akan semakin banyak lagi tahun tahun yang akan dating karena masyarakat semakin menyadari pentingnya membaca, pentingnya mendokumentasikan dan mempublikasikan aktivitas seputar perpustakaan baik melalui media internet maupun media cetak dan media media lainnya.

Bagaima peran Pustakawan sebagai profesi yang menanungi atau berkepentingan atas perkembangan perpustakaan di Indonesia ? Permasalahan yang terjadi adalah rasa minder apabila berprofesi sebagai pustakawan, image yang terbentuk dimasyarakat adalah petugas “penjaga” buku di perpustakaan dengan senyum yang dikulum, kaca mata tebal, tua dan tidak up date (keilmuwannya). Belum lagi permasalahan pustakawan yang persyaratannya masih sangat birokratis, lebih cenderung plat merah. Kemudian pustakawan itu sendiri masih bergerak pada bidang yang dibatasi oleh ruang dan aturan, sehingga profesi pustakawan di Indonesia selain kurang dikenal oleh masyarakat juga masih belum bias menjadi kebanggan.
Dengan Hari Kunjung Perpustakaan diharapkan akan menyadarkan kita semua pentingnya memaknai dengan beberapa hal : yang pertama adalah bangga sebagai pustakawan, bangga memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat, bangga menjalani pekerjaan, bangga memiliki kreativitas dalam mengembangkan perpustakaan, bangga akan mengembangkan perpustakaan dengan mendekatkan kepada konsumen dalam bentuk mendukung, membangun dan mengembangkan perpustakaan komunitas. Yang kedua : penyedian fasilitas dan berbagai aktivitas di masyarakat sebagai upaya mengakomodir kebutuhan masyarakat akan informasi, buku, kreativitas, peningkatan sumber daya, dan perubahan perilaku.
Yang ketiga : perluasan networking ke stakeholder potensial sehingga percepatan pengembangan perpustakaan di Indonesia bias segera diwujudkan, tidak akan pernah ada kata cukup untuk sebuah kata “percerdasan” masyarakat.
Yang terakhir : harmonisasi keterkaitan stake holder sebagai pemangku kepentingan dan penerima manfaat menjadikan harapan dan cita cita Indonesia Cerdas bias terwujud. Manfaatkan momentum Hari kunjung erpustakaan sebagai tonggak bersejarah melakukan perubahan.
Salam pustaka

Sabtu, 12 September 2009

Aktivitas Pustakawan









Pustakawan tidak harus berada dan bekerja di dalam perpustakaan. Kegiatan bakti sosial bersama masyarakat adalah salah satu contoh kegiatan untuk networking, sosialisasi, dan fundrising sebuah TBM.
Terkait dengan meningkatkan minat baca adalah apabila ada harmonisasi antara TBM / perpustakaan dengan masyarakat makakegiatan apapun bisa kita lakukan dengan mudah termasuk Minat Baca.
Di tahun ini tentunya sudah tidak bicara lagi masalah meningkatkan minat baca tapi menggairahkan minat menulis bagi masyarakat.
Bagaimana Pustakawan ? Hari Kunjung Perpustakaan adalah moment yang baik.






Hari Kunjung Perpustakaan bagi Pustakawan








Tanggal 14 September adalah hari kunjung Perpustakaan, banyak hal yang bisa dilakukan oleh Pustakawan dalam mendedikasikan profesinya. Bisa diluar Perpustakaan, mempromosikan perpustakaan, networking, melobby sponsor, mendekati stakeholder potensial dan mendokumentasi seluruh aktivitasny. Semua bisa memahami arti yang mendalam dari hari kunjung Perpustakaan.







Sabtu, 01 Agustus 2009

Bagian kehidupan

Tanggal 17 Juli 2009 hari jumat menjadi bagian dari sekian peristiwa kehidupan yang aku alami. Tapi rasanya itu tidak perlu banyak yang tahu karena masih pro kontra. Wajar dalam setiap peristiwa ada yang suka ada yang tidak suka, mendukung ada yang mencibir, ada yang mensupport ada yang menjauh.

Kontrak kerjasama itu resmi ditandatangani kedua belah pihak dengan nilai yang menurut ukuranku inilah yang selama ini pernah aku cita citakan, namun demikian ada harapan lainnya yang tentunya terkait dengan masyarakat. Kebutuhan akan pendidikan, pengetahuan, informasi dan ketrampilan adalah masih exclusive bagi sebagian masyarakat, hal inilah yang menjadi harapanku untuk bisa berbagi dengan kelompok yang membutuhkan.

Kontrak kerjasama akan ditandatangani lagi dengan program yang berbeda, lingkungan yang berbeda namun masih dalam lembaga yang sama, nilainya sedikit lebih tinggi karena memang level layanan berbeda.

Tahun depan, kerjakerasku adalah menambah lembaga yang menjadi mitra, dan menambah nilai kontrak karena memang semakin banyak yang harus dilayani. Aku menutupi rasa kekawatiranku dengan doa, bahwa teamku bisa dan mampu menjalankan semua, sekalipun kadang aku sedikit keras untuk membuat mereka paham betul arti bekerja, berarti bagi sesama dan mencapai sukses menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, karena itulah sebaik baik manusia. Kalau kerja profesional teamku masih harus terus belajar, berlaku dan menjadi tuntunan keprofesionalan itu sendiri. Sehingga kontrak kerjaku tidak sekedar diatas kertas tapi bisa membuat semua pihak yang terkait merasa mendapatkan yang terbaik dari hasil kerjasama tersebut.

Sederhana sekali tujuan bagi aku mendapatkan semua itu, mencapai kepuasan menjadi manusia bermanfaat bagi banyak dan semakin banyak orang.

Yang aku jalani sekarang dan akan datang bisa berhasil dan berguna...amiin

Sabtu, 27 Juni 2009

Belajar dari kata "SEBERAPA"

Kita semua mungkin masih ingat dengan Iklan, ketika anak bertanya pada orang tuanya, bahwa SEDALAM APAKAH LAUTAN KITA, ATAU SELUAS APAKAH INDONESIA maka orang tua menjawab SEDALAM USAHAMU MERAIH CITA CITA, ATAU SELUAS PENGETAHUANMU.

