PADAMU NEGERI UNTUK LITERASI KAMI MENGABDI

Kamis, 28 September 2017

Prespektif CSR Untuk Mengembangkan Literasi di Indonesia

Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) 
DISKUSI Bersama Teman2 N.G.O Mitra JICA
28 September 2017

CSR itu apakah membuat LSM semakin berkembang ?
CSR, membangun ekonomi yang berkelanjutan dengan pilar Program sesuai produk yang dihasilkan. Area program berada pada ring area kantor atau perusahaan berada. Semua dilakukan untuk menjalankan harmonisasi hubungan dengan stake holder.

LANDASAN HUKUM
UU no 40 (PT) dan 43 (Perpustakaan)2007

CSR bagiPerusahaan sbb :
1.  Meningkatkan citra perusahaan
2.  Meiningkatkan Brand Perusahaan
3.  Mengembangkan kerjasama dengan stake holder
4.  Membedakan dengan kompetitornya
5.  Leasson learn dan inovatif
6.  Membuka akses dan pembiayaan
7.  Mempengaruhi harga saham

Sejarah Singkat : bahwa pada tahun 1960 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berkembang dengan primordial memperjuangkan kaum akar rumput (Gressroots) dan semua akivitasnya adalah amal. Pada tahun 70an pergerakan LSM memiliki semangat membangun dan memandirikan masyarakat melalui kegiatan yang berkelanjutan. Setelah dirasakan pembangunan berkelanjutan membutuhkan dana yang cukup besar maka CSR sangat tepat, untuk menaikkan value dan mempengaruhi pemasaran.

CSR Bagi YPPI
1.  Mengeklpore ide dan kreatifitas pengembangkan perpustakaan
2.  Menghidupkan kelembagaan secara berkelanjutan
3.  Mediasi untuk menjaga harmonisasi hubungan baik melalui program yang dijalankan
4.  Membantu masyarakat mengakses informasi, pengetahuan, sebagai media pembelajaran sepanjang hayat
5.  Melakukan berbagai aktivitas literasi mencerdaskan masyarakat
6.  Implementasi UU no 43 tahun 2007
7.  Berbagi banyak hal untuk
Yang sudah dilakukan YPPI
1.  Perpustakaan keliling 12 unit mobil
2.  Perpustakaan desa :
3.  Perpustakaan sekolah dan Perguruan Tinggi:
4.  Perpustakaan Khusus :
5.  Corner : 153 + 95 + 7
6.  Kampanye literasi
7.  Training

Profile YPPI

BAGAIMANA CSR DIPEROLEH
1.  Mengetahui pilar CSR
2.  Mengetahui Ring I
3.  Kenal dan mengenali Manajemen CSR (Team manajemen)
4.  Memahami policy
5.  Menguasai diplomasi dan komunikasi loby
6.  Meyakinkan konsep yang dibuat
7.  Bekerja dengan Profesional, loyalitas dan jujur

BAHASA PROPOSAL
1.  Template Proposal
2.  Penggunaan Bahasa
3.  Anggaran
4.  Template Laporan
5.  Pertanggung jawaban Anggaran

Specifikasi :
1.  Komunikasi Lobby (Lobby Communicator)
2.  Penempatan Posisi yang tepat (Loyalitas , Commitment)
3.  Kecepatan merespon (Responsibility)
4.  Pertanggung jawaban (Liability)


RENUNGAN
menurut anda CSR sebagai peluang atau substitusi atau komplementer atau sebagai apa?
Substitusi :  N.G.O international yang sekarang semakin bergeser (baca : surut) dan berkamuflase melokalkan diri.
Komplementer : saling melengkapiantara corporasi dengan N.G.O lokal untuk secara bersama sama menjalankan program dalam satu wilayah.
Peluang : bahwa N.G.O bisa berkembang karena keberadaan CSR dan terus berkegiatan memberikan manfaat buat masyarakat, bangsa dan Negara sesuai.
Sebagai Partnership : melakukan kesinergian atau sebagai mitra untuk melakukan pilar kebijakan CSR untuk mencapai tujuan dan menjaga harmonisasi


APAKAH ANDA MEMILIKI IMPIAN ? IMPIAN ITULAH YANG HARUS DI WUJUDKAN SEBAGAI HARAPAN DAN PERJUANGAN UNTUK KEMANFAATAN BAGI BANGSA DAN NEGARA

Selasa, 16 Mei 2017

HARI BUKU NASIONAL

Tidak banyak yang tahu tentang kenapa tgl 17 Mei ditetapkan sebagai Hari Buku Nasional. Itulah tanggal yang ditetapkan 37 tahun yang lalu atau ketika itu tahun 1980 berdirinya Perpustakaan Nasional. Perintis atau Kepala Perpustakaan Nasional Pertama almarhumah Ibu Mastini dan kemudian dilanjutkan Pak Hernandono, Pak Dady P Rahmananta, Bu Sri Sularsih dan sekarang Bp. Syarif Bando. Empat generasi kepeminpinan ini terus memperjuangkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Lahirnya UU no 43 tahun 2007 juga merupakan perjuangan panjang untuk mendapatkan legalitas  dan yang sekarang ini ditandai dengan bangunan megah di Jalan Medan Merdeka Selatan Sebagai perwujudan Perpustakaan Nasional kebanggaan masyarakat Indonesia.