Walah rasa nya sudah lupa lupa ingat, tapi aku belajar dari Kalimat yang ada di Iklan ini. Seberapa kuat usahaku ? seberapa cerdas aku menyikapi banyak hal, seberapa tekun aku dalam bekerja ? seberapa pandai aku mencari pekerjaan, seberapa besar tanggung jawabku akan hidup , seberapa cerdas menghadapi peluang, banyak lagi pertanyaan.

Ada banyak hal yang ingin aku lakukan, kadang aku ingin share tapi kadang aku ingin lakukan sendiri, kadang aku berharap, kadang juga bisa nyantai, aku nikmati saja, apapun yang aku lakukan pro kontra pasti ada, hal yang biasa, tapi menjadi luar biasa ketika aku "tidak melakukan apa apa" kalau sukses tidak perlu bangga, kalau gagal itu yang harus kita pelajari, kenapa.

Kadang menurut kita sesuatu sudah kita lakukan dengan baik, tapi kadang menurut yang lain ada yang jauh lebih baik lagi, disinilah kita banyak belajar dari orang lain. Kalau kita sudah merasa melakukan sesuatu tapi menurut orang lain belum maksimal maka seberapa kita bisa menangkap peluang untuk melakukan yang terbaik. Demikianlah bahwa sebenarnya kita harus terus belajar, dan bekerja keras adalah sesuatu yang wajib tapi seberapa keras bergantung pada upaya meraih sukses. Bisa menempuh sukses dalam waktu singkat karena ketekunannya, bisa sukses dalam waktu singkat karena keberuntungannya tapi kadang ada yang ingin menjadi yang biasa saja, atau bahkan tragis ada orang yang merasa selalu gagal.

Usia seseorang bukan cerminan tingkat kedewasaan dan kematangan dalam berfikir, keuletan kerja juga merupakan pembiasaan, bukan faktor kebetulan harus ulet, bisa karena faktor alam yang membentuknya, faktor lingkungan yang mempressurenya, tapi ketika memulainya adalah sesuatu yang berat apabila dirasakan, ada protes, ada keluhan bahkan ingin ada pilihan lain.

Kenikmatan hidup sebenarnya adalah jika kita merasakan bahwa apa yang telah kita lakukan bermanfaat buat banyak orang, kenikmatan hidup adalah ketika bisa mensyukuri yang ada. Sebenarnya hidup ini adalah perjalanan yang berproses untuk mencapai titik dimana kita mempersiapkan hidup yang abadi.

Syukur dan Ikhlas

Bali dan Kembali

Perjalanan kali ini membawa sejuta rasa yang tidak enak, selain kondisi kantor yang sedang prihatin juga karena faktor hari kerja. Tapi demi keluarga maka berangkat juga.

Negeri dewata sebenarnya bukan hal yang pertama bagiku, entah sudah kesekian kali tapi entah kenapa aku hanya tertarik pada satu atau dua tempat saja. Ada kegalauan hati, apalagi begitu aku masuk suatu wilayah yang amat sangat tidak menentramkan jiwa dan ragaku. ya sudahlah hitung hitung sesekali masuk wilayah asing yang sangat asing bagiku, budaya sudah beralih rupa, kebebasan sudah menjadi tradisi, ikut cuek hanya ingin menikmati alamnya saja, tapi aku tidak betah lama di tempat yang seperti ini, buru buru kabur ke tempat dimaa ekspresi seni terwujud lewat penciptaan maha karya manusia, spektakuler...aku tetap mengagumi tempat ini. Tuhan memberikan alam untuk dinikmati melalui karya, rasa, dan syukur.

Tari kecak membuatku sedikit terhibur, melupakan kepenatan. Sebelum kembali ke penginapan mampir dulu ke tempat belanja...ya...begini doang di negeri Sultan mah banyak dan jauh lebih murah, akhirnya kami hanya beli kacang dan beberapa souvenir murah saja untuk sekedar oleh oleh.

Kondisi kurang fit memaksa ku untuk segera istirahat, bising kondisi hotelnya karena memang dunia malam adalah milik semua orang yang berada di dalamnya. Pagi hari sebelum sampai ke tempat pulang kami sempatkan mampir melihat daftar korban sekian tahun yang lalu di sini. Sambil berpose bentar,

kami melanjutkan perjalanan menuju Negeri surga, aku harus kembali, dimana aku selalu beraktivitas dengan banyak orang semoga hidupku hari ini dan esok bermanfaat.

Jumat, 05 Juni 2009

Ki Semar

Katakanlah namanya Harta, dan Nona salah satu staf dari Negara Astina. Terjadi kesepakatan kerjasama untuk program pencerdasan masyarakat. Alhasil disepakati angka program yang didalamnya ada 15 sen (titipan) untuk mereka. Alamak mati aku..menggerutu si Kendil yang mencoba berfikir positif bahwa angka itu bukan mengambil dari angka untuk masyarakat tapi tambahan yang diberikan oleh Harta dan Nona yang diambil kembali.
Si Kendil terus berfikir (karena hatinya tetap tidak tenang)wah.. 15 sen klu membuat mereka tidak kaya kenapa tidak dibelikan buku saja?
Ketika dana turun melalui Ki Semar, maka ki Semar minta bagian, si Kendil putar otak untuk menghindari "Program (Proyek) Haram" ini..... Ketika di Kereta menuju rumah ki Semar , si Kendil berfikir sambil ngantuk menahan flu nya yang mengganggu.
Sudah 2 bulan ini si Kendil jiwanya sedikit terganggu lantaran banyak hal dan penyebab, kalau di list mungkin hampir satu bab, 17 halaman dan bisa dijadikan buku, untuk melengkapi tulisan dari lembaran lembaran hidup si kendil lainnya yang 42 tahun sudah hidup nya berada di dunia dan separuhnya sudah digunakan untuk pengembaraan dari yang susah, senang dijalaninya.
Kembali masalah Ki Semar yang minta bagian, Kendil merasa bulan ini dan ke depan harus bekerja dan berdoa lebih keras lagi, Kendil diingatkan untuk lebih dekat lagi kepada pemilik alam ini.Kereta yang ditumpangi sampai juga ke stasiun Cendana di ibukota Negeri Astina, yang dituju mushola untuk sholat Subuh, kemudian berjalan mencari Bus kota no 11 yang diingat itu menuju ke Universitas Kisabdo yang dikenal dengan istilah UKI, Kendil mau menuju ke kota yang setiap harinya Hujan, disitulah ki Semar berada, rasanya Kendil harus mengejar waktu untuk segera sampai ke sana, dengan harapan dana bisa segera diterima untuk membayar hutang buku yang sudah dibelinya.
Begitu sampai di kantornya ki Semar maka terjadilah pembicaraan serius, serasa pembagian harta warisan saja, Ki Semar menawar untuk bisa mendapat bagian dari yang seharusnya Kendil terima, dengan penuh kesabaran Kendil menjelasakan bahwa dengan harus datang berulang kali ke Kota ki Semar dari tempat tinggalnya, Kendil butuh dana yang tidak sedikit karena harus terbang dengan Burung Elang, menempuh jarak kurang lebih 700 km.
Pukul 13.30 utusan ki Semar berangkat ke Bank, dan seperti biasa demang juga minta bagian bensin dan uang makan untuk proses transfer dana, Kendil memberinya 0.50 rupe.
Hari berikutnya Kendil bersama staff ki Semar yang lain pergi ke Kota untuk mengurus staff ki Semar, bisa belajar memberikan layanan program pendidikan untuk masyarakat melalui perpustakaan. Begitu semua beres, Kendil pamit kembali ke Kota tempat tinggalnya.

Minggu depan Kendil harus kembali ke ki Semar untuk menyelesiakan beberapa hal diantaranya :
1. Surat Kerjasama dengan lampiran budget, Rincian Pekerjaan dan Schedule kegiatan
2. Surat Pengantar ke Perpustakaan
3. Berita Acara Penyerahan Buku
Kendil merasa pekerjaannya tertunda karena teamnya datang tidak seperti yang direncanakan semula, Kendil merasa teamnya belum bisa disiplin dan memprioritaskan pekerjaan, coba bayangkan ketika perjalanan dari Kota Buaya ke kota Hujan berhenti di kota Rembulan entah berapa jam. Printer yang dibawa sia sia, Kendil tidak habis pikir. Belum lagi charger yang dibawa oleh teamnya, membuat hape Kendil los power, los contact dengan keluarga di waktu weekend. Kendil membaca email, ada beberapa tagihan Hutang yang membuat Kendil bernafas panjang untuk bersabar menunggu datangnya rejeki.
Kendil mecoba meng-ekspresikan kondisinya di Facebook.

Kendil, ingat bagaimana staff ki Semar menanyakan cara menyampaikan dana yang diminta oleh Harta dan Nona, Kendil melalui email akan menanyakan itu dan segera menyampaikan ke staff ki Semar.

Kendil berdoa, Tuhan (bukan dewa), bagaimana bisa terlepas dari orang2 yang selalu minta bagian dari dana yang seharusnya menjadi HAK Masyarakat.

Selasa, 26 Mei 2009

Hari ini aku sangat dekat dengan Tuhanku

Seperti biasa setiap satu minggu sekali aku harus ke Yogja, berangkat dari Surabaya sekitar pukul 23.00, sejak habis magrib mataku begitu sulit dikompromikan, aku tertidur dalam posisi duduk di depan lap topku. Teman baikku di rumah menyarankan aku untuk istirahat, aku baringkan tubuhku di bale bale depan Televisi. Sekitar pukul 21.00 teman baikku pamit pulang, ah sulit rasanya mata ini terbuka. Malam sebelumnya aku tidur diatas jam 24, sementara bangun juga ketika adzan Subuh, dan beberapa hari lalu memang sedikit sekali tidurku. Sampai diatas bus yang membawaku ke Yogja aku berbaring kedinginan, sampai pagi baru terbangun ketika pukul 05.30. Sampai di terminal Yogya aku turun, menuju ke toilet, dan menyiapkan diri berangkat menuju Kampus. Aku berusaha fit untuk memulai semangat belajar....

Aku merasakan hari ini hari yang berbeda, rasa itu muncul satu hari dalam satu tahun, sms pertama aku terima dari sahabatku, sms ke dua, ke tiga, ke empat sampai ke delapan dan seterusnya membuat aku terhibur. Ternyata ada juga surprise dari salah seorang pejabat negeri ini yang mengirim sms istemewa, thanks to god,

Selama di kelas, aku merasakan keanehan juga, aku begitu sering menyebut nama Tuhanku, selesai belajar pukul 14.30 aku bergegas menuju stasiun. Sepanjang perjalanan menuju stasiun Tugu hujan deras menyejukkan kota Yogja, aku nikmati segelas teh kental ala yogja dan sebungkus nasi "kucing" stasiun, nikmat juga, karena seharian belum ketemu nasi. Selesai makan diantara hujan deras aku ke loket untuk mendapatkan tiket, aku minta tempat duduk di posisi tengah.
Begitu masuk gerbong tiga kereta sancaka, suasana lengang, sedikit penumpang, begitu aku duduk, aku memanggil kembali nama Tuhanku, semakin kuat aku memanggil, semakin terlintas bayangan orang orang terdekatku, Tuhan...aku bagaikan anak kecil yang meraung raung minta tolong, Tuhan aku sudah tidak bisa meminta lagi, terlalu banyak yang aku terima, Tuhan terlalu banyak yang Tuhan berikan, Tuhan..aku tidak tahu lagi arti tetesan air mata ini, aku tutup mataku dengan selimut, dingin semakin terasa, Tuhan...masih ada kesempatan untukku ? Tuhan....satu satu orang terdekatku melintas dalam bayangku, bersama gelapnya malam, bersama laju kereta menuju Surabaya.

Tuhan...sampai aku di rumah, sampai puncak malam, sampai pagi menjelang aku terus menyebut nama Tuhanku, semakin dekat dengan urat nadi semakin tak terkatakan, aku berserah diri sepenuhnya, Tuhanku..... air mata ini menetes kembali tanpa arti.

Rabu, 13 Mei 2009

aku dan anak bayung




hari hari ketika d Bayung yang paling menyenangkan adalah bermain sama anak anak, aku kangen sm Irul, anak kecil yang cerdas, mula mula dia malu saat aku datang, kemudian dengan senyumnya dia datang dan duduk dipangkuanku, aku minta dia mandi, karena aroma tubuhnya yang membuatku tidak nyaman. Dengan manja dia minta aku untuk memandikan, di sumur belakang aku, Irul dan teman mainnya bermain air sambil memandikan Irul, ini dunia ku, menyenangkan sekali, aku ajarin hidup bersih dengan cara sederhana, aku bahagia bermain sama mereka, ini yang membuat aku selalu ingin datang ke Bayung, semoga mereka menjadi bagian anak bangsa yang bisa turut serta membangun negeri ini bersih...sebersih ketika aku dan mereka memandikan Irul...