Secara pribadi, kecintaan terhadap dunia perpustakaan ditandai dengan lahirnya Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia, sepuluh tahun lalu lahir di Ibu kota Jakarta. Sebelum mengawali kegiatan YPPI sudah hijrah di Surabaya dan terus berlanjut hingga tahun ke 8 dan 9. Kegiatan dilakukan diberbagai kota, dengan berbagai kegiatan mendukung perkembangan perpustakaan.Mulai dari hanya sekedar kampanye minat baca, hibah buku, mobil perpustakaan keliling, Pelatihan manajemen perpustakaan, Pengembangan perpustakaan desa, komunitas, sekolah sampai pada membuat Corner dan Pojok baca di banyak tempat. Dukungan CSR dari berbagai perusahaan sangat membantu mewujudkan literasi masyarakat. Itupun harus terus menerus dilakukan supaya berkelanjutan tanpa henti. Problem terbesarnya adalah memelihara resources yang ada, membina, mendampingi dan mengkader supaya resources yang ada mampu berkembang dengan baik, memiliki dedikasi dan loyalitas dalam mencerdaskan masyarakat.

YPPI terus berupaya berkontribusi dalam pengembangan perpustakaan di Indonesia, karya dan kreatifitas terus dilakukan bersama generasi muda yang memiliki passion dalam pemberdayaan masyarakat bidang literasi. Cakupan area kerja di seluruh wilayah Indonesia, bekerjasama dengan berbagai corporate. Yang sudah dilakukan adalah 12 unit Mobil Perpustakaan Keliling, 72 Corner di Universitas, 133 Pojok Baca dan Dongeng, lebih dari 30 Taman Bacaan Masyarakat, Pelatihan Manajemen Perpustakaan, dan masih banyak lagi yang dilakukan. Penghargaan yang diterima Nugra Jasa Pustaloka. Kesempatan Study Comparative di San Fransisco bersama The Asia Foundation dan beberapa kesempatan berkeliling Indonesia untuk penjurian Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional, Sudah lebih dari 50 ribu buku yang dihibahkan ke berbagai perpustakaan.Kampanye terus dilakukan, diantaranya 1000 kilometer 1000 buku untuk Indonesia,, yaitu membagi buku kepada penumpang kereta api sepanjang 1,000 kilometer dari Banyuwangi Jakarta.

Masyarakat Indonesia dalam berliterasi masih terus harus mendapatkan kemudahan akses buku, buku yang ada tak akan bermanfaat jika tidak di baca, di baca akan terasa bermanfaat jika di pahami dan jika di implementasi. Sehingga literasi adalah sebuah perwujudan gerak dari membaca, mengimplemntasi dan aksi nyata melakukan berbagai perubahan yang membawa dampak manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Seberapa banyak yang beraksi, seberapa banyak yang peduli, seberapa lama memiliki komitment membangun literasi. Seberapa cerdas menyikapi apa yang terjadi. Akankan bangsa Indonesia ini mampu melaju bersama gerakan laju perkembangan dunia, dimana informasi dan literasi sangat lekat dalam kehidupan setiap manusia.

Dalam rangka hari buku, maka YPPI ingin katakan bahwa bukan lagi membudayakan minat baca, tapi sudah pada gerakan aplikasi apa yang di baca dengan bijaksana. Karena banjirnya informasi yang tak terfilter dan tak mampu dicerna akan bisa menghancurkan dunia. Bagaimana setiap insan manusia bijaksana dengan apa yang di baca dan apa yang mampu dilakukan untuk perubahan dunia. Dunia Literasi adalah kemampuan mencerna informasi dengan bijak atas apa yang harus dilakukan terhadap keselamatan dunia.

SELAMAT HARI BUKU NASIONAL --- Salam Literasi

Kamis, 23 Maret 2017

PROGRAM SOSIAL BANK INDONESIA : >>INDONESIA CERDAS<<
BANK INDONESIA CORNER
Bank Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia mengembangkan Program BI Corner se Indonesia, melalui Kantor Perwakilan Wilayah BI di 45 kota. Program tersebut menjadi bagian dari PSBI (Program Sosial Bank Indosia)  dengan nama Program INDONESIA CERDAS yaitu memberikan Corner kepada universitas , Perpustakaan Umum, dan Perpustakaan sekolah. Target capaiannya adalah 1.000 Corner sampai tahun 2020 yang akan datang. Sampai saat ini sudah tercapai 256 Corner, dan 65 diantaranya berada di Jabodetabek. YPPI dipercaya membangun Corner di Jabodetabek.
 
Fasiltas BI Corner adalah rak buku, karpet, buku sebanyak  250 eksemplar, Computer 1 unit, TV 1 unit, sofa baca, meja informasi dengan kusi 1 set, lampu baca, tanaman hias, . Seperti nampak dalam Gambar. Dan pengembangan berikutnya adalah penambahan koleksi, Seminar, Kuliah Tamu dan hal lainnya yang di usulkan kepada Bank Indonesia melalui YPPI.

Bagaimana cara mendapatkan BI Corner ?
YPPI mengumpulkan data dan melakukan assessment sebelum BI Corner di bangun. Assessment tersebut untuk melihat perpustakaan Universitas calon penerima hibah apakah memenuhi persyaratan sebagai penerima hibah atau tidak. Persyaratan tersebut meliputi :
1.        Kondisi fisik ruang atau gedung perpustakaan
2.        Ketersediaan ruang untuk Corner dengan ukuran 3x4 meter
3.        Komitment dari pihat rektorat termasuk dalam memenuhi persyaratan administrasi
4.        Melengkapi Administrasi yang terdiri dari :
a.          Form 1           : Profile perpustakaan
b.         Form 2           : kelayakan yang akan di isi oleh pihak BI
c.          Form 3           : Surat Pernyataan kesanggupan menerima hibah Corner yang ditandatangani Rektor
d.         Form 4           : Serah Terima Bantuan (Berita Acara) yang dditanda tangani Kepala Perpustakaan
e.          Perjanjian Kerjasama di tandatangani Rektor dan Direktur PSBI dan Hubungan Stakeholder