Senin, 11 Mei 2009

Waspadai Face book


Internet adalah fasilitas yang bisa memudahkan kita dalam menjalankan aktivitas baik belajar, bekerja, mencari informasi, mencari teman, sahabat, berbagi informasi, pengalaman dan menyalurkan hobi. Sisi positif banyak sekali, tapi jangan lupa sisi negatif juga bisa membuat kita lupa akan tanggung jawab pekerjaan dan lupa segala galanya.

Bagaimana kita bisa mengendalaikan diri dalam penggunaan face book (FB) atau chating. Banyak pengalaman yang mengajarkan kepada kita bahwa penggunaan internet yang berlebihan untuk "BERGAUL" lebih banyak sisi mudharotnya, Sebaliknya apabila digunakan dalam sisi positifnya untuk menunjang pekerjaan, belajar dan pencarian informasi maka akan membawa banyak manfaat. Sekarang sudahkah teman2 memanfaatkan internet untuk hal yang positif atau hanya sekedar chatting ?

Kalau anda memanfaatkan FB after office, smp berapa jam waktu yang anda gunakan ? bagaimana dampaknya jika anda terlalu lama , apakah tidak menggangu kondisi fisik anda besuk paginya, bagaimana anda melakukan aktivitas kantor, bagaimana anda bisa fit dan berfikir dengan baik, apabila anda semalam kurang tidur hanya karena terlalu lama di PC/lap top untuk FB, demam FB ini membuat kita prihatin.

Kendalikanlah diri anda, jangan sampai anda dikendalaikan oleh FB, ketergantungan akan FB bisa diatasi dengan menyadari bahwa apa yang anda lakukan lebih banyak membuang waktu, sadari bahwa sekali pemakaian FB maksimal 1 jam, lebih dari 1 jam anda sudah "GILA" .

Sadarlah untuk pemakain internet lebih pada sisi positif yaitu pencarian informasi, belajar dan bekerja.

salam damai
trini

Sabtu, 09 Mei 2009

Mengintip Mata Hari
















Ada hari yang bisa kita nikmati dengan rasa syukur karena keindahan alamnya, keindahan silaturahmi, keindahan cinta dan kenikmatan memiliki kesehatan.
Hari ini bersama dengan teman MIP UGM, dengan keluarga dengan orang2 terkasih, mencoba mengintip matahari dibalik awan di atas Penanjakan, seru

Rabu, 06 Mei 2009

Seminar : Membangun Jawa Timur Membaca

TBM Perlu Diperbanyak Rabu, 6 Mei 2009 11:25 WIB
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

SURABAYA – Kebutuhan masyarakat akan perpustakaan kian meningkat. Namun ketersediaan perpustakaan untuk masyarakat sendiri dinilai masih kurang. Terutama yang mudah diakses kapan saja tanpa terkendala masalah jarak.
Banyak yang mengatakan, minat baca masyarakat di Indonesia masih rendah. Padahal yang sebenarnya, minat baca di Indonesia cukup tinggi. Namun sulitnya mendapatkan buku sebagai bahan bacaan membuat masyarakat jadi jarang membaca.
“Karena tidak ada kemudahan mendapat buku bacaan, masyarakat jadi jarang membaca. Padahal minat baca mereka sebenarnya tinggi,” kata Direktur Yayasan Pengembang Perpustakaan Indonesia, Trini Haryanti, dalam seminar “Membangun Jawa Timur Membaca” di Perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga, Selasa (5/5).
Untuk mengatasi masalah tersebut, memperbanyak koleksi buku di perpustakaan umum saja tidak cukup. Perlu adanya taman membaca masyarakat (TBM) atau semacam perpustakaan kecil yang mudah diakses masyarakat.
Trini mengatakan, perpustakaan umum milik pemerintah juga harus proaktif untuk menggairahkan minat baca masyarakat. Jika tetap tersentral seperti sekarang, ujarnya, perpustakaan pasti jarang dikunjungi masyarakat.
“Terkait masalah ini, perpustakaan harus bisa merangkul masyarakat dan merakyat agar koleksi buku yang ada bisa terbaca dan memenuhi kebutuhan para peminat baca,” tandasnya.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan perpustakaan umum adalah mendirikan TBM di tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat. Entah itu taman bermain, pusat perbelanjaan atau bahkan tempat wisata. Trini beralasan, tempat-tempat ini selalu ramai pengunjung. Keramaian orang itulah yang harus dibidik dengan mendirikan TBM di sana. Dengan demikian, saat berkunjung ke taman bermain atau pusat perbelanjaan, mereka bisa menyempatkan diri mampir ke TBM untuk membaca buku.
“Ruang publik yang ada harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” katanya.
Pentingnya kemudahan mendapatkan buku juga diungkapkan Guru Besar FISIP Unair, Prof Soetandyo Wignjosoebroto, MPA. Menurutnya, kemudahan mendapat buku bacaan otomatis mengangkat minat baca masyarakat. Jika minat baca naik, kemampuan membaca masyarakat juga akan naik. rey

sumber berita : http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=d479d9a70cc8ef8d85152c28a1619b69&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c&PHPSESSID=b2216c5efad20431df1ab8854f8300fe

Minggu, 03 Mei 2009

Membangun Gerakan Literacy Informasi Masyarakat

Seminar ”Membangun Jawa Timur Membaca”
Perpustakaan Universitas Airlangga
Jl. Dharmawangsa Dalam Surabaya

oleh
Trini Haryanti
trini@pustakaindonesia.org

A. Pendahuluan
Pemahaman Bahasa :
Literacy = Literasi à Mengenal Baca Tulis/Melek Huruf,
Literacy Informasi à Gerakan atau ketrampilan dalam memahami informasi yang dibutuhkan atau melek informasi
Gerakan Literacy à Gerakan pemberantasan Buta Huruf.

Bagaimana dengan
A-literacy = tidak membaca, bukan berarti tidak bisa membaca tapi tidak mau membaca
I-lleteraci = tidak bisa membaca/Buta Huruf (huruf latin).

Gerakan Literasi Informasi adalah suatu upaya mengenalkan informasi kepada masyarakat untuk memberantas buta huruf dengan berbagai kegiatan yang harus dikemas secara menarik dan dilengkapi fasilitas yang dapat menunjang semua kebutuhan akses informasi secara cepat, efisien dan akurat.

Gerakan literasi Informasi dilingkungan keluarga dan komunitas yaitu orang tua memberikan contoh kepada anaknya dengan kebiasaan membaca, kemudian anak mempengaruhi temannya, baik di sekolah maupun lingkungan bertetangga maka terbentuklah komunitas baca. Dalam keluarga yang suka baca akan menfasilitas dengan media baca berupa buku, majalah maupun media on line, radio, tv, internet.
Ditingkat RT/RW dan Keluarahan maka Taman Bacaan (baca: perpustakaan) akan menjadi media efektif tidak saja masyarakat bisa akses buku tetapi bisa dimanfaatkan sebagai centre point bagi masyarakat, dengan kegiatan diskusi, pelatihan, nonton film bareng, dan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Gerakan literasi informasi ditingkat kecamatan/kota/kabupaten maka Perpustakaan Umum adalah fasilitas yang tepat guna dan bermanfaat maksimal apabila pengelolaannya dilakukan secara profesional. Perpustakaan dengan segala fasilitas yang memadai dengan 7 hal pokok (baca dihalaman 5) maka bisa dijadikan landmark (monumen) suatu kota/kabupaten.

Aliterasi adalah budaya/kebiasaan yang tidak mempedulikan himbauan atau aturan atau pengumuman tertulis,. Gerakan (campign) untuk peduli sangat perlu dilakukan dengan caracter building di lingkungan terkecil yaitu keluarga, lingkungan kerja/sekolah/komplek rumah, dengan memberi rambu yang jelas dan secara otomatis rambu tersebut dipatuhi kalau tidak perlu ada punishment sehingga meminimalisir adanya Aliterasi.

Illetarsi diartikan sebagai orang yang buta huruf, khususnya huruf latin, banyak masyarakat Indonesia, khususnya wilayah tapal kuda di Jawa Timur hanya memahami huruf dan bahasa arab, tapi tidak mengenal huruf latin dan hal ini masuk kategori buta huruf. Apakah harus diberlakukan rambu dengan tulisan huruf arab sehingga data buta huruf dinyatakan 0%. Hal ini perlu mendapat perhatian dan kesepakatan bersama.

B. Data Buta Huruf di Jawa Timur :
· Jawa Timur menduduki peringkat I buta huruf di Indonesia, yaitu sejumlah 29% (13 januari 2006, sumber kapanlagi.com) sumber Tempo Interaktif, 1 Mei 2009, juga mengatakan hal yang sama tanpa menyebut angka yang tepat tapi dengan jelas bahwa usia buta huruf adalah usia 45-55 tahun dan mayoritas diwilayah Tapal Kuda.
· Jumlah penduduk Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang buta huruf sampai akhir 2005 mencapai 14.439 orang dari jumlah penduduk 858.778 jiwa, = 17%
· Dari 38 Kota/Kabupaten di Jawa Timur Kabupaten Malang tingkat pertama dimana buta hurufnya mencapai 12 ribu jiwa." Pernyataan tersebut diamini oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Suwandi., sumber 22 Feb 2008 kabarindonesia.com
· Kabupaten Gresik, Jawa Timur, hingga akhir tahun 2008 penduduk yang buta huruf di wilayah itu mencapai 7.693 orang, perempuan (5.567 orang), sedangkan laki-laki mencapai 2.126, usianya berkisar 15–60 tahun. Sekitar 1.457 orang buta huruf berusia 45–60 tahun

C. Memahami Literasi Informasi
1. APA ITU LITERASI INFORMASI? --------------------------------------------- -------------------------------------------------- -------
Information Literacy encompasses knowledge of one's information concerns and needs, and the ability to identify, locate,evaluate, organize and effectively create, use and communicate information to address issues or problems at hand; it is a prerequisite for participating effectively in the Information Society, and is part of the basic human right of life long learning." (US National Commission on Library and Information Science, 2003) Keaksaraan mencakup informasi mengenai informasi dari satu keprihatinan dan kebutuhan, dan kemampuan untuk mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan mengatur secara efektif menciptakan, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi isu-isu atau masalah di tangan, yang merupakan prasyarat untuk berpartisipasi secara efektif dalam Masyarakat Informasi, dan merupakan bagian dari hak asasi manusia belajar seumur hidup. "(US Komisi Nasional pada Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 2003)
2. 2. MENGAPA LITERASI INFORMASI PENTING? ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Mengapa LITERASI INFORMASI PENTING? --------------------------------------------- -------------------------------------------------- -------
Information literacy is critically important because we are surrounded by a growing ocean of information in all formats. Informasi keaksaraan kritis adalah penting karena kita dikelilingi oleh laut yang berkembang informasi dalam semua format. Not all information is created equal: some is authoritative, current, reliable, but some is biased, out of date, misleading, false. Tidak semua informasi yang dibuat sama: beberapa adalah berwibawa, saat ini, dapat diandalkan, tetapi beberapa yang bias, dari tanggal, menyesatkan, palsu. The amount of information available is going to keep increasing. Jumlah informasi yang tersedia akan terus meningkat. The types of technology used to access, manipulate, and create information will likewise expand. Jenis teknologi yang digunakan untuk mengakses, memanipulasi, dan membuat informasi juga akan berkembang.
3. 3. APA MANFAAT LITERASI INFORMASI? ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Manfaat LITERASI INFORMASI APA? --------------------------------------------- -------------------------------------------------- -------
Information literacy skills are used for academic purposes, such as research papers and group presentations. Keterampilan keaksaraan informasi ini digunakan untuk tujuan akademis, seperti penelitian dan karya kelompok presentasi. They're used on the job—the ability to find, evaluate, use and share information is an essential skill. They're digunakan pada pekerjaan-kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan dan berbagi informasi merupakan keterampilan penting. Consumer decisions, such as which car or vacuum cleaner to purchase, are critical. Keputusan konsumen, seperti mobil yang vakum atau membeli, sangat penting. You'll also use these skills by participating fully in a democratic society as an informed citizen by understanding issues and voting. Anda juga akan menggunakan keterampilan oleh berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat yang demokratis seperti yang diinformasikan oleh masyarakat dan memahami masalah voting.
D. Pemahaman Gerakan Literacy Informasi di Indonesia:
1. Suatu gerakan memberantas buta huruf, yang diikuti berbagai aktivitas penunjang dengan berbagai cara diantaranya adalah : adanya Kejar Paket,
2. Banyaknya warnet dan hot spot, untuk akses internet guna mendapatkan informasi dengan mudah, cepat dan akurat
3. Perlu pemahaman yang lebih dari sekedar kedua hal tersebut diatas dengan berbagai kampanye gerakan minat baca untuk memberantas buta huruf ditingkat lokal, dengan berbagai kegiatan menarik.

E. Implimentasi dari Gerakan Literacy di Masyarakat
Gerakan membangun TBM di tingkat RT/keluarahan, membangun Sudut Baca di publik service, membuat perpustakaan keluarga. Peran pustakawan untuk tidak saja bekerja secara tehnis, tetapi membuka klinik konsultasi perpustakaan, klinik konsultasi gerakan minat baca, gerakan gerakan komunitas selain mengkampanyekan gerakan peningkatan minat baca juga gerakan2 nyata melakukan pendampingan kelompok dalam memberantas buta huruf. Dukungan tokoh masyarakat, guru, dan gerakan mahasiswa, pelajar dalam upaya menggalang dana/buku dan menggalang upaya (aktivitas) membangun perpustakaan/TBM maupun kegiatan lainnya dalam upaya keberaksaran/literasi masyarakat.

F. Peran CSR terhadap Gerakan Literasi Informasi di Masyarakat
TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility) kini jadi frasa yang semakin populer dan marak diterapkan perusahaan di berbagai belahan dunia. Menguatnya terpaan prinsip good corporate governance seperti fairness, transparency, accountability, dan responsibility telah mendorong CSR semakin menyentuh “jantung hati” dunia bisnis.
Di tanah air, debut CSR semakin menguat terutama setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU PT No. 40 Tahun 2007 yang belum lama ini disahkan DPR. Disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1).
Namun, UU PT tidak menyebutkan secara terperinci berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk CSR serta sanksi bagi yang melanggar. Pada ayat 2, 3, dan 4 hanya disebutkan bahwa CSR “dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memerhatikan kepatutan dan kewajaran.” PT yang tidak melakukan CSR dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai CSR ini baru akan diatur oleh peraturan pemerintah yang hingga kini belum dikeluarkan.
Akibatnya, standar operasional mengenai bagaimana menjalankan dan mengevaluasi kegiatan CSR masih diselimuti kabut misteri. Selain sulit diaudit, CSR juga menjadi program sosial yang “berwayuh” wajah dan mengandung banyak bias. bahkan sering diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving, corporate philanthropy, corporate community relations, dan community development.
Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona, community development lebih bernuansa pemberdayaan.
Di Indonesia, istilah CSR semakin populer digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan CSA (corporate social activity) atau aktivitas sosial perusahaan. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR, secara faktual aksinya mendekati konsep CSR yang merepresentasikan bentuk “peran serta” dan “kepedulian” perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan.

G. 7 Hal Pokok Perpustakaan Sebagai Gerakan Literasi Informasi
1. Letak perpustakaan yang strategis : konsep mendekati konsumen (pemagai/pemustaka)
2. Fasilitas yang memadai : up date sesuai kebutuhan masyarakat
3. Koleksi : variatif , baik berupa buku, on line maupun audio visual.
4. Layanan : jam buka yang memadai dan petugas yang ramah
5. Kegiatan : aktivitas bersama masyarakat
6. Jaringan : perluasan jaringan baik pemakai maupun share holder untuk keberlanjutan
7. Regulasi : selain UU no 43 tahun 2007 juga PP yang lain yang mendukung gerakan minat baca masyarakat

H. Contoh CSR
Kemitraan YPPI dalam membangun gerakan literacy Informasi di Indonesia, diantaranya adalah
1. JOB Pertamina – Hess : program ini disebut sebagai Program Pustaka Bersama, dimana ada 7 Sudut Baca yang berada d 7 desa dan 1 unit mobil yang melayani 7 stop over di wilayah kecamatan Bayung Kab.musi Banyuasin Sumatra Selatan
2. Bank Indonesia : Rumah Kratif di Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk Kab.Bogor meiliki ruang baca dengan fasilitas pendukung lainnya berupa kegiatan pelatihan dan kesehatan bagi masyarakat.
3. PT. HM Sampoerna : Program pustaka Sampoerna dengan 8 TBM dan 10 Stop over di Surabaya dan Pasuruan, tahun 2009 berkembang menjadi 12 TBM dengan perluasan wilayah di Kerawang.
4. Exxon Mbil Oil : ada 15 stop over di wilayah Bojonegoro dengan 2 unit Mobil Layanan Informasi, dilengkap dengan buku sekitar 3.000 eksemplar.

CSR dari masing masing perusahaan memiliki konsep dan pilar yang berbeda tergantung kebijakan dari masing masing perusahaan. Pada umumnya memiliki 3 pilar yaitu ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Beberapa perusahaan besar yang memiliki CSR bidang pendidikan diantaranya adalah Eka Tjipta Foundation, Coca Cola Foundation, Telkom, Bank Mandiri, dll

I. Bagaimana YPPI Melakukan Gerakan Literasi Informasi
YPPI melakukan gerakan literasi informasi melalui beberapa upaya kerjasama dengan beberapa perusahaan besar di Indonesia. Tahapan yang dilalui adalah ;
1. Mengenal Corporate dengan baik dari csr yang dijalankan (prospek)
2. Mempresentasikan kegiatan yang sudah dilakukan untuk mencapai kesepakatan program yang akan dijalankan bersama
3. Melakukan need assessment untuk membuat konsep program yang jelas
4. Terjalin kerjasama dengan program yang disepakati hasil dari need assessment
5. Memasukkan Program Peningkatan budaya baca, meningkatkan kemampuan menulis, mendokumentasikan, mempublikasikan dan jaringan.
6. Menjalin jaringan dengan stakeholder untuk mewujudkan kebersamaan dalam menggalang keberlanjutan program gerakan literasi
7. Menyiapkan kemandirian komunitas dalam rangka sustainibility sebuah program.

Gerakan nyata yang sudah dilakukan adalah :
1. 12 TBM, 7 Sudut baca, 1 rumah kreatif, 1 perpustakaan sekolah di 6 kota di Indonesia : Kuningan, Surabaya, Pasuruan, Kerawang, Musi Banyuasin,
2. 30 stop over di 4 kota dengan 5 unit mobil perpustakaan keliling : Surabaya, Bojonegoro, Pasuruan, MuBa
3. Kegiatan : mencetak 2 buku, Pelatihan menulis, Pelatihan layanan dan manjemen pengolahan TBM, Penerbitan Buletin Jendela Pustaka, Penulisan Blog, web, Lomba Resensi, Diskusi Rutin di TBM, Kegiatan Ketrampilan, Studi Banding,
4. Support/sponsor : Indonesia Membaca, Pemilihan Duta Baca, Pembentukan APISI, Jambore Perpustakaan, Seminar Literasi,
Referensi :
1. http://melayuonline.com/news/?a=b3FOWC91UGlaM1ZBY2E%3D=&l=nusa-tenggara-timur-budayakan-gerakan-membaca-30-menit-setiap-hari
2. www.pnfi.depdiknas.go.id/news/20090115104516/Belasan-Ribu-Penduduk-Ponorogo-Buta-Huruf.html
3. www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/05/01/brk,20090501-173808,id
4. www.kapanlagi.com/h/0000098425.html
5. http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&jd=Buta+Huruf+Nominasi+Tertinggi+di+Jatim&dn=20080222224642
6. http://wartajatim.blogspot.com/2009/01/7693-warga-gresik-buta-huruf.html
7. http://www.sinarharapan.co.id/berita/0309/20/nas08.html
8. http://www.kapanlagi.com/h/0000098425.html
9. www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/05/01/brk,20090501-173808,id
10. http://rettamd.blogspot.com/2007/07/pustakawan-dituntut-menguasai-literasi.html
11. http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&jd=Buta+Huruf+Nominasi+Tertinggi+di+Jatim&dn=20080222224642
12. eko@santa-laurensia.com M.I. Eko Wiyanti, seminar APISI di Yogjakarta, 2 Mei 2009
13. http://batikyogya.wordpress.com/2008/03/03/urgensi-literasi-informasi-sebagai-bekal-kecakapan-hidup/
14. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://library.ukdw.ac.id/inlit3.php&ei=WkP9SbSMN9OGkAXvnYyIBQ&sa=X&oi=translate&resnum=8&ct=result&prev=/search%3Fq%3Dliterasi%2Binformasi%26hl%3Did
15. http://www.csrindo.com/
16. Suharto, Edi. Tanggung Jawab Sosial Masyarakat. Harian Pikiran Rakyat, 22 April 2008, Penulis, analis kebijakan sosial dan konsultan CSR, Pembantu Ketua I Bidang Akademik STKS Bandung.
17. Trini Haryanti, Direktur Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia, Jl Rungkut Permmai VIII h 8 Surabaya, pustakaindonesia@gmail.com web : http://www.pustakaindonesia.org/

Sabtu, 02 Mei 2009

Ketika rasa menjadi Karya


Bagaikan ranting dan daun yang ketika kering akan lepas dari pohonnya, tapi ketika jatuh maka akan bermanfaat, alur kehidupan kita seharusnya demikian, dimanapun kita berada maka manfaat hidup kita buat orang lain dan sekitarnya bergantung dari bagaimana kita memanfaatkan waktu, ide, pemikiran, kreatifitas, karya dan upaya.

Sebenarnya ada waktu dimana antara hati, pikiran dan rasa sulit untuk dikompromikan, namun demikian hal terbaik telah dipertimbangkan dengan daya pikir yang di manag dengan baik. Berbagai karya muncul ketika manusia menyadari bagaimana penuangan kreativitas didasari atas penciptaan yang digerakkan oleh rasa dan olah pikir manusia itu sendiri.
Cita cita sesungguhnya adalah mimpi, akan menjadi indah kalau bisa mewujudkan dalam karya yang bisa dinikmati dan bermanfaat banyak manusia. Sesungguhnya hasil cipta manusia tersembunyi karya Agung penciptaNya, betapa maha karya manusia adalah implementasi sebuah keindahan rasa.
Dari waktu ke waktu manusia menjadi dewasa, sekalipun bukan karena faktor usia saja yang membuatnya dewasa, tapi karena kehidupan dan permasalahan yang mengikutinya, namun demikian prestasi tidak harus dimiliki karena kedewasaan, tapi lebih mengexpresikan kemampuan diri.
Tulisan pun bisa diwujudkan sebagai bentuk expresi dan bisa dinikmati siapapun, kadang tanpa disadari karena suasana hati dan oleh rasa yang menggerakkan karya. Dan sebenarnya hari ini aku menuliskan nya karena aku tidak tahu apa yang harus aku ucapkan pada wujud kebimbangan batinku. Ada yang ingin diungkapkan tak jelas dan kebimbangan itu menjadikan suasana batin yang dirasakan sangat mengganggu lahirnya sebuah karya.




Minggu, 26 April 2009

titik nol

Dalam dua bulan ini, begitu banyak yang harus dilakukan, sebenarnya tidak beda dengan bulan sebelumnya, tapi terasa berat ketika perjuangan untuk mendapatkan MoU belum juga bisa diraih.

Belum lagi semakin menipisnya amunisi untuk mensupport seluruh aktivitas yang begitu padat dan semakin hari semakin menumpuk. Team yang ada sangat solid mengkoordinasi segala aktivitas yang harus diselesaikan dalam bulan ini.


YPPI bangga dengan team yang ada, namun kondisi fisik ku sebenarnya sangat menurun, berbagai bergulatan batin menyertai setiap langkah kakiku dalam mempertanggung jawabkan pekerjaan YPPI.

Kekuatan dan semangat sebagai leader harus terus ada disetiap detak jantung dan irama hidupku, aku merasakan hilang dalam jedah waktu sekarang, aku harus menemukan kembali semangat itu, aku tidak boleh kehilangan segala cita citaku.

Tuhan, aku terdiam tidak terkatakan doaku, aku mencari tapi tidak aku mulai, aku merasa kehilangan tapi aku melihatnya masih ada, aku merasa bodoh tapi otakku terus berfikir, aku merasa salah tapi aku terus memperbaiki diri, aku terus berjuang tapi aku tidak memiliki senjata lagi, aku tetap berharap dengan menggenggam cita cita, perjuangan harus terus dilanjutkan,

Cintaku pada YPPI masih utuh yang belum tersisihkan, ya Tuhan ................................. berikan aku kelengkapan untuk menemukan kembali kesempurnakanku sebagai mahklukmu , menjadi yang terbaik dengan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk umatmu.




cinta itu irasional


Tidak boleh mengulang kesalahan yang sama, sehingga harus belajar dari pengalaman.


Suatu saat, dan suatu tempat, kita terbentur pada suatu kondisi yang menyebabkan kesalahn terulang, bukan suatu kesengajaan akan tetapi suatu kondisi yang dengan sesadar sadarnya bahwa apa yang telah dilakukan adalah salah, maka kebodohan itu menjadi biang "Salah".


Yang namanya "keinginan" dibalut oleh sebuah alasan bahwa ini adalah "kebutuhan"/"Manusiawi" sehingga kesalahan itu dipaksakan untuk dilakukan, dan setelah menyadari maka, janji untuk tidak mengulang menjadi suatu janji untuk menutup segala kebodohan yang telah dilakukan.


Sekarang secara rasional telah menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah tindakan kebodohan, maka secepatnya keputusan harus diambil. Jangan sampai suasana hati dan kondisi yang irasional menjadi bahan tertawaan banyak orang disekitarnya. I'm promise,

Jumat, 10 April 2009

diamku

Tuhan hari ini menegurku,

aku terdiam sejenak....

Begitu cinta Tuhan itu merasuk seluruh ragaku,

aku terdiam lagi.....

Aku tidak paham dengan makna yang aku rasakan, keyakinanku ada,

desahan hatiku sangat dalam, ....memaknai setiap kata yang terlontar, bermakna.

jika ini menyakitkan setulusnya aku merasakan ini ............jika ini bahagia, aku sembunyikan dibalik rasa.


Tuhan, doaku tak terucapkan

Tuhan, aku tahu kau tetap mendengarnya

Tuhan, diamku penuh makna

Tuhan, aku tahu kau memahaminya


Minggu, 29 Maret 2009

Study Comparative


Malaysia memiliki Perpustakaan yang luar biasa bagus, lebih bagus dari Perpustakaan Nasional RI. Terlihat secara fisik, letak yang strategis ditengah kota Kuala Lumpur menjadikan Perpustakaan selalu ramai dikunjungi. Semua fasilitas up date didukung oleh layanan yang profesional karena petugasnya adalah perempuan muda dengan kostum melayu yang membuat keanggunan Seorang Librarian siap menyambut pengunjung Perpustakaan.
Penataan ruang, Koleksi, ruang baca, semua excelent, Program kegiatan best need masyarakat Kuala Lumpur, sistem keanggotaan dan digitalisasi sangat mendukung keberaan Perpustakaan Pemerintah sebagai Public Service. Kemudahan akses dan pengembalian buku 24 jam dan di beberapa tempat umum memudahkan masyarakat menjangkau layanan.
National Library Singapore, jauh lebih baik dari Indonesia dan Malaysia, digital dan fasilitas yang luar biasa lengkap membuktikan bahwa Pemerintah Singapore memiliki konsep yang bagus, jelas dan serius dalam memberikan layanan informasi dan pembelajaran bagi masyarakat Singapore. Pengunjung perpustakaan sangat multi level, mulai dari anak sampai manula. Kenyamanan, Ketenangan dan kelengkapan fasilitas membuat National Library Singapore tidak pernah sepi pengunjung. Ingin tahu lebih lengkap silahkan akses di http://www.nlb.gov.sg/

Sabtu, 21 Februari 2009

I R U L ...



Anak ini biasa dipanggil IRUL, tinggal disebelah base camp YPPI di Bayung. Bersama ibu, adik dan ke dua kakaknya, anak ini selalu terlihat ceria.

Yang memprihatinkan adalah menu makanan yang setiap hari disantap, yaitu kecap atau mie instan, cukup memprihatinkan kondisi gizinya, sekalipun IRUL terlihat cerdas.

Setiap kali aku datang ke Bayung, yang pertama aku ingat selalu IRUL, entah kenapa keinginanku membawa dia ke Surabaya belum juga surut, Tapi IRUL tidak mau ikut aku, alasannya adalah Mama nya menangis.

Anak ini selalu ada dipangkuanku ketika aku datang dan bekerja di depan lap topku. Anak ini menjadi rajin mandi ketika akan datang ke base camp, karena dia tahu aku selalu menanyakan apakah sudah mandi, dan dengan sayang aku menciumnya untuk mengetahui aroma tubuh segarnya setelah mandi.

Irul, anak bangsa , bagaimana pendikakan dan masa depanmu?, usiamu yang seharusnya sudah sekolah TK, tapi tidak juga orang tuamu menyekolahkanmu, sementara dengan keterbatasanku aku tidak bisa mengajarimu membaca. Irul...semoga masih ada waktu buat kita untuk saling berbagi. sampai ketemu di Bayung.....bulan depan dan bulan bulan yang akan datang.

Sabtu, 17 Januari 2009

PUSTAKAWAN YPPI


Sekalipun profesi sebagai pustakawan belum aku dapatkan secara resmi, karena harus nunggu selesainya kuliah, aku terus menyemangati teman2 Pustakawan.

Di Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) Sabtu tgl 17 Januari menyusun program kegiatan PUSTAKAWAN Tahun 2009, ini adalah awal kebangkitan PUSTAKAWAN YPPI, kepercayaan diri harus ditumbuhkan, eksistensi PUSTAKAWAN sudah saatnya dibuktikan dan PUSTAKAWAN adalah profesi yang cukup memiliki masa depan yang baik.

Demikian semangat itu digelorakan, dan akhirnya program 2009 tersusun dengan baik.

Kita akan buktikan bahwa PUSTAKAWAN cukup berarti dan memberikan warna kehidupan bagi masyarakat. Sekarang ini YPPI terus berupaya agar PUSTAKAWAN memiliki peran strategi dan penting bagi dunia pendidikan di Indonesia selain profesi Guru.

silahkan kunjungi web http://www.pustakaindonesia.org